Kamis, 26 November 2020
News & Nature

Ujungkulon dalam Kemeriahan Ekosistem

Senin, 29 Juni 2020

Untuk tujuan geowisata, Ujungkulon adalah segalanya, dengan atraksi alam yang luar biasa. Ujungkulon itu seperti supermarket geowisata.

a5b257be-fad2-4293-91cc-cdc718be53e0.jpg
T Bachtiar
Dermaga Pulau Peucang. Karangcopong. Subuh di dermaga Pulau Peucang.

Pada tatanan normal baru, wisata alam menjadi salah satu aktivitas yang paling diminati. Dalam upaya turut mendorong kegiatan ini lebih bernilai edukasi dan meningkatkan langkah konservasi, pekan ini kabaralam.com menurunkan serial artikel perjalanan ke taman nasional Ujungkulon yang ditulis editor senior T. Bachtiar. Artikel ini merupakan bagian pertama dari tiga tulisan. 

 

Pohon nyamplung berjajar di sekitar dermaga Pulau Peucang, Taman Nasional Ujungkulon, Banten. Biji-biji nyamplung seukuran kelereng, bertebaran di bawah pohon. Udara yang panas saat berperahu berubah menjadi teduh dan nyaman di kerindangan pohon.

Hamparan rumput yang luas di antara jajaran wisma, dengan rusa-rusa yang merumput. Babi hutan yang gemuk berjalan di antara gerombolan monyet yang mengintip untuk mengambil bekal para tamu.

Hanya sekilat, monyet itu sudah menarik-narik membuka kantung plastik yang berisi makanan. Monyet yang lain berlari dengan kilat menggusur makanan lainnya, kemudian membukanya di bawah pohon.

___________________________________________________________________

BACA JUGA: Mendaki Lapis demi Lapis Letusan Gunung Gede

___________________________________________________________________

Keributan monyet-monyet itu telah memancing kehadiran biawak di halaman wisma. Dengan tenang biawak berjalan mencari makanan yang tercecer. Monyet berlarian ke pohon yang sudah lama tumbang.   

Semenanjung Ujungkulon, Pulau Peucang, Pulau Handeuleum, dan Pulau Panaitan, merupakan pulau-pulau yang termasuk ke dalam Taman Nasional Ujungkulon. Taman Nasional itu kawasan pelestarian alam yang mempunyai fungsi untuk perlindungan sistem penyangga kehidupan, pengawetan jenis tumbuhan dan satwa, serta pemanfaatan secara lestari sumber daya alam hayati dan ekosistemnya.

T Bachtiar

Taman Nasional ini dapat dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, pengembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, dan pariwisata secara terbatas. Salah satu kegiatan yang dapat dilakukan di sana adalah pendidikan melalui kegiatan geowisata dan ekowisata. Di sini dapat diamati, bagaimana batuan, tanah, air, tumbuhan, dan hewan membentuk saling keterhubungan dan saling ketergantungan. 

ke halaman berikutnya ...

Halaman:  12

BAGIKAN

BERI KOMENTAR