Jumat, 23 Juli 2021
News & Nature

Trias, Jura dan Kapur usia Granit Belitung

Sabtu, 12 September 2020

Karena Pulau Belitung pernah menjadi penghasil timah, maka tak ada salahnya bila wisata tambang timah dikembangkan dengan sungguh-sungguh.

7068a581-60fb-4588-9b2f-52f64433eb32.jpg
T Bachtiar

Oleh T Bachtiar (Redaktur Senior Kabaralam.com)


 

Jalan-jalan antara satu daya tarik wisata dengan daya tarik wisata lainnya sudah terhubung dengan jalan aspal yang mulus. Kenyaman pengunjung menjadi perhatian yang sungguh-sungguh, sehingga pengunjung merasa kerasan berada di Blitung. Keadaan jalan yang mulus, akan membuat iri pengunjung yang datang dari berbagai daerah, dengan keadaan jalan menuju daya tarik wisata di daerahnya dengan kondisi yang memprihatinkan.

Wisatawan paling banyak datang ke Blitung Barat. Di pantai-pantai inilah granit memperlihatkan aneka bentuknya yang mengagumkan. Begitu pun bila berperahu menuju pulau-pulau kecil di sekitar Blitung.

Paling populer wisatawan berlayar ke Pulau Lengkuas, yang sesungguhnya itu merupakan pulau granit. Di sana sejak zaman kolonial sudah dibangun mercusuar. Meniti tangga mercusuar sampai puncak, kini menjadi atraksi wisata yang menantang. Rasa lelah akan terbayar lunas begitu sampai di puncaknya.

____________________________________________________________________

BACA JUGA: Raksasa Granit Belitung

____________________________________________________________________

Dari sana pandangan lepas ke laut dengan tebaran berbagai bentukan granit yang unik. Setelah turun dari menara mercusuar, jangan lewatkan untuk merasakan air kelapa muda. Rasa air kelapa di Pulau Lengkuas sangat berbeda dengan umumnya air kelapa. Enak sekali! Belum ke Belitung kalau belum merasakan air kelapa muda di Pulau Lengluas.

Walau dalam lingkungan pulau yang tergolong kecil, granit di Pulau Blitung mempunyai ciri yang berbeda. Berdasarkan umurnya, granit Belitung telah memperlihatkan wujudnya yang berbeda antara granit yang tersingkap di pantai barat, selatan, dan di pantai timur.

Granit berumur Trias, 200 – 180 juta tahun, misalnya, tersebar di Belitung Barat, seperti di Tanjungpandan, Tanjungkelayang, Kelumpang, Tanjungtinggi, Pulau Kepayang, dan Pulau Lengkuas. Granit di kawasan ini kaya akan mineral kasiterit primer. Batuan raksasa granit inilah yang sekarang menjadi tujuan wisata paling populer di Belitung. 

Di selatan Blitung, terutama yang terdapat di Pantai Penyabong, Pantai Kelumpang, termasuk Bukit Baginda yang berada jauh di darat, granitnya berumur Jura antara 180 – 135 juta tahun. Granit ini kaya akan mineral magnetit. Sedangkan granit yang paling muda, tersebar di pantai timur, seperti di Pantai Burungmandi dan di Gunung Bolongtanjung, granitnya berumur Kapur, antara 135 – 70 juta tahun. 

Granit Belitung yang beragam bentuknya itu, ada yang membelah, persegi, membulat, berjajar seperti layar, seperti kepala burung, gajah beriringan, kingkong duduk, itu semua karena terjadi retakan dan pelapukan di bawah dan di atas permukaan. Setelah granit itu terangkat, langsung terkena pengaruh panas, dingin, angin, dan hujan.

____________________________________________________________________

BACA JUGA: Gerbang Waktu Toraja Utara

____________________________________________________________________

Batu granit yang keras itu lalu mengelupas dan pecah-pecah. Makin lama, sesungguhnya granit yang kini berupa pilar-pilar raksasa itu akan semakin mengecil dikemudian hari.

Objek wisata di Pulau Blitung itu bukan hanya di pantai barat, tapi masih banyak objek wisata lainnya, namun masih belum populer. Di tengah pulau terdapat bukit, yang semuanya granit, yaitu Bukit Baginda. Datanglah ke sana subuh, lalu mendaki bukit batu untuk menyaksikan matahari terbit.

Halaman selanjutnya: wisata alternatif...

 

Bila wisatawan dapat menyaksikan matahari terbit, dan daya tarik itu dikelola dengan baik, dijaga keselamatan pengunjungnya, akan menjadi wisata alternatif yang memberikan pengalaman lain bagi pengunjungnya. 

Karena Pulau Belitung pernah menjadi penghasil timah, maka tak ada salahnya bila wisata tambang timah dikembangkan dengan sungguh-sungguh. Wisata ini akan menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi wisatawan yang mempunyai ketertarikan pada unsur sejarah suatu kawasan. Atau mereka yang ingin mengetahui bagaimana timah ditambang.

Bekas tambang timah di Klapakampit, misalnya, dapat dibenahi menjadi tujuan wisata tambang timah yang menarik. Apalagi bila terowongan bekas penambangan itu dikuatkan, sehingga aman untuk dikunjungi. Objek ini akan menarik minat para pelajar dan pengunjung lainnya yang ingin mengetahui bagaimana timah didapat.

Pembenahan jalan masuk dan fasilitas yang memperhitungkan faktor keselamatan pengunjungnya perlu mendapatkan perhatian yang sungguh-sungguh bila kawasan ini akan dikembangkan menjadi daerah tujuan wisata tambang.

____________________________________________________________________

BACA JUGA: Gunung Salak Dalam Catatan Pantun Kebumian

____________________________________________________________________

Gedung bekas pabrik pengolahan timahnya pun dapat dipugar menjadi objek wisata. Pengunjung ingin mengetahui bagaimana bahan mentah dilebur sampai menjadi timah, kemudian dicetak menjadi balok-balok timah siap olah.

Alat-alat peleburannya, urutan prosesnya, dapat disajikan dalam bentuk foto-foto dan gambar. Contoh cetakan timah dan hasil timah yang sudah jadi, serta berbagai manfaat timah dalam kehidupan, dari dulu sampai sekarang. Saat ini, banyak yang belum mengetahui, bahwa dalam benda-benda elektronik yang digenggamnya itu di dalamnya menempel timah. 

Berkunjung ke Belitung bisa lupa waktu. Hanya perut yang bisa mengingatkannya. Belum lengkap berwisata ke negeri Laskar Pelangi ini bila belum makan siang dengan gangan, gulai ikan laut dengan bumbu yang segar.*



BAGIKAN

BERI KOMENTAR