Jumat, 3 Juli 2020
News & Nature

TN Kutai Dukung Desa Wisata Teluk Singkama

Senin, 27 Januari 2020

Diluncurkan Bupati Ktai Timur

kutai.jpeg
ksdae.menlhk.go.id
Penanaman pohon bersama Balai Taman Nasional Kutai di Dusun Pantai Desa Teluk Singkama, Sabtu (25/1/2020)

Sangatta -- Kepala Balai Taman Nasional Kutai, Nur Patria Kurniawan dan beberapa jajarannya menghadiri acara launching Desa Wisata Teluk Singkama, pelantikan pengurus BPD se-Kecamatan Sangatta Selatan, penanaman pohon bersama Balai Taman Nasional Kutai dan penyerahan mobil ambulance oleh Bupati Kutai Timur di Dusun Pantai Desa Teluk Singkama, Sabtu (25/1/2020).

Kegiatan diawali penanaman 3.000 pohon bersama Balai Taman Nasional Kutai. Sebanyak 3.000 bibit aren telah disediakan pihak penyelenggara acara yang diperoleh dari persemaian Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Mahakam Berau di Samboja, Kalimantan Timur melalui Balai Taman Nasional Kutai. Bibit aren ini dipilih karena merupakan tanaman endemik Taman Nasional Kutai yang memiliki kemampuan untuk menahan erosi serta menyimpan dan menjaga air tanah. Selain itu, ke depannya diharapkan dapat memberikan nilai manfaat secara ekonomi bagi masyarakat di Desa Teluk Singkama sebagai penghasil nira untuk dijadikan gula merah. 

Baca Juga: Green Jihad di Hari Menanam Pohon Indonesia

Kegiatan penanaman ini dimulai setelah hadirnya Bupati Kutai Timur, Ismunandar. Bupati langsung menanam bibit aren didampingi Kepala Balai Taman Nasional Kutai dan Camat Sangatta Selatan, Hasdiah. Setelah secara simbolis kegiatan penanaman oleh Bupati Kutai Timur kegiatan ini juga diikuti oleh seluruh peserta yang hadir dalam acara tersebut.

Setelah penanaman pohon, acara selanjutnya adalah launching Desa Wisata Teluk Singkama. Acara dimulai dengan sambutan Camat Sangatta Selatan, Hasdiah. Dalam sambutannya, ia menyampaikan, Desa Teluk Singkama termasuk dalam desa tertinggal di Kabupaten Kutai Timur. Karena itu, ia mengimbau kepada seluruh masyarakat Desa Teluk Singkama untuk ikut dan berpartisipasi dalam usahanya untuk memajukan desa. 

Baca Juga: Cintai Lingkungan Lewat Kutai Wana Rally XIII/2019

Hasdiah berharap, dengan dijadikannya sebagai desa wisata, kedepannya desa ini akan menjadi lebih maju. Dengan potensi yang dimiliki berupa pantai pasir putih, hutan mangrove dan kebun nanas serta aren, Hasdiah yakin, desa ini akan menjadi salah satu destinasi wisata bagi masyarakat Kabupaten Kutai Timur, khususnya dan Kalimantan Timur secara umum. Hasdiah juga mengharapkan bantuan dan support dari pemerintah maupun stakeholder yang hadir dalam acara tersebut seperti PT Pertamina EP, PT. Kaltim Prima Coal (KPC) dan PT. Indominco Mandiri agar tujuan untuk menjadikan Desa Teluk Singkama menjadi desa wisata dapat terlaksana. 

Hasdiah juga memaparkan master plan Wisata Pantai Pasir Putih, Hutan Mangrove dan Wisata Teluk Kaba dalam bentuk video pendek. Masing–masing lokasi wisata ini memiliki karakteristik dan keunggulan berbeda. Mengingat lokasi dari obyek wisata Desa Teluk Singkama ini berada di dalam kawasan Taman Nasional Kutai, maka perlu dibuat Perjanjian Kerjasama (PKS) untuk saat ini masih dalam proses persetujuan. 

Baca Juga: Kutai Wana Rally XII/2018, Ini Daftar Juaranya

Kepala Balai Taman Nasional Kutai, Nur Patria Kurniawan juga memberikan sambutan. Ia menyampaikan pentingnya menanam pohon karena produsen dari Oksigen di dunia ini adalah pohon dan terumbu karang. "Oksigen merupakan salah satu kebutuhan pokok dari seluruh makhluk hidup yang ada di muka bumi apabila produsen oksigen yaitu tumbuh–tumbuhan yang  kita tanam, rawat, pelihara dan dijaga maka mereka pun dengan sendirinya akan memberikan balasan yang baik kepada kita. Kondisi sebaliknya akan terjadi ketika kita tidak mau menanam dan malah merusaknya maka kita sebagai khalifah di muka bumi ini akan mendapatkan balasan yang setimpal dari apa yang telah kita perbuat," bebernya. 

Terkait Desa Teluk Singkama yang ingin menjadi desa wisata, Kepala Balai Taman Nasional Kutai menyatakan sangat mendukung karena ketika hutan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar dan bisa mensejahterakan, maka dengan sendirinya masyarakat akan menjaga dan melestarikan hutan itu sendiri. Dengan dijadikannya Desa Teluk Singkama menjadi desa wisata maka konsep menjual hutan tanpa menebang atau merusak hutan akan terlaksana, hutan tetap utuh terjaga masyarakat sekitar hutan akan sejahtera. Oleh karena itu, ia akan membantu dan mengawal proses Perjanjian Kerjasama (PKS) antara Balai Taman Nasional Kutai dengan Desa Teluk Singkama sampai selesai.

Baca Juga: Harmoni Arcapada di Hari Pohon TN Kutai

Bupati Kutai Timur, Ismunandar menyampaikan ucapan terima kasih kepada Balai Taman Nasional Kutai yang sudah membantu dalam proses Desa Teluk Singkama menjadi desa wisata karena berlokasi di dalam Taman Nasional Kutai. Ia mengajak warganya untuk bersama–sama ikut menjaga Taman Nasional Kutai agar tetap terjaga dan lestari dengan cara tidak merusak hutan. Ia menegaskan, dengan potensi yang dimiliki Desa Teluk Singkama khususnya keindahan potensi alamnya, Bupati Kutai Timur yakin bahwa suatu saat nanti Desa Teluk Singkama ini akan menjadi salah satu tujuan wisata bagi seluruh masyarakat. 



BAGIKAN

BERI KOMENTAR