Kamis, 25 Februari 2021
News & Nature

Teratai Mekar di Batujaya

Kamis, 28 Januari 2021

Peristiwa alam masa lalu sangat membantu bagi para ahli kebudayaan untuk merekonstruksi suatu peristiwa budaya.

f7f478b1-56f3-4b6d-852e-592570debbc6.jpg
T Bachtiar

 

Oleh T Bachtiar (Redaktur Senior Kabaralam.com)

 


Candi putih itu laksana teratai yang mekar di tengah telaga. Di Pantai Batujaya abad ke 5 akan terlihat kompleks percandian yang terbuat dari bata merah yang dilapisi plesteran/lepa batu kapur bakar warna putih. Laut Jawa di sekitar Pantai Batujaya yang tenang, dekat muara Ci Tarum yang besar, kawasan yang tingginya antara 1-2 meter dari permukaan laut (m.dpl.) itu, berjajar candi-candi putih, laksana teratai putih yang mengambang di permukaan air yang biru, seperti Candi Jiwa yang bagian atasnya membentuk delapan kelopak bunga teratai yang mekar.

Sekarang, saat hujan turun begitu lebatnya, hamparan persawahan maha luas di daerah Batujaya, Karawang itu berubah menjadi genangan air yang tiada berujung. Berhari-hari di bulan Januari 2006 itu, sawah yang baru ditanami itu tergenang. Pada saat bajir inilah lumpur dari Ci Tarum dan sungai sungai kecil lainnya mengendap di daerah limpahan banjir.

Lumpur dari gunung-gunung itu, mulai dari Gunung Wayang dan daerah hulu lainnya di Kabupaten Bandung, setiap waktu mengendap di sepanjang alirannya, dan tersebar secara merata ketika banjir menggenangi seluruh hamparan persawahan.


 

BACA JUGA: Danau Tempe, Mangkuk Ikan dan Poros Pelayaran

 


Kalau setahun diendapkan setebal 1 mm., maka selama 10 tahun akan mengendap setebal 1 cm. lumpur di kasasan ini. Pengendapan lumpur itu bukan saja dapat mempertebal lapisan tanah, tapi juga dapat memperpanjang aliran sungai. Muara sungai pun terus bergeser ke arah laut.

Nama-nama tempat di kawasan Batujaya, Karawang Utara, banyak yang berkaitan dengan air atau laut. Misalnya Telukampel, Telukbango, atau Telukbuyung. Nama-nama tempat ini sekarang berada jauh dari pantai. Teka-teki penamaan ini akan terjawab bila kita hubungkan dengan turun-naiknya muka laut di Indonesia, seperti yang pernah diteliti oleh De Klerk (1983).

Sekitar 5000 tahun yang lalu, pantai utara Karawang tidak berada pada posisinya sekarang, melainkan jauh menjorok ke dalam, di daerah yang saat ini mempunyai ketinggian 5 m.dpl. Batujaya saat itu masih berupa pantai dangkal. Muka laut terus menurun, sampai pada suatu saat muka laut berada di daerah yang mempunyai ketinggian 2 meter dpl. yang terjadi 1500 tahun yang lalu, atau terjadi pada tahun 483 M (1983, saat penelitian, dikurangi 1500).

Peta geomorfologi yang dibuat oleh Herman Th. Verstappen (2000) menggambarkan riwayat bentang alam Jakarta – Bekasi – Karawan Utara, seperti aliran Ci Tarum purba, serta tanggul-tanggul pantai purba yang berada jauh dari pantai saat ini. Bila melihat keadaan bentang alamnya yang terjadi waktu itu, sangat mungkin pembangunan komplek percandian di Batujaya dimulai pada saat Raja Tarumanagara ke-5 yang bernama Indrawarman yang bertahta antara tahun 455-515.

Halaman berikutnya: Konstruksi budaya dengan peristiwa alam...

Halaman:  12

BAGIKAN

BERI KOMENTAR