Minggu, 29 November 2020
News & Nature

Seharusnya ada 'Tipe Letusan Papandayan'

Jumat, 2 Oktober 2020

Letusan Gunung Bandai yang disebabkan oleh tekanan hidrotermal, seperti yang terjadi di Papandayan seabad sebelumnya, disebutlah Tipe Letusan Bandai.

10ee7f2a-44dc-483f-97fe-a3752cef0b83.jpg
T Bachtiar

Ciri letusannya tidak ada tanda yang berarti sebelum letusan, letusan dipicu oleh gempa berkekuatan sekurangnya 5, guguran puing didahului oleh ledakan awal yang hanya berlangsung beberapa menit, tebing yang terban menjadi lahar yang meluncur hingga jarak sedikitnya 6 km, dan material yang dilontarkan adalah pecahan dari batuan tua.

Memang masih terjadi polemik tentang kehancuran dinding timurlaut Gunung Papandayan ini. Ada yang berpendapat, bahwa kematian 2.957 orang itu karena sapuan awan panas yang suhunya mencapai lebih dari 5000 C. Namun ada yang meragukan pendapat itu, karena selama ini Gunung Papandayan tidak memiliki sumbat lava, sehingga peristiwa guguran membara atau awanpanas itu tidak mungkin terjadi.

F. de Han (1912) dalam catatannya begitu gemasnya, bagaimana lambatnya birokrasi saat itu dalam melaporkan kejadian letusan Gunung Papandayan yang merenggut nyawa hampir 3.000 orang. Satu bulan setelah letusanan, yaitu pada tanggal 16 September 1772, peristiwa maut itu baru sampai di pemerintahan, dan dimuat dalam dagregister. Pada Oktober, baru ada laporan rinci, 19 November baru mengirim surat ke Residen di Cirebon, dan pada bulan Desember 1772 dikirim surat ke Negeri Belanda.

Seiring dengan pertumbuhan penduduk yang sangat pesat, alih fungsi hutan menjadi lahan pertanian musiman, dan semakin padatnya penduduk yang bermukin di lereng gunung yang berbahaya, maka perlu semakin dimasyarakatkannya usaha kesiapsiagaan untuk mengurangi risiko bahaya gunung api.

Bagaimana upaya menyelamatkan diri, menyelamatkan harta benda yang berbasis masyarakat. Tentu, upaya itu harus dilaksanakan jauh-jauh hari sebelum terjadi letusan, dilaksanakan terus-menerus dan untuk semua kalangan, sehingga masyarakat mempunyai pengetahuan dan tindakan yang betul ketika letusan benar-benar terjadi.

 


BACA JUGA: Menyaksikan Rambusolo’ di Kia’


 

Gunung Papandayan terletak di kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat. Perjalanan menuju gunung ini dapat ditempuh melalui kota Garut yang terkenal dengan domba, dodol, batik, kerajinan serba kulit, serta kulinernya. Dari Garut, perjalanan dilanjutkan ke arah Cikajang, dan bila sudah sampai di Cisurupan, berbelok menuju Gunung Papandayan. Kondisi jalan antara Garut – Cisurupan – tempat parkir Gunung Papandayan sudah beraspal mulus.

Dari menara pengamat, terlihat nyata, bagian lereng gunung yang dihancurkan pada letusan tahun 1772 itu, di sana terdapat jalan menuju ke arah Pondok saladah, tempat untuk berkemah pada pendaki gunung.*

Halaman:  12

BAGIKAN

BERI KOMENTAR