Senin, 18 Januari 2021
News & Nature

Pusaka Saujana Gunung Rinjani

Sabtu, 9 Januari 2021

Konon, bila yang berendam di air panas ini lalu airnya berubah menjadi keruh, dikatakan, orang yang sedang mandi itu banyak dosanya.

7dafe882-0458-4a09-9534-926085632660.jpg
T Bachtiar

Bila volume air danau berlebih, akan mengalir melalui Kokok Putih. Di hulu sungai ini terdapat sumber mata air panas, yang biasa djadikan untuk berendam para pendaki dan para peziarah. Konon, bila yang berendam di air panas ini lalu airnya berubah menjadi keruh, dikatakan, orang yang sedang mandi itu banyak dosanya.

Dalam beberapa literatur, seperti yang ditulis oleh K Kusumadinata (1979), Gunung Kondo disebut Gunung Sangkareang Daya. Tapi, ada juga penduduk yang menyebut Gunung Punduk. 

Di utara Pulau Sasak, kemudian lebih terkenal dengan nama Pulau Lombok, terdapat gunung api yang tingginya + 4.000 m dpl. Gunung ini kemudian meletus dahsyat, material letusan sebanyak 33-44 km kubik dihamburkan ke angkasa, membentuk kolom letusan yang tingginya mencapai 43 km, memasuki lapisan stratosfer. Kekuatan letusannya mencapai 7,1 VEI (Volcanic Explosivity Index).

Gunung Rinjani itu perpaduan antara kemegahan dan kecantikan. Banyak perempuan pendaki gunung, dalam hatinya tertanam keinginan, bila mempunyai anak perempuan nanti, akan diberi nama Rinjani.

Kaldera ini terbentuk, seperti ditulis oleh K Kusumadina (1979) dan pentarikhan umurnya oleh Lavigne (2013), dibagi ke dalam lima periode, yaitu periode pertama, di utara Pulau Lombok, terdapat gunung api yang tingginya mencapai +4.000 m, namanya Gunung Rinjani Tua. Periode kedua, dari sisi timur Gunung Rinjani Tua tumbuh gunung api baru, dinamai Gunung Rinjani Muda yang meletus membangun dirinya 6.000 tahun yang lalu.


 

BACA JUGA: Ujungkulon dalam Kemeriahan Ekosistem

 


 

Periode ketiga, terjadi letusan dahsyat, menurut Lavigne terjadi pada tahun 1.257 M. Letusan ultra plinian ini telah mengambrukkan tubuh Gunung Rinjani Tua (Gunung Samalas), membentuk Kaldera Segaraanak. Letusan inilah yang telah mengubur masyarakat di Kerajaan Pamatan, yang kedahsyatannya dicatat dalam Babad Lombok.

Periode keempat, dari dalam kaldera itu tumbuh kerucut-kerucut baru generasi ketiga Gunung Rinjani, yaitu: Gunung Barujari, Gunung Rombongan (Gunung Mas), dan Gunung Anakbarujari.

Periode kelima, dasar kaldera ini tidak meresapkan air, sehingga air hujan dapat ditampung di dalam kaldera menjadi danau yang kemudian dinamai Segara Anak. Pada periode ini Gunung Rinjani Muda meletus dari Kawah Muncar.

Kaldera Gunung Segaraanak yang megah dan cantik ini telah menjadi magnet yang sangat kuat, telah menarik puluhan ribu pengagumnya dari seluruh penjuru dunia untuk datang menziarahi gunungapi, yang bukan saja megah dan indah, tapi mengandung sejarah kebumian, dan sangat tinggi nilai kemanusiaannya.

Biarkanlah gunung ini hanya dinikmati oleh para pengagumnya yang berusaha dengan segenap hati untuk berjalan diketerjalan lereng dan dalam dekapan udara yang dingin saat berkemah. Keragaman bumi dan hayatinya tercermin dalam kemegahan pusaka saujana, dalam keheningan semesta, dalam kesyahduan pusaka bahana. Rasanya tidak perlu lagi diganggu dengan beragam ilusi bangunan baru yang justru akan mengurangi nilai segala kemeragan Gunung Rinjani.*

Halaman:  12

BAGIKAN

BERI KOMENTAR