Sabtu, 16 Januari 2021
News & Nature

Partitur Jejak Lava Gunung Batur

Senin, 23 November 2020

Gradasi warna biru-ungu-jingga-kuning yang perlahan datang, menyedot perhatian wisatawan untuk terus menatap dan mengabadikannya

e0d07136-df48-4002-95bd-a74d495b885c.jpg
T Bachtiar

 

Oleh T Bachtiar (Redaktur Senior kabaralam.com)

 


 

MAGMA yang dilelerkan dari kawah Gunung Batur berkali-kali itu membentuk beragam jenis lava. Ada lava pāhoehoe, istilah yang diserap dari bahasa Hawaii yang berarti "halus, tidak terputus". Aliran lava pāhoehoe suhunya antara 1.100 – 1.200 derajat C, dapat mencapai puluhan kilometer dari kawah letusan. Lava pāhoehoe mengalir dengan suhu yang sangat panas serta rendah kandungan gelembung gas. Alirannya relatif tipis, antara 1 - 2 m.

Dalam proses mengalir itulah, bagian luarnya segera mendapatkan pendinginan, lalu mengerut, melipat, mengeras, membentuk gulungan tali atau selendang, paling tidak setelah lava itu mengalir sepanjang 1 - 2 meter. Sedangkan bagian dalamnya tetap menggelegak dan terus mengalir. Dalam volumenya yang besar, bagian dalam yang panas itu terus mengalir, sementara bagian luarnya mengeras.

Bila aliran lava itu sudah habis pasokannya, akan membentuk tabung atau lorong lava. Lava yang menali, masih dapat disaksikan tak jauh dari lorong lava. Jika aliran lava ini semakin jauh jaraknya, aliran lava yang semula berjenis pāhoehoe, dapat berubah menjadi lava aa, sebagai akibat perubahan tingkat kekentalan dan semakin turunnya suhu lava.

Aliran lava pejal maha panas itu bila mendapatkan hambatan, lidah lavanya akan tertahan, kemudian membeku, sementara bagian dalamnya masih pijar dan terus bergerak menekan. Akibatnya, lidah lava itu akan mengembung, dan bila tidak kuat menerima tekanan, akan terjadi letupan memecah kulit lava yang sudah mengeras. Terbentuklah lava tumuli, bongkah lava yang mengembung dengan bagian atasnya yang pecah-pecah.


 

BACA JUGA: Gunung Batur, Energi Rasa dan Cipta

 


Jenis lava yang paling mudah dikenali adalah jenis lava aa, karena permukaannya yang kasar, tajam, “berduri”, atau berupa runtuhan blok kerak lava yang kasar dan tajam. Dalam bahasa Hawaii, aa berarti kasar, tetapi juga dapat berarti membakar atau api. Berjalan di atas lava aa harus sangat hati-hati, karena akan berbahaya bila terjatuh.

Ketika lava mengalir di lereng, bagian luarnya yang sudah membeku, dapat jatuh terlontar ke aliran lava yang masih mengalir pijar. Blok lava itu terus berguling menurun, semakin bawah semakin besar bulatannya, karena lava yang masih panas itu akan menempel di tubuhnya, membentuk lava  bola atau lava akresi yang umum terdapat pada arus lava aa.

Dalam buku panduan terdapat juga lava pohon. Apakah hanya bentuknya yang menyerupai pohon, ataukah memang karena ada aliran lava pijar yang membalut pohon? Istilah lava pohon yang sesungguhnya diberikan pada lava yang membeku di sekeliling batang pohon. Karena suhu lava yang sangat panas, maka batang pohon dapat dengan mudah terbakar, sehingga banyak pula yang menyisakan cetakan pohon.

Beragam wujud lava di hamparan kaki Gunung Batur ini dapat dianalogikan sebagai partitur-partitur musik orkestra. Masing-masing partitur mempunyai karakter dan iramanya sendiri, namun ada harmoni dalam simfoni alam raya.

Halaman berikutnya: Menanti matahari terbit...

Halaman:  12

BAGIKAN

BERI KOMENTAR