Minggu, 9 Agustus 2020
News & Nature

Menyusuri Arus Ci Genter di Ujungkulon

Jumat, 3 Juli 2020

Ci Genter termasuk ke dalam kawasan yang menjadi jelajah badak, satwa yang sangat langka

4dec2040-382b-4e80-88d9-686af1aa1554.jpg
T Bachtiar

Pada tatanan normal baru, wisata alam menjadi salah satu aktivitas yang paling diminati. Dalam upaya turut mendorong kegiatan ini lebih bernilai edukasi dan meningkatkan upaya konservasi, pekan ini kabaralam.com menurunkan serial artikel perjalanan ke taman nasional Ujungkulon yang ditulis editor senior T. Bachtiar. Artikel ini merupakan bagian ketiga dari tiga tulisan. 

 

Hempasan gelombang meninggi pada saat mendekati Tanjunglayar. Perahu beberapa kali berayun keras dan menghempas. Dengan cekatan perahu dibelokan sedikit menjauh dari Tanjunglayar, bagian paling barat dari Pulau Jawa.

Mengamati pantai dan bebatuan yang ada Tanjunglayar dari kejauhan. Bila melalui jalan darat, Tanjunglayar dapat dicapai dengan berjalan kaki, dengan pemberangkatan dari Cibom selama satu jam.

Bebatuan di Tanjunglayar dan sekitarnya berupa batuan hasil letusan gunungapi dua juta tahun yang lalu. Menurut S. Atmawinata dan  H.Z. Abidin (1991), kawasan ujung barat Pulau Jawa itu didominasi oleh breksi gunungapi (batuan rombakan, butiran-butiran batunya ada yang seukuran batu cor beton yang bersudut, pasir, dan tereratkan oleh bahan yang lebih halus), dan tufa (bahasa setempat: cadas atau padas) dengan sisipan lava pejal bersusunan andesit, tufa pasiran, tufa gampingan, dan lava berstruktur bantal. 

______________________________________________________________________

BACA JUGA: Ujungkulon dalam Kemeriahan Ekosistem

______________________________________________________________________

Dari Tanjunglayar, perahu terus melaju ke arah utara menuju Tanjung Alang-alang, bagian dari puncak segitiga Ujungkulon. Di sekitar laut Tanjung Alang-alang ini terdapat karang yang mendinding membentengi pantai. Keadaannya sebagian sudah hancur digempur ombak.

Verstappen (2014) menjelaskan, terumbu karang ini merupakan contoh klasik dari indikator geomorfologi pantai yang berpotensi mengalami penurunan. Karang penghalang sisi barat dan timur Tanjung Alang-alang ini merupakan contoh yang baik dari kawasan pantai yang mengalami penurunan.

Dari Tanjung Alang-alang perahu berputar menuju muara Ci Genter. Mengadakan pengamatan di aliran Ci Genter ini dapat dilakukan pada saat pergi atau pulang menuju Sumur. Dalam bahasa Sunda, genter berarti suara yang bergemuruh.

Boleh jadi, pada saat musim penghujan, ketika arus sungai sangat deras, lalu beradu dengan ombak laut yang keras pula, menimbulkan suara seperti gemuruh yang sangat keras. Maka dinamai lah sungai itu Ci Genter. 

T Bachtiar

Daya tarik utama menyusuri aliran Ci Genter hingga beberapa ratus meter ke arah hulu aliran sungai yang tenang, jernih, kehijauan, dengan bayangan pepohonan di muka air. Pohon-pohon raksasa rimba raya, dan dahon atau nipah yang berjajar memagari sungai.

ke halaman berikutnya ...

Halaman:  12

BAGIKAN

BERI KOMENTAR