Minggu, 24 Januari 2021
News & Nature

Menyaksikan Rambusolo’ di Kia’

Rabu, 12 Agustus 2020

Hari inilah untuk pertama kalinya di Kecamatan Tikala diadakan upacara rambusolo’ di era adaptasi kebiasaan baru

a78d7b0a-9410-451f-bb74-ac86575ceb73.jpg
T Bachtiar

Dalam upaya turut mendorong kegiatan wisata alam yang lebih bernilai edukasi dan membantu upaya konservasi, pekan ini kabaralam.com menurunkan serial artikel dari catatan perjalanan Redaktur Senior Kabaralam, T. Bachtiar di Toraja beberapa waktu lalu. Selamat Menikmati.


 

Oleh T Bachtiar

 

Pagi berkabut di Kampug Lolai, Lembang Bentengmamullu, Kecamatan Kapalapitu, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan. Di bawah bangunan yang menyerupai alang, lumbung khas Toraja, pak Salam Taunbaru, (40 tahun), Kepala Bidang Tatakelola dan Pemberdayaan Masyarakat, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Toraja Utara, mengabarkan, bahwa tanggal 23 Juli 2020, mulai pukul 09.30 akan diselenggarakan upacara rambusolo’ di Kelurahan Tikala.

Rambusolo’ itu upacara kematian, yang bertujuan untuk menghormati, menyempurnakan, dan menghantarkan arwah orang yang meninggal menuju alam roh (puya), kembali ke alam keabadian bersama para leluhur.

Jalanan terus berkelok menuruni lereng perbukitan yang ditumbuhi beragam bambu dan pepohonan. Perkampungan dan tongkonan dikelilingi persawahan yang bertingkat, hutan kecil, dan kebun. Dari berbagai kampung, terlihat sanak-saudara dalam satu keluarga besar beriringan menuju lokasi upacara rambusolo’. Ada yang menggiring tedong, kerbau, menuju uluba’ba, halaman luas yang memanjang timur-barat di antara tongkonan dan alang.

_________________________________________________________________________

BACA JUGA: Gerbang Waktu Toraja Utara

_________________________________________________________________________

Hari inilah untuk pertama kalinya di Kecamatan Tikala diadakan upacara rambusolo’ di era adaptasi kebiasaan baru. Di belokan menuju tongkonan, sudah berjajar tempat mencuci tangan lengkap dengan sabunnya. Anggota keluarga terus berdatangan ke tempat berlangsungnya upacara rambusolo’, yaitu di Tongkonan Ampang Bassi, Lingkungan Kia’, Kelurahan Tikala, Kecamatan Tikala.

Bersama bu Debora dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Toraja Utara, kami dipersilahkan untuk menduduki salah satu alang, yang berada di sisi barat. Di sana sudah ada bapak Johanis Tinting (72 tahun), pensiunan guru bahasa Indonesia di SMPN 1 Rantepao. Dari pak Johanis inilah saya mengetahui toponim Rantepao, yang menjadi ibu kota Kabupaten Toraja Utara, yang berarti lahan datar yang ditumbuhi pohon manga.

Ketika kami diperkenalkan dengan pak Johanis, yang sudah berada di bale-bale di kolong alang sejak pagi, segera ia bergeser ke arah tiang alang sebelah kiri, dan mempersilahkan tamunya untuk duduk. Menurut pak Salam, inilah adab masyarakat Toraja pada saat menerima tamu, selalu memberikan tempat di sisi tiang kanan, sebagai tanda penghormatan.

Halaman selanjutnya: tedong sudah dikaitkan...

Halaman:  12

BAGIKAN

BERI KOMENTAR