Minggu, 9 Agustus 2020
News & Nature

Menjelajah Kemegahan Kaldera Toba

Senin, 20 Juli 2020

Ujung robekan di barat laut danau itu merupakan jejak sesar normal, situs bumi yang menyimpan pengetahuan. 

2eb7fe45-d9f3-4dc5-89d9-690b1da76a91.jpg
T Bachtiar

Dalam upaya turut mendorong kegiatan wisata alam yang lebih bernilai edukasi dan membantu upaya konservasi, pekan ini kabaralam.com menurunkan serial artikel perjalanan Kaldera Toba. Artikel ini merupakan bagian pertama dari tiga tulisan. 

______________________________________________________________________

 

Oleh T Bachtiar (Redaktur Senior kabaralam.com)

BERDIRI di pinggir Danau Toba, hanya tepian danau terdekatlah yang terlihat. Burung berwarna putih berjajar di tiang penyangga jaring apung di tepian danau, sesekali terbang bila mendengar suara-suara yang mencurigakan.

Inilah danau kaldera terbesar di dunia, dengan luas perairan danaunya 1.130 km2, dengan kedalaman maksimal danau 500 meter, yang dapat menampung air tawar sebanyak 240 km3

Dari Kota Medan, Sumatera Utara, danau yang berukuran 87 x 294 km ini jaraknya 176 km ke arah selatan. Karena ukurannya yang sangat luas, sehingga untuk mendapatkan gambaran bentuk danau yang utuh, haruslah difoto dari pesawat terbang atau dari satelit di angkasa luar.

Perahu-perahu penuh muatan dengan musik dangdut yang keras sekali, tak hentinya hilir-mudik mempertalikan warga di tepian Danau Toba dan Pulau Samosir. Perairan danau menjadi sarana transportasi yang tidak perlu dibeton atau diaspal.

______________________________________________________________________

BACA JUGA: Melepas Elang, Tak Semata Membuka Kandang

______________________________________________________________________

Jalur perahu penyeberangan di perairan Danau Toba itu menghubungkan Ajibata ke Tomok, Ajibata ke Pangururan melalui Ambarita, Balige ke Pangururan melalui Nainggolan dan Mogang, Ajibata ke Nainggolan, dan dari Nainggolan ke Muara. Perahu di Danau Toba perannya sangat penting untuk kelancaran pergerakan penduduk dari satu tempat kegiatan ke tempat kegiatan lainnya.

Penduduk yang bermukim di Kawasan Danau Toba itu tersebar di 443 desa/kelurahan, pada 37 Kecamatan, di 7 Kabupaten, yaitu Kabupaten Samosir, Toba Samosir, Simalungun, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Karo, dan Dairi.

Secara geografis, kawasan Danau Toba terletak di sisi timur rangkaian Bukit Barisan pada titik koordinat 20 21‘ 32‘‘– 20 56‘ 28‘‘ Lintang Utara dan 980 26‘35‘‘ – 990 15‘40‘‘ Bujur Timur. Permukaan danaunya berada pada ketinggian 903 meter dari permukaan laut, dan Daerah Tangkapan Air (DTA) sampai di ketinggian 1.981 m.dpl, dengan total luas Daerah Tangkapan Air (DTA) danau ini mencapai 4.312 km2.

______________________________________________________________________

BACA JUGA: Pemberdayaan yang Mengubah Curiga jadi Partisipasi

______________________________________________________________________

Jalan berliku, dengan jurang yang menganga. Punggung bukit meruncing ditutupi rerumputan dengan jajaran pohon yang renggang. Akhirnya sampai di Desa Tongging, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo.

Di sini sudah ada pelataran untuk melihat air terjun Sipisopiso dari kejauhan. Air terjun yang menghujam setinggi 175 meter itu berada di celah sempit ujung barat laut Danau Toba, layaknya bilah pisau yang tajam mengiris alam.

Namun, bagi pengunjung yang menyukai tantangan petualangan, disediakan jalan sedepa yang melipir meniti tebing yang curam.

Halaman selanjutnya: Dinding Kaldera Toba...

Halaman:  12

BAGIKAN

BERI KOMENTAR