Minggu, 29 November 2020
News & Nature

Mengenal Taman Nasional Gunung Gede Pangrango

Kamis, 5 April 2018

Tempat Si Pohon Raksasa dan Si Pemburu Serangga Ditemukan

pangrango_2.jpg
Facebook/Gunung Gede Pangrango
Penampakan Gunung Gede Pangrango

TAMAN Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) mempunyai peranan penting dalam sejarah konservasi di Indonesia. Ditetapkan sebagai taman nasional pada tahun 1980, dengan luas 22.851,03 hektare, kawasan TNGGP ditutupi hutan hujan tropis pegunungan, hanya berjarak 2 jam (100 km) dari Jakarta. 

Di dalam kawasan hutan TNGGP dapat ditemukan “si pohon raksasa” Rasamala, “si pemburu serangga” atau kantong semar (Nephentes spp); berjenis-jenis anggrek hutan, dan bahkan ada beberapa jenis tumbuhan yang belum dikenal namanya secara ilmiah, seperti jamur yang bercahaya. 

Di samping keunikan tumbuhannya, kawasan TNGGP merupakan habitat berbagai jenis satwa liar, seperti kepik raksasa, sejenis kumbang, lebih dari 100 jenis mamalia seperti kijang, pelanduk, anjing hutan, macan tutul, sigung, dan lain-lain, serta 250 jenis burung. Kawasan ini juga merupakan habitat owa Jawa, surili, lutung dan elang Jawa yang populasinya hampir mendekati punah. 

Sebagai kawasan wisata dan rekreasi, saat akhir pekan dan hari libur, kawasan wisata Cibodas dan Kebun Raya Cibodas akan diramaikan pengunjung yang membeli suvenir dan oleh-oleh berupa sayuran dan buah-buah segar dengan harga terjangkau di pasar wisata di Cibodas.

Iklim

Ada dua iklim yaitu musim kemarau dari bulan Juni sampai Oktober dan musim penghujan dari bulan Nopember ke April. Selama bulan Januari sampai Februari, hujan turun disertai angin yang kencang dan terjadi cukup sering, sehingga berbahaya untuk pendakian. Hujan juga turun ketika musim kemarau, menyebabkan kawasan TNGP memiliki curah hujan rata-rata pertahun 4000 mm.

Rata-rata suhu di Cibodas 23°C, dan puncak tertinggi berada pada 3000 m dpl. Jika anda mendaki, persiapkan diri anda terhadap cuaca dingin karena angin semakin kencang di puncak gunung, dan suhu akan turun sampai 5° C.

Pengelolaan Kawasan

TNGGP merupakan satu dari 5 taman nasional yang dideklarasi oleh Pemerintah Indonesia tahun 1980. Seperti halnya kawasan konservasi lainnya di Indonesia, pengelolaan kawasan TNGP merupakan tanggung jawab Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam, Departemen Kehutanan.

Secara administratif, kawasan TNGP berada di 3 kabupaten (Bogor, Cianjur dan Sukabumi) Propinsi Jawa Barat. Kantor pengelola yaitu Balai Besar TNGGP berada di Cibodas, dan dalam pengelolaannya dibagi menjadi 3 (tiga) Bidang Pengelolaan Taman Nasional Wilayah (Bidang PTN Wil), yaitu Bidang PTN Wil I di Cianjur, SBidang PTN Wil II di Selabintana-Sukabumi, danBidang PTN Wil III di Bogor, dan 6 (enam) Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah (SPTN Wil) dan 22 (dua puluh dua) resort Pengelolaan Taman Nasional Wilayah dengan tugas dan fungsi melindungi dan mengamankan seluruh kawasan TNGGP dalam mewujudkan pelestarian sumberdaya alam menuju pemanfaatan yang berkelanjutan.

Struktur Organisasi Balai Besar Taman Nasional Gn Gede Pangrango  Berdasarkan Peraturan Menteri Kehutanan No.P.03/Menhut-II/2007 tanggal 1 Februari 2007 dan SK BB TNGGP No.SK 95/II-TU/2007 tanggal 28 Desember 2007.

Sumber: gedepangrango.org




BAGIKAN

BERI KOMENTAR