Selasa, 29 September 2020
News & Nature

Keriangan Pagi Padang Sabana Baluran

Selasa, 18 Agustus 2020

Pada mulanya nama geografi Baluran hanya untuk menamai gunung yang kawasannya jauh lebih tinggi daripada kawasan di sekitarnya.

28f75d78-0369-4141-ad74-7d1dad8d7138.jpg
T Bachtiar

Oleh T Bachtiar (Redaktur Senior Kabaralam.com)


 

SUBUH di langit Baluran, bintang-gemintang menyinarkan simbol-simbol irama semesta. Taman Nasional itu belum terang, tapi tidak terlalu gelap. Udara tak bertiup subuh itu, pucuk-pucuk pohon diam tak bergerak walau sedikit. Suara binatang terdengar riang bersahutan.

Banyak suara binatang yang asing di telinga, tapi dalam sekian banyak suara itu ada harmoni. Suara burung yang cerewet, suara rusa yang memekik, lenguh kerbau liar yang bergerombol, dan suara ayam hutan paling nyaring dari semua suara yang datang dari sabana.

Pagi yang lembab di Sabana Bekol. Nama sabana ini diambil dari nama pohon widuri bekol (Zyziphus rotundifolia), pohon yang sangat khas di hamparan padang rumput. Di sisi sabana yang berbatasan dengan hutan, terlihat kerbau liar (Bubalus bubalis) berkelompok merumput. Rusa (Cervus timorensis) memandang curiga ketika ada suara-suara yang diduga mengancam.

Kubangan-kubangan kecil dalam lintasan kerbau di sabana ini mulai ada yang mengering. Burung merak yang terusik, terbang menuju pohon yang rimbun. Keriangan pagi di padang sabana. Semua penghuninya sudah bergerak menyambut pagi.

____________________________________________________________________________________

BACA JUGA: Gerbang Waktu Toraja Utara

____________________________________________________________________________________

Walau masih ada hujan di bulan Juni, namun, Sabana Bekol sudah mengering. Secara keseluruhan warnanya sudah berubah menjadi warna gading, namun masih tersisa rumput yang hijau di sela-selanya. Kawanan kerbau liar dan rusa masih merumput di sana.

“Sabana di Taman Nasional Baluran itu kenampakannya berlainan sesuai dengan musim. Bila menginginkan suasana kering, datanglah pada musim kemarau. Tapi bila menginginkan suasana yang hijau, datanglah pada musim penghujan,” Begitu penjelasan Badruzaman, yang akrab dipanggil Ejen, polisi hutan Taman Nasional. Secara umum, pada bulan April sampai Oktober terjadi musim kemarau, dan pada akhir Oktober sampai awal April terjadi musim hujan. Dengan temperature antara 27,2 - 30,90 C.

Kemeriahan pagi itu dinaungi Gunung Baluran, yang menjadi latar bentang alam sabana, yang sering dijuluki Afrika kecil di Pulau Jawa. Itulah daerah tertinggi di tengah-tengah Taman Nasional. Dari berbagai arah, terlihat hamparan lahan datar yang luas, yang terus meninggi ke arah gunung. Dari arah Selat Bali, bentang alamnya landai mulai dari pantai, lalu menanjak, mencuat tinggi di Gunung Baluran.

Sangat mungkin, karena alasan rona buminya, ada gunung yang terlihat mencuat dari berbagai sisinya, sehingga gunung ini dinamai Baluran. Pada mulanya nama geografi Baluran hanya untuk menamai gunung yang kawasannya jauh lebih tinggi daripada kawasan di sekitarnya.

Halaman selanjutnya: Tempat yang tinggi...

Halaman:  12

BAGIKAN

BERI KOMENTAR