Selasa, 29 September 2020
News & Nature

Keli Mutu, Danau Kawah Tiga Warna

Kamis, 3 September 2020

Keajaiban itu hanya ada di Indonesia, di Flores, di Kabupaten Ende.

25987198-ea6a-4465-86ab-72a32bfd8904.jpg
T Bachtiar
A = Tiwu Ata Bupu, B = Tiwu Ko’o Fai Nuwa Muri, C. Tiwu Ata Polo.

Oleh T Bachtiar (Redaktur Senior kabaralam.com)


 

Bualan-bualan belerang di danau kawah Keli Mutu terlihat seperti yang bergolak, dan puncak gunung laksana membara. Di saat tenang, Keli Mutu dengan tiga danau kawahnya telah memesonakan begitu banyak orang yang sengaja datang dari berbagai belahan dunia.

Menurut warga setempat, seperti yang pernah dialami oleh Wempi, warga Kampung Wologai, pada saat ia berkemah bersama rekannya di tengah hutan karena ada pekerjaan membersihkan jalur lintasan geotrek dari Wologai sampai danau. Konon, menurutnya, kehidupan dunia gaib di danau itu terbalik waktunya dengan apa yang terjadi pada manusia. Justru pada malam hari mereka itu beraktivitas.

Pada saat hening itulah Wempi mendengar suara-suara musik, bahkan suara ambulan, dan suara-suara lainnya yang terdengar semakin nyata. Namun ia sudah terbiasa mendengar suara-suara itu, sehingga tidak merasa takut.

_________________________________________________________________________________________

BACA JUGA: Keli Mutu, Gunung yang Mendidih

_________________________________________________________________________________________

Berada di kawasan Taman Nasional Kelimutu tidak terasa berada di kawasan Nusa Tenggara Timur yang pada umumnya kering. Di sini curah hujannya antara 1.615 - 3.363 mm per tahun. Suhu udara sianghari antara 25,5- 31o C. Musim kemarau terjadi pada bulan Juli sampai Agustus, dan musim penghujan terjadi antara bulan Desember - April.

Keli Mutu itu gunung api aktif dengan danau kawah tiga warna yang sangat khas dan langka. Keajaiban itu hanya ada di Indonesia, di Flores, di Kabupaten Ende. Ketiga kawah itu adalah: Tiwu Ata Bupu, Tiwu Ko’o Fai Muwa Muri, dan Tiwu Ata Polo.

Warna air danau kawahnya berubah-ubah sesuai dengan keaktifan gunungapinya. Misalnya, ketika jumlah belerang meningkat, maka warna yang akan direfleksikan menjadi warna hijau toska, dan bila kemudian belerangnya semakin meningkat, warna air danau akan terlihat putih susu.

Luas ketiga danau kawah itu sekitar 1.050.000 m persegi, dengan volume air ketiga danau kawah 1.292.000 m kubik. Ketinggian dinding kawahnya antara 50-150 m.

Keli Mutu merupakan gunungapi berlapis (gunungapi strato), dibangun oleh endapan piroklastika hasil letusan eksplosif yang menyemburkan berbagai material letusan seperti abu, pasir, kerikil (lapilli), bom gunungapi, dan letusan efusif yang melelerkan lava.

_________________________________________________________________________________________

BACA JUGA: Keriangan Pagi Padang Sabana Baluran

_________________________________________________________________________________________

Menurut Kemmerling (1929), kedalaman Tiwu Ata Bupu - 67 m air kawahnya berwarna biru, Tiwu Ko’o Fai Muwa Muri - 127 m, warna air danau kawahnya kehijau-hijauan, dan Tiwu Ata Polo - 64 m, dengan warna air danau merah. Jumlah air pada saat itu, Tiwu Ata Bupu 345.000 m3, Tiwu Ko’o Fai Muwa Muri 501.000 m3m, dan Tiwu Ata Polo 446.000 m3.

Perubahan warna tiga danau kawah di kompleks Keli Mutu yang paling sering berubah adalah air Tiwu Ata Bupu, seperti dari putih susu ke hijau ke biru-hijau ke hijau telur asin, ke biru muda, ke kopi susu, ke hijau muda, ke hitam, ke coklat tua….

Halaman selanjunya: Kaldera raksasa...

Halaman:  12

BAGIKAN

BERI KOMENTAR