Minggu, 29 November 2020
News & Nature

Gunung Cereme dan Matahari yang Datang Terlambat

Selasa, 22 September 2020

Setelah kegiatan vulkanik Gunung Gegerhalang, disusul oleh kegiatan Gunung Cereme, yang tumbuh di sisi utara Kaldera Gegerhalang

63ae980c-3899-43f1-835c-8afbfac6e669.jpg
T Bachtiar

 

Karakter letusan Gunung Cereme adalah letusan eksplosif, tapi relatif jarang terjadi. Kegiatan gunung apinya dimulai dari kegiatan Gunung Putri, sebagai generasi pertama, kemudian kegiatan vulkaniknya bergeser membangun Gunung Gegerhalang, sebagai generasi kedua, baru kegiatan Gunung Cereme sebagai gunung api generasi ketiga hingga saat ini. Kegiatan Gunung Putri menghasilkan aliran lava, sedangkan kegiatan Gunung Gegerhalang menghasilkan aliran lava, awan panas, jatuhan piroklastik, dan membentuk kaldera, yaitu Kaldera Gegerhalang, yang ukurannya 4,5 x 5 km.

Deposit longsor gunung api dalam jumlah yang banyak ke sebelah utara, sangat mungkin terkait dengan proses pembentukan kaldera. Runtuhnya dinding gunung tersebut disebabkan oleh letusan eksplosif yang besar (Newhall dan Dzurisin, 1988).

_______________________________________________________________________________________________

BACA JUGA: "Gelenggeng" Gunung Galunggung

_______________________________________________________________________________________________

Setelah kegiatan vulkanik Gunung Gegerhalang, disusul oleh kegiatan Gunung Cereme, yang tumbuh di sisi utara Kaldera Gegerhalang. Letusan Gunung Cereme menghasilkan aliran lava, endapan awan panas, jatuhan piroklastika, dan endapan lahar yang menyebar di kaki Gunung Cireme sebelah timur.

Air meteorik yang jatuh di seluruh tubuh gunung ini akan meresap dengan baik, karena tutupan di tubuh gunungnya masih baik. Air bersih yang segar akan keluar dengan teratur di mata air.

Pengaturan air yang bersumber dari gunung ini, harus dikelola dengan sangat baik untuk sebasar-besarnya kemakmuran rakyat. Air yang bersumber dari mataair ini harusnya dikelola secara sehat oleh otoritas Negara agar masyarakat dan industri sesedikit mungkin memanfaatkan air tanah yang terus menipis cadangannya.

Pesona alam di sekeliling Gunung Cereme kini dikelola menjadi daerah tujuan wisata alam, seperti kolam renang dan kolam ikan kancra (ikan dewa) di daerah Cigugur, Kuningan. Di Palutungan terdapat lapangan perkemahan, dan menjadi gerbang masuk menuju puncak gunung, dengan rona buminya yang indah. Di Linggajati yang sejuk, terdapat gedung bersejarah tempat perundingan Linggarjati.*

 

Halaman:  12

BAGIKAN

BERI KOMENTAR