Jumat, 23 Juli 2021
News & Nature

Galeri Rumah Adat Lio di Kelimutu

Rabu, 9 Desember 2020

Suku Lio adalah suku yang hidup di sekitar kawasan Taman Nasional Kelimutu.

7eef6aa3-6e81-454b-ae1c-27dfa1c0285a.jpg

 

BERKUNJUNG ke Taman Nasional Kelimutu tidak akan membosankan. Kali ini, sudah tersedia obyek wisata baru yaitu Galeri Rumah Adat Suku Lio, suku yang hidup di sekitar kawasan Taman Nasional Kelimutu.

Di dalam galeri rumah adat ini kita bisa belajar banyak hal, mulai dari ruang-ruang yang ada di dalamnya hingga contoh-contoh peralatan yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat suku Lio.


 

BACA JUGA: Ayam Hutan Hijau Berkeliaran Bebas di TN Kelimutu

 


Terdapat peralatan masak, tempat-tempat penyimpanan bahan makanan, dan alat berburu yaitu panah dan tombak. Sebagian peralatan tesebut terbuat dari tanah liat, dan sebagian lagi terbuat dari kayu, bambu, dan tempurung kelapa. Ada juga yang terbuat dari anyaman daun pandan duri.

Selain itu, juga bisa disaksikan contoh pakaian adat pria dan wanita suku Lio yang dipajang di ruang tamu (koja ndawa), juga peralatan yang digunakan untuk menenun. Selama berada di Museum Rumah Adat Lio ini, sobat tidak diperbolehkan untuk merokok karena rumah ini terbuat dari bahan-bahan yang mudah terbakar.

Sebelumnya, pihak Taman Nasional mengembangkan budi daya edelweis di desa penyangga. Di wilayah pegunungan Taman Nasional Kelimutu juga tumbuh bunga Edelweis. Edelweis yang tumbuh di Kelimutu adalah jenis Anaphalis longifolia yang merupakan perdu kecil dengan tinggi berkisar 70 cm.

Edelweis tumbuh di daerah terbuka seputaran kawasan pegunungan di Jawa sampai Nusa Tenggara. Bunga cantik ini biasa dilambangkan sebagai simbol cinta abadi (deep love and devotion). Tumbuhan yang dilindungi ini saat ini sedang dikembangkan sebagai plasma nutfah dan dibudidayakan di desa penyangga oleh Balai TN Kelimutu.*

 

 



BAGIKAN

BERI KOMENTAR