Jumat, 27 November 2020
News & Nature

Di Ujungkulon, Bos Javanicus Merumput

Rabu, 1 Juli 2020

Di tengah hutan hujan tropis, belajar ilmu hayati menjadi sangat menarik. Di dalam kelas, hutan hujan tropis dan isinya ditayangkan dalam foto-foto

0dba1399-a02c-4c4d-bab0-4eefc47831e8.jpg
T Bachtiar

Di pagi buta, dari dermaga Pulau Peucang atau sedikit menyusuri pantainya ke arah timur, dapat menyaksikan matahari terbit. Dari sini dapat menjadi saksi pergantian malam menjadi siang. Yang semula gelap itu secara perlahan langit berubah warna menjadi warna-warna kuning kemerahan. Gumpalan mega-mega semua berubah warna. 

Biawak berjalan tak terganggu oleh rusa-rusa yang memakan pucuk-pucuk pohon yang doyong ke laut. Awak perahu gesit berbenah, sebentar lagi perahunya akan berangkat menyebrangi laut.

Berperahu dari dermaga Pulau Peucang menuju padang penggembalaan Cidahon hanya beberapa menit saja. Dari dermaga berjalan beberapa menit di jalan setapak di pinggir rawa yang banyak ditumbuhi dahon atau nipah (Nypa fruticans).

___________________________________________________________________________

BACA JUGA: Dari Harimau sampai Tapir, Ini Hasil Camera Trap

___________________________________________________________________________

Karena rawa itu banyak ditumbuhi dahon, maka kawasan ini dinamai Cidahon. Di sini terdapat padang penggembalaan 200 x 260 m, khususnya untuk banteng (Bos javanicus) merumput di pagi hari.

Di padang penggembalaan Cidahon, kita dapat mengamati dan memotret kawanan banteng yang sedang merumput di batas hutan. Padang penggembalaan Cidahon merupakan bagian kecil dari dataran berukuran 1,5 x 6 km, yang di sisi barat dan timurnya dibatasi oleh dinding setinggi antara 60-80 meter, yang di kaki tebingnya mengalir sungai. 

T Bachtiar

Mengamati kawanan banteng yang sedang merumput sebaiknya dilakukan dengan senyap, bahkan seharusnya kehadiran manusia di sana tidak dirasakan oleh banteng. Bukan tidak boleh berswa foto, namun sebaiknya dilakukan dengan tidak menimbulkan kegaduhan yang dapat menggangu kenyamanan binatang yang ada di sana.

Di sana sudah dibangun menara pengintai, yang dapat dengan jelas mengamati perilaku sekawanan banteng yang sedang merumput. Hanya satu atau dua jam kawanan banteng itu merumput. Setelah itu mereka tak terlihat lagi, masuk kembali ke dalam hutan.*

Bersambung: Menyusuri Arus Ci Genter 

 

Halaman:  12

BAGIKAN

BERI KOMENTAR