Minggu, 6 Desember 2020
News & Nature

Danau Tempe dan Rumah Berputar Sesuai Arah Angin

Kamis, 22 Oktober 2020

Kalampang ini dibangun dengan upacara ritual yang dilakukan secara turun temurun

af326bec-d6ee-4d14-8682-8f58e76eee38.jpg
T Bachtiar

 

Oleh: T Bachtiar (Redaktur Senior kabaralam.com)

 


 

SORE di Kota Sengkang, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Masih sekitar 7 km lagi untuk sampai di Danau Tempe yang terletak di Kecamatan Tempe. Tiga puluh menit berperahu di Salo Walanae, terlihat eceng gondok yang hanyut dari Danau Tempe. Pemandu sekaligus pengemudi perahu mengingatkan, jangan mencelupkan tangan ke air sungai, karena air sungainya sudah tercemar limbah rumah tangga.

Di pinggir sungai sudah didirikan rumah, pom bensin, warung, dan dermaga kecil untuk bongkar-muat barang dan menaikkan penumpang. Setelah melaju di lajur sempit yang dibatasi tumbuhan air dan eceng gondok, akhirnya sampai di perkampungan terapung. Burung belibis dan aneka jenis burung migran lainnya melayang-layang di udara Danau Tempe.


 

BACA JUGA: Lorong-Lorong Bumi di Sawahlunto

 


 

Tempe untuk nama danau alami ini, ternyata bukan diambil dari tempe, jenis makanan yang terbuat dari kacang kedele yang difermentasi, tapi berasal dari kata timpai, yang berarti tempat untuk mengambil air. Kata yang mencerminkan adanya hubungan manusia dengan air, seperti timpai di Danau Tempe, juga ada nama geografi Muaratimpeh di Palembang, dan di Jawa Barat ada kosa kata tampian, tempat untuk mandi dan mencuci di pinggir sungai atau kolam.

Setelah lorong hijau itu terlewati, perahu menembus eceng gondok yang mengelilingi salah satu rumah terapung (kalampang), rumah tanpa tiang, bagian bawahnya disangga rakit bambu, sehingga rumah-rumah itu dapat mengapung, turun naik sesuai paras air danau. Penghuninya sudah beradaptasi dengan lingkungan air dan iklim selama puluhan tahun, sehingga tercipta hunian yang fungsional.

Di perkampungan terapung itu terdapat beberapa rumah. Kegiatan sehari-hari penghuninya dilakukan di atas air. Di rumah terapung itu mereka memperbaiki jaring, bubu, dan alat tangkap ikan lainnya, memasak, mandi, semuanya dilakukan di atas rumah terapung. Rumahnya berdinding bambu dan kayu. Kamar kecilnya terletak di bagian belakang rumah atau di ujung rakit. Ke danau inilah semua limbah rumah tangga dibuang, sekaligus danau itu menjadi sumber air untuk kebutuhan mencuci dan mandi. Di rumah terapung itu pula, penghuninya ada yang memelihara ayam dan kucing.

Halaman berikutnya: Ritual membangun kalampang...

Halaman:  12

BAGIKAN

BERI KOMENTAR