Jumat, 3 Juli 2020
News & Nature

Bloking TWA Pulau Burung dan Pulau Suwangi Dibahas

Kamis, 23 Januari 2020

Dihadiri BKSDA Kalimantan Selatan

kalimantan-selatan.jpg
ksdae.menlhk.go.id
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Selatan memenuhi undangan Direktorat Pemolaan dan Informasi Konservasi Alam (PIKA) untuk mengikuti Rapat Pembahasan dan Penilaian Dokumen Blok Pengelolaan Taman Wisata Alam (TWA) Pulau Burung dan Pulau Suwangi. Rapat diselenggarakan di Ruang  Rapat Ditjen KSDAE – Ruang Komodo A, Bogor, 20 Januari 2020

Bogor -- Mengawali tahun 2020, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Selatan memenuhi undangan Direktorat Pemolaan dan Informasi Konservasi Alam (PIKA) untuk mengikuti Rapat Pembahasan dan Penilaian Dokumen Blok Pengelolaan Taman Wisata Alam (TWA) Pulau Burung dan Pulau Suwangi. Rapat diselenggarakan di Ruang  Rapat Ditjen KSDAE – Ruang Komodo A, Bogor, 20 Januari 2020.

Direktur Pemolaan dan Informasi Konservasi Alam yang diwakili oleh Kasubdit Penataan Kawasan Konservasi Direktorat PIKA Ir. Ary Sri Lestari, MM dalam sambutan dan pembukaan menerangkan, rapat pembahasan dan penilaian ini merupakan pelaksanaan amanat P.76/MENLHK-SETJEN/2015 dalam rangka penilaian dokumen rancangan blok pengelolaan TWA Pulau Burung dan Pulau Suwangi yang telah disusun BKSDA Kalimantan Selatan, yang meliputi penilaian terhadap kelengkapan dan kesesuaian aspek administratif dan substansi penataan blok pengelolaan untuk selanjutnya dapat disahkan oleh Dirjen KSDAE.

Baca Juga: Konsultasi Publik TWA Pulau Burung dan Suwangi

Dalam presentasinya, Kepala BKSDA Kalimantan Selatan, Dr. Mahrus Aryadi memaparkan beberapa poin penting antara lain, TWA Pulau Burung dan Pulau Suwangi dulunya merupakan bagian dari Cagar Alam Teluk Kelumpang, Selat Laut,  dan Selat Sebuku yang kemudian berubah fungsi menjadi Taman Wisata Alam (pada bagian Pulau Burung dan Pulau Suwangi seluas ± 1.239 Ha) berdasarkan Keputusan Menteri LHK Nomor. SK. 652/MENLHK/SETJEN/PLA.2/8/2019 tanggal 30 Agustus 2019. 

Lebih lanjut dijelaskan, dalam pembagian blok pengelolaan ini selain potensi flora dan fauna yang ada juga memperhatikan kondisi sosial ekonomi dan budaya masyarakat yang ada di TWA Pulau Burung dan Pulau Suwangi. Dalam kesimpulannya, Mahrus menjelaskan, TWA Pulau Burung dan Pulau Suwangi dibagi menjadi 5 blok pengelolaan yaitu, Blok Perlindungan seluas 731,91 Ha, Blok Pemanfaatan seluas 55,78 Ha, Blok Tradisional seluas 366,63 Ha, Blok Rehabilitasi seluas 45,05 Ha, dan Blok Khusus seluas 39,63 Ha.

Beberapa saran dan masukan dari peserta rapat dalam rangka perbaikan dokumen antara lain beberapa substansi materi masih harus disesuaikan dengan Peraturan Direktorat Jenderal No: P.11/KSDAE/SET/KSA.0/9/2016 tentang Petunjuk Teknis Penyusunan Rancangan Zona Pengelolaan atau Blok Pengelolaan KSA dan KPA, perlu mamasukkan data maksimal tentang keberadaan flora dan fauna. 
Masukan lainnya adalah perbaikan dalam menyajikan layout peta serta perbaikan pada beberapa bagian redaksi penulisan. Diakhir rapat, Kepala Balai KSDA Kalimantan Selatan, Dr. Ir. Mahrus Aryadi, M. Sc menyampaikan banyak terima kasih kepada peserta rapat atas masukan dan perbaikan yang diberikan untuk kemudian akan ditindaklanjuti dengan perbaikan terhadap dokumen yang telah disusun sesuai hasil diskusi dan masukan para peserta rapat.



BAGIKAN

BERI KOMENTAR