Kamis, 26 November 2020
News & Nature

Baluran, Sabana di Ujung Timur Pulau Jawa

Rabu, 26 Agustus 2020

Dari atas batu yang bertumpuk ini, akan terlihat nyata, bagaimana akasia berduri sudah mengambil alih sabana yang sangat luas,

c974654b-f8ad-4a33-b183-ec0c1cf9da5f.jpg
T Bachtiar

 

Oleh T Bachtiar (redaktur senior kabaralam.com)

 


 

Pada masa lalu, Gunung Baluran dengan tinggi +1.247 m dpl, pernah meletus dengan bukaan ke arah timurlaut, sehingga dinding gunung di bagian itu hancur membentuk lembah yang lebar. Secara administratif, Gunung Baluran termasuk Kabupaten Situbondo, Provinsi Jawa Timur. Bom gunungapi sebesar sepatu orang dewasa, yang dihamburkan saat letusan, tersebar ke berbagai arah, terdapat di Sabana Bekol dengan jumlah yang banyak.

Tanah di taman Nasional Baluran berasal dari material letusan gunungapi yang subur dan kaya mineral, sehingga setengah dari luas dataran rendahnya berupa tanah hitam yang liat, namun tidak mampu menyimpan air dengan baik, serta bersifat kembang susut yang tinggi dan merekah pada musim kemarau. Kawasan inilah yang ditumbuhi rumput membentuk sabana.

Kekhasan Taman nasional Baluran karena memiliki sabana alami yang luas, sekitar 10.000 Ha, yang terdiri dari savana datar seluas 1.500 - 2.000 Ha yang terdapat di bagian tenggara, yaitu Sabana Bekol dan Semiang, serta luas sabana datar sampai bergelombang seluas 8.000 Ha, yaitu: Sabana Balanan, Kramat, Talpat, Labuhanmerak, Airtawar, dan Karangtekok.

_________________________________________________________________________________

BACA JUGA: Keriangan Pagi Padang Sabana Baluran

_________________________________________________________________________________

Di Sabana Bekol, juga di tempat lainnya, tersebar bongkah-bongkah batu berongga di mana-mana. Itulah bom gunung api yang rata-rata sebesar papaya. Bongkah batu itu berasal dari lontaran-lontaran saat Gunung Baluran meletus pada masa lalu.

Gunung api purba ini pernah meletus beberapa periode letusan dengan bukaan letusan ke arah timurlaut. Bahan-bahan dari letusan gunung api purba ini membentuk keadaan bentang lahan kawasan di sekelilingnya, bahkan, bahan vulkanik tua itu cukup mendominasi seluruh kawasan.  

Di TN Baluran terdapat dua sungai, yaitu Kali Bajulmati dan Kali Klokoran yang bermuara di pantai utara dan timur Pulau Jawa. Mata air bermunculan di pantai, seperti di Kelor, Popongan, Bama, Mesigit, di kaki bukit Talpat, di ujung pantai terdapat di Teluk Airtawar, dan di laut terdapat di Tanjung Sedano. Mata air ini sesungguhnya dapat dimanfaatkan untuk pasokan air ke sabana, terutama saat musim kemarau.

Petang di sekitar Sabana Bekol, gerombolan rusa yang sedang merumput di bawah pepohonan, memandang penuh curiga saat wisatawan memotretnya. Demikian juga rombongan kerbau liar yang melintas sabana menuju “pulang” sambil merumput, berdiri siaga ketika ada yang sedikit mendekat untuk memotret. Lenguh kerbau liar yang saling menimpali, mengabarkan adanya ancaman.

Dari jalan berbatu yang membelah sabana antara Resort Bekol dan Resort Bama, wisatawan asyik merekam peralihan dari petang ke malam. Pohon-pohon dan Gunung Baluran tampak membayang hitam dengan latar langit yang jingga keabuan.

Halaman selanjutnya: Padang rumput semakin menciut...

Halaman:  12

BAGIKAN

BERI KOMENTAR