Jumat, 23 Oktober 2020
News & Nature

Pemberdayaan yang Mengubah Curiga jadi Partisipasi

Selasa, 14 Juli 2020

Kisah mendampingi Kelompok Jasa Wisata Perahu Getek Susur Sungai “Maju Mandiri” Kereng Bangkirai, Taman Nasional Sebangau

Tatang Suwardi S.Hut Tatang Suwardi S.Hut Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) Muda Taman Nasional Sebangau 20180519-091950.jpg
Dok. Tatang Suwardi

CERITA ini dimulai pada Februari 2016, awal mula mendapat kepercayaan sebagai Kepala Resort Sebangau Hulu Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I. Sebelumnya penulis bertugas di kantor Balai Taman Nasional Sebangau sebagai koordinator pemetaan dan perlindungan, selama kurang lebih tiga tahun (2013–2015).   

Bergabung dengan Taman Nasional Sebangau sebenarnya sudah sejak 2007 dengan penugasan pertama di kantor balai selanjutnya ke SPTN Wilayah II, SPTN Wilayah I, dan Resort Habaring Hurung Wilayah I, sebelum kembali ke kantor balai sebagai koordinator pemetaan dan perlindungan. 

Meskipun penempatan tugas di Balai, SPTN I dan SPTN II, untuk tugas lapangan semua wilayah resort TN Sebangau pernah dikunjungi. Dari pengalaman bertugas di lapangan diperoleh gambaran situasi dan kondisi dari kawasan TN Sebangau dan sekitarnya seperti potensi, ancaman/tantangan dan peluang untuk pengelolaan TN Sebangau.

___________________________________________________________________________

BACA JUGA: Daulat Bambu di Tanah Sa’o

___________________________________________________________________________

Melihat potensi dan peluang yang dapat dikembangkan terutama untuk fungsi pemanfaatan dan solusi mengurangi ancaman terhadap kawasan sekaligus kegiatan pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan, terpikirkan satu lokasi yang sangat potensial untuk dikembangkan pemanfatannya sebagai obyek daya tarik wisata alam (ODTWA) yaitu Resort Sebangau Hulu. 

Resort  Sebangau Hulu merupakan wilayah yang paling dekat dan mudah dijangkau dari Kota Palangka Raya, ibukota Provinsi Kalimantan Tengah sehingga peluang untuk pengembangan ekowisatanya sangat besar. Selain itu, terdapat masukan dari salah satu pemilik agen tour ekowisata pada saat kegiatan workshop yang dilanjutkan dengan diskusi informal.

TN Sebangau bukan potensi lagi melainkan sudah menjadi obyek ekowisata.  Selama periode 2007 – 2015 jumlah pengunjung TNS sebagian besar adalah tamu resmi dari kantor atau tamu mitra (WWF) atau bukan wisatawan. Muncul keinginan untuk mengembangkan kegiatan ekowisata di Resort Sebangau Hulu. Atas dukungan Kepala Balai, selanjutnya kepercayaan diberikan untuk  mendapat tugas di Resort Sebangau Hulu.

Pada awal pengelolaan ekowisata yaitu periode tahun 2016 belum melibatkan masyarakat Kereng Bangkirai untuk pelayanan transportasi dan kepemanduannya. Hal ini dilakukan  karena masih adanya kekhawatiran belum siapnya prosedur operasional standar terutama pelayanan transportasi air yang memiliki resiko yang tinggi meskipun masyarakat sekitarnya sudah sering dilibatkan dalam kegiatan lapangan baik sebagai tenaga harian maupun disewa klotoknya.

___________________________________________________________________________

BACA JUGA: Berburu Api Biru di Kawah Gunung Ijen

___________________________________________________________________________

Selain itu juga jumlah kunjungan wisatawan tahun 2016 masih rendah yaitu 67 orang untuk WNA dan 92 orang untuk WNI.  Selain melaksanakan tugas utama yaitu perlindungan dan pengamanan kawasan dan tugas tenis lainnya di periode awal  pengelolaan ekowisata masih dilakukan bersama rekan kerja Resort Sebangau Hulu dan staf SPTN Wilayah I yang bersama-sama belajar melayani wisatawan.

Demikian juga kegiatan atraksi wisata seperti treking di hutan masih dipandu sendiri bersama tenaga lapangan Resort Sebangau Hulu dan staf SPTN I.

Kami beranggapan bahwa dengan adanya kegiatan ekowisata  juga sangat membantu intensitas kami ke lapangan. Seperti diketahui ongkos perjalanan ke kawasan melalui sungai membutuhkan biaya besar sementara anggaran untuk kegiatan patroli perlindungan dan pengamanan kawasan terbatas.     

halaman selanjutnya: Belajar kelola wisata...

Halaman:  123456

BAGIKAN

BERI KOMENTAR