Jumat, 23 Oktober 2020
News & Nature

Menakar Sitrun untuk Bahan Perekat Panel Kayu

Senin, 31 Agustus 2020

Jenis asam dalam buah lemon berpotensi sebagai bahan perekat alami produk panel kayu yang sehat dan ramah lingkungan

Dr. Agus Wahyudi Dr. Agus Wahyudi Peneliti muda BP2TSTH Kuok kay1.jpg
www. sehatq.com
Buah lemon dan sitrun (asam sitrat)

PANEL kayu adalah papan tiruan dengan komponen penyusun utama dari elemen kayu seperti vinir, strand, flakes, particle, dan fibers yang disatukan dengan menggunakan perekat. Panel kayu terdiri beberapa jenis produk, seperti plywood (kayu lapis), particleboard (papan partikel), dan fibreboard (papan serat). Produk panel kayu dalam kehidupan sehari-hari digunakan untuk bahan baku dalam pembuatan perlengkapan rumah tangga dan/atau mebel sebagai subsitusi kayu solid yang mulai terbatas ketersediaannya di pasaran.

Dalam pembuatan papan panel, diperlukan bahan perekat untuk menyatukan lapisan vinir, serat atau partikel untuk menjadi produk akhir panel kayu yang menyerupai kayu solid. Penggunaan perekat sintetis di dalam proses pembuatan panel kayu masih mendominasi produk panel kayu yang ada di pasaran karena ekonomis dan mudah diperoleh.

____________________________________________________________________________________________

BACA JUGA: Perekat Tanin vs Sick Building Syndrome

____________________________________________________________________________________________

Sebagian besar perekat sintetis yang digunakan dalam pembuatan panel kayu adalah perekat berbasis formaldehida, sehingga produk panel kayu tersebut potensial menimbulkan emisi formaldehida selama proses pembuatan dan penggunaannya. Produk panel kayu yang menggunakan perekat berbasis formaldehida dapat mengeluarkan emisi formaldehida ke udara bebas selama tujuh tahun lamanya.

Menurut hasil penelitian Roffael tahun 1993 dan International Agency for Research on Cancer (IARC) senyawa formaldehida dapat menyebabkan kanker nasofaring pada manusia, iritasi pada mata dan kerongkongan serta gangguan pernapasan. Selain itu, perekat sintetis yang populer dewasa ini, seperti urea formaldehida, fenol formaldehida, melamin formaldehida dan isosianat merupakan perekat yang menggunakan bahan baku turunan minyak bumi sehingga tidak ramah terhadap lingkungan dan tidak dapat diperbaharui.

 Produk-produk papan panel kayu / Doc. APKINDO

Ada banyak cara untuk mengurangi emisi formaldehida dari produk panel kayu. Salah satu caranya dengan menggunaan bahan perekat alami. Banyak penelitian sudah dilakukan untuk menemukan bahan perekat alami yang ramah lingkungan dan aman bagi kesehatan manusia, seperti tannin, protein, starch dan asam polikarboksilat sepeti asam sitrat atau sitrun.

Sitrun atau asam sitrat adalah asam organik lemah yang ditemukan dalam buah-buahan dari genus jeruk-jerukan, seperti pada buah lemon dan jeruk nipis yang mana kadarnya mencapai 8% dari bobot keringnya. Senyawa inilah yang memberikan rasa asam dalam buah-buahan tersebut. Awal mulanya, asam ini ditemukan dari buah lemon dan buah mentah lainnya oleh Abu Musa Jabir ibn Hayyan atau yang dikenal dengan nama Geber, ilmuwan kimia muslim pada abad 8.

____________________________________________________________________________________________

BACA JUGA: Nanoselulosa untuk Uji Cepat Covid-19

____________________________________________________________________________________________

Pada 1923, asam sitrat kemudian diproduksi dalam skala komersial dengan metode Currie-Thom fermentation oleh James Currie dan Charles Thom. Dalam skala industri, asam sitrun dihasilkan dari fermentasi gula menggunakan bantuan jamur Aspergillus niger. Rasa asam pada asam sitrat membuat bahan ini sering dicampurkan sebagai perisa maupun sebagai bahan pengawet, seperti dalam produk soft drink dan permen. Asam sitrat juga digunakan sebagai pengawet obat dan disinfektan.

Struktur kimia sitrun (asam  sitrat) pada buah lemon/www.ck12.org

Halaman selanjutnya: mekanisme ikatan...

Halaman:  12

BAGIKAN

BERI KOMENTAR