Rabu, 27 Oktober 2021
News & Nature

Jendela Hutan Arboretum Kuok

Jumat, 5 Maret 2021

Keberadaan arboretum BP2TSTH akan menjadi rumah baru bagi cakrawala keilmuan insan litbang.

Hery Kurniawan S.Hut, M.Sc Hery Kurniawan S.Hut, M.Sc Peneliti Madya BP2TSTH 7fe5fa63-d2f6-45ff-85c1-25413fe36e5a.jpg
Dok. BP2TSTH

Arboretum, kata yang tak asing lagi di telinga kita, namun masih banyak yang tak tahu artinya. Arboretum berasal dari bahasa latin yakni arbor yang berarti pohon dan retum yang berarti tempat. Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, arboretum merupakan tempat berbagai tumbuhan ditanam dan dikembangbiakkan untuk kepentingan penelitian atau pendidikan. 

Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Serat Tanaman Hutan (BP2TSTH) yang merupakan salah satu satuan kerja Badan Litbang dan Inovasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BLI KLHK). Institusi ini berada di Kuok, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau dengan peran sebagai motor penggerak kegiatan kelitbangan di daerah.  

Pada awal berdirinya institusi dengan luasan sekitar 9 hektare mengalokasikan sekitar 40%-nya untuk tutupan lahan bervegetasi. Keberadaan arboretum ini ditujukan untuk kepentingan litbang dan pendidikan. Dalam perkembangannya, arboretum BP2TSTH Kuok, bukan saja menjalankan peran tersebut, melainkan menjalankan fungsi lingkungan dan wisata ilmiah. 


 

BACA JUGA: Mewujudkan Hutan Indonesia jadi Sumber Obat Dunia

 


Arboretum BP2TSTH yang mulai dibangun pada tahun 1989 seluas 7,6 ha. Komposisinya menyatu dengan lingkungan kantor dan komplek perumahan pegawai. Pengelolaan arboretum dilakukan secara zonasi. Pembagian blok agar dilakukan agar masing-masing blok memliki kekhasan tanaman tertentu. Misalnya saja, blok A seluas 0,78 ha merupakan koleksi tanaman family Dipterocarpaceae, blok B seluas 0,69 ha koleksi tanaman family Leguminosae, Myrtaceae dan Thymelaceae, dan Blok C seluas 1,94 ha didominasi oleh tanaman family Araucariaceae, Bombaceae, Leguminoceae, Myrtaceae dan kelompok jenis tanaman serat. 

Pada awalnya sebagian besar arboretum ini sebelumnya merupakan lahan kosong yang ditumbuhi alang-alang dan semak belukar. Seiring dengan berjalannya kegiatan maka lambat laun lahan tersebut telah berubah menjadi hutan yang secara ekologi merupakan suksesi sekunder dengan berbagai jenis floranya. Bukan hanya flora yang menghuni arboretum BP2TSTH Kuok, namun berbagai jenis fauna juga acapkali mampir maupun menjadikannya sebagai tempat berkembang biak.

Berbagai jenis burung seperti tekukur (Geopelia striata), burung hantu (Bubo sumatranus), gagak (Corvus sp.), kutilang (Pycnonotus aurigaster) dan jenis-jenis burung lainnya. Monyet kacamata (Presbytis femoralis) dan beruk (Macaca sp.) juga seringkali terlihat di dalam arboretum mencari makanan dan bernaung di dalam kawasan miniatur hutan ini. 

Keberadaan arboretum BP2TSTH Kuok, tak hanya memberi manfaat untuk berbagai jenis flora dan fauna, namun juga mendatangkan beragam manfaat untuk manusia khususnya masyarakat yang tinggal di sekitar arboretum BP2TSTH Kuok. Manfaat lingkungan seperti kesejukan, kerindangan, tata air dan estetika lingkungan merupakan manfaat yang tak terbantahkan lagi. Manfaat wisata saat ini mulai terasa dengan semakin “bersoleknya” lingkungan kantor dan arboretum dengan berbagai fasilitas dan sarana yang ada. 

Saat ini melalui program revitalisasi arboretum yang mengusung skema wisata ilmiah dan pendidikan lingkungan dilengkapi dengan sarana pendukungnya. Arboretum BP2TSTH saat ini dilengkapi dengan taman diskusi selulosa, taman budidaya lebah tanpa sengat (eco edu be farm), taman lebah bersengat (eco bee park), gazebo/dangu inspirasi dan dangu apung.

Halaman berikutnya: spot ikonik dan instragamable...

 

Keberadaan spot-spot ini selain ikonik dan instagramable menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang telah berkunjung maupun belum mengenal tempat ini. Ingin tahu lebih detail mengenai spot pendukung wisata ilmiah, silahkan simak uraian dibawah ini. 

Eco bee park

Taman lebah ini dibangun melalui kerjasama dengan CSR Bank BNI 46 yang menginterpretasikan jenis lebah peghasil madu dari jenis bersengat maupun tanpa sengat. Setiap koleksi koloni lebah dilengkapi dengan barcode yang menginformasikan mengenai taksonomi, sebaran hingga potensi pemanfaatannya. Spot ini menjadi menarik karena dikemas dalam skema diseminasi yang mana mengkombinasikan antara koloni lebah, pakan serta informasi digital lainnya.

Taman ini sangat cocok untuk edukasi, konservasi, dan penunjang kegiatan litbang untuk pengunjung mulai dari teknik budidaya, pemanenan, sampai dengan diverifikasi produk perlebahan. Bahkan pengunjung bisa melakukan panen/mencicipi madu langsung dari sarangnya yang menjadi koleksi Litbang Kuok.

Eco edu bee farm (Taman Trigona)

Taman ini mengkombinasikan antara taman bunga sebagai sumber pakan lebah dan koleksi jenis-jenis lebah tanpa sengat (Trigona spp) khusus species Pulau Sumatera. Pada spot ini, pengunjung akan memperoleh informasi mengenai koleksi beberapa jenis trigona yang berpotensi menghasilkan madu dari Pulau Sumatera. Saat ini telah tersedia 8 dari 18 jenis yang secara bertahap akan dikumpulkan. Dari Taman Trigona ini sudah dilakukan pengolahan diverfikasi produk perlebahan mulai dari berbagai jens madu dan produk turunan lainnya antara lain bee pollen, sabun madu, pomed madu, salep madu, sabun propolis, propolis cair, dan ekstrak propolis yang dipamerkan pada galeri inovasi di loby utama.

Taman diskusi selulosa

Taman ini merupakan sarana perkumpulan massal di ruang terbuka. Spot ini biasanya digunakan untuk rapat outdoor dan atau seminar yang berkonsep menyatu dengan alam. Pembangunanya didominasi material kayu yang memanfaatkan limbah pemeliharaan blok-blok yang ada di arboretum. 

Dangu inspirasi dan dangu apung

Spot ini dapat dijadikan ruang kerja terbuka ketika kita jenuh dengan lingkungan ruang kerja uang monoton. Keberadaanya di atas kolam ikan semakin menambah kental nuansa alami sehingga meningkatkan konsentrasi. Melalui spot ini pengunjung juga dapat menikmati pemandangan beberapa vegetasi yang ada di arboretum sembari menghirup segarnya oksigen yang dihasilkan oleh pepohonan. 

Tracking arboretum

Tracking merupakan jalan setapak yang diperuntukkan bagi pejalan kaki ataupun pesepeda yang ingin merasakan dan menikmati komposisi tegakan arboretum dalam skala luas. Pengunjung akan disuguhkan pemandangan koleksi beragam jenis koleks pohon yang ada. Berjalan di tracking ini acapkali dimanfaatkan untuk sarana pendidikan lingkungan hingga olahraga.

Demplot kayu putih

Demplot ini merupakan area interpretasi pengembangan kelitbangan dari hulu hingga ke hilir. Demplot yang ada berperan sebagai pemasok bahan baku untuk menghasilkan minyak kayu putih. Pengolahan dilakukan di laboratorium melalui metode penyulingan sehingga menghasilkan produk. Minyak kayu putih yang merupakan hasil hutan bukan kayu ini dihasilkan dari kegiatan penelitian pemuliaan pohon.

Demplot geronggang

Demplot ini merupakan show window kegiatan budidaya jenis alternatif penghasil serat. Pembangunan beberapa demplot di arboretum ditujukan untuk mengaktualisasikan hasil riset agar nampak lebih menarik, atraktif, dan mudah dijangkau oleh para pengguna, karena semua wahana hasil riset bisa dilihat langsung di area kantor. Jenis ini dipilih karena mempunyai potensi multi manfaat bedasarkan kajian yang telah dilakukan sehingga pengunjung akan mudah mengenalnya. 

Digitalisasi informasi pohon Sikepo (Sistem Kenal Pohon)

Aplikasi ini merupakan implementasi digitalisasi database arboretum yang memuat 119 jenis pohon. Keberadaannya merefleksikan aspek era 4.0 di sektor diseminasi yang aplikatif dan menjangkau semua kalangan pengguna. Informasi yang diperoleh melalui scanning barcode meliputi nama pohon, taksonominya, potensi pemanfaatan hingga tahun tanamnya. 

Halaman berikutnya: Galeri Inovasi...

 

Galeri Inovasi, Pusat Informasi Hasil Litbang Kuok

Lobi BP2TSTH Kuok kini bukan ruang tunggu biasa. Kehadiran Galeri Inovasi membuat ruangan menjadi nyaman, informatif, edukatif, dan mungkin juga inspiratif bagi siapa saja yang mengunjunginya. Memasuki lobi gedung utama Balai Litbang Kuok, suasana inovasi terasa begitu kental. Berbagai produk hasil litbang Balai, tertata rapi, menarik dan informatif, yang dapat diakses langsung oleh siapa saja yang datang berkunjung. 

Galeri Inovasi menjadi pusat informasi bagi pengguna untuk berinteraksi dan melihat secara langsung hasil litbang yang telah dihasilkan oleh Tim Peneliti BP2TSTH. Galeri Inovasi didesain sebagai tempat untuk memamerkan karya inovasi BP2TSTH Kuok mulai dari berdiri dengan tugas pokok dan fungsi pada bidang HHBK, bidang pulp dan kertas hingga bidang teknologi serat tanaman hutan yang sedang dilakoni.  Penyajiannya terlihat sangat menarik karena menampilkan kesan time by time transformation balai selama ini.  Galeri ini juga dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran penerapan iptek dan memainkan peran sebagai penghubung dengan dunia industri untuk produk inovasi yang dihasilkan.


 

BACA JUGA: KoFCo Nursery, Koleksi Dipterokarpa Terlengkap

 


Suasana segar dan kekinian juga sangat terasa saat memasuki lobi. Beberapa tanaman hias hidup dan perangkat elektronik audio visual yang menyuguhkan flash player kegiatan litbang balai selama ini, turut melengkapi galeri inovasi tersebut.  Ruangan juga dimanfaatkan oleh balai untuk mengikuti kegiatan seminar-seminar virtual yang kini menjadi bagian dari aktivitas lembaga litbang di dunia. 

Keberadaan arboretum dan kegiatan revitalisasinya tidak terlepas dari peran BP2TSTH sebagai lembaga penelitian. Melalui fungsi tersebut, institusi ini acapkali mendapatkan kunjungan dari lembaga pendidikan, berbagai instansi pemerintahan maupun swasta yang peduli akan lingkungan, konservasi dan kebutuhannya akan paket iptek kelitbangan

Multi manfaat yang dirasakan dengan kehadiran arboretum ini selain kenyamanan saat bekerja adalah manfaat edukasi atau pendidikan lingkungan bagi segenap kalangan. Mulai dari dimanfaatkannya lingkungan kantor dan arboretum untuk kegiatan eduwisata anak didik yang duduk di bangku Taman Kanak-kanak maupun Sekolah Dasar. Mereka akan dibimbing oleh para instruktur (yang merupakan pegawai dan karyawan BP2TSTH Kuok) untuk mengikuti kegiatan belajar alam dan permainan edukasi alam yang mengasyikkan. 

Selain itu, obyek yang ada di arboretum juga digunakan sebagai tempat studi banding dan diklat dari pemerintah daerah, kelompok tani hutan, UMKM, dan lain-lain sebagai sarana komunikasi, publikasi, dan diseminasi untuk mendekatkan diri kepada para pengguna. Selanjutnya, keberadaan arboretum juga digunakan untuk kegiatan belajar tentang hutan dan kehutanan oleh siswa-siswi magang setingkat SLTA yang umumnya berasal dari SMK Kehutanan maupun Pertanian. Setiap tahun biasanya BP2TSTH Kuok menerima penempatan magang dari beberapa SMK yang biasanya memerlukan waktu sekitar 3 - 4 bulan. 

Bahkan pelajar setingkat mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi seperti Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat, Universitas Lancang Kuning dan Instiper Jogja juga melaksanakan kegiatan magang, PKL atau penelitian di lingkungan kantor BP2TSTH Kuok. Biasanya arboretum akan menjadi salah satu tempat bagi para pelajar untuk praktek dan menggali ilmu tentang hutan dan kehutanan. Mulai dari pengenalan jenis, teknik pengukuran, pembuatan PUP hingga analisis datanya. 

Keberadaan arboretum BP2TSTH akan menjadi rumah baru bagi cakrawala keilmuan insan litbang. Selain penyelamatan jenis melalui upaya konservasi, koleksi pohon yang ada dapat kembali digunakan sebagai objek penelitian dalam siklus yang lebih panjang. Demikian beragamnya manfaat dari keberadaan arboretum yang tak begitu luas, ibarat jendela yang memiliki multi fungsi bagi sebuah rumah.*



BAGIKAN

BERI KOMENTAR