Jumat, 3 Juli 2020
News & Nature

Mengantar Buaya Kembali ke Habitatnya

Minggu, 21 Juni 2020

Dilakukan juga kegiatan edukasi dan penyadaran kepada masyarakat sekitar mengenai nilai penting keberadaan buaya muara dalam ekosistem.

b6.jpg
Dirjen KSDAE

Lampung Timur – Sebanyak enam ekor buaya muara (Crocodylus porosus) dihantarkan langsung ke habitatnya di Taman Nasional Way Kambas, Lampung Timur oleh Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Ir. Wiratno M.Sc., Jumat (19/6/2020) lalu.

___________________________________________________________________________

BACA JUGA: Melepas Elang, Tak Semata Membuka Kandang

___________________________________________________________________________

Buaya yang dilepas tersebut terdiri dari empat buaya jantan dengan nama Ciko, Rambe, Diki, Gito, dan dua buaya betina, Herbert dan Siri. Buaya-buaya tersebut sebelumnya adalah satwa titipan Balai KSDA Yogyakarta yang telah menjalani proses rehabilitasi di Wildlife Rescue Centre (WRC) Yogyakarta, atau lebih dikenal sebagai Yayasan Konservasi Alam Yogyakarta (YKAY).

“Keterlibatan para pihak dalam upaya konservasi satwa yang salah satunya diwujudkan melalui program release ini merupakan bentuk kepedulian dan terjalinnya komunikasi yang baik antara pemerintah (KLHK) dengan mitra kerja Ditjen KSDAE,” kata Wiratno didampingi Kepala Balai KSDA Yogyakarta, M. Wahyudi.

Ciko dan Rambe telah memasuki program rehabilitasi sejak 2012, Diki pada 2014 dan Gito pada 2020 lalu. Sementara Herbert dan Siri masing-masing pada 2014 dan 2018. “Saya sudah menginstruksikan kepada seluruh Balai KSDA di Iindonesia untuk segera melepasliarkan satwa liar yang saat ini masih berada di pusat-pusat rehabilitasi,” tegas Wiratno.

___________________________________________________________________________

BACA JUGA: Satu Individu Orangutan Kembali Dilepas di TNTP

___________________________________________________________________________

Lokasi release Buaya dilakukan di Sungai Way Kanan, Resort Way Kanan, SPTN Wilayah I Way Kanan, Taman Nasional Way Kambas. Turut hadir dalam kesempatan ini perwakilan dari UPT Kementerian LHK (Balai KSDA Yogyakarta, Balai TN Way Kambas, Balai Besar TN Bukit Barisan Selatan, dan Balai KSDA Bengkulu) seta mitra TN Way Kambas (Yayasan Badak Indonesia (YABI), Rhino Protection Unit (RPU) dan Komunitas Hutan Sumatera – Elephant Respond Unit (KHS-ERU).

Pelaksanaan pelepasliaran ini melibatkan beberapa pihak terkait antara lain Balai KSDA Yogyakarta, Balai Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Yayasan Konservasi Alam Yogyakarta (YKAY), dan Jakarta Animal Aid Network (JAAN).

___________________________________________________________________________

BACA JUGA: Upaya KLHK Selamatkan Harimau Sumatra

___________________________________________________________________________

“Kegiatan release yang kita laksanakan ini berpedoman pada Surat Edaran Dirjen KSDAE Nomor: SE.8/KSDAE/KKH/KSA.2/5/2020 tentang Petunjuk Teknis Pelepasliaran Satwa Liar di Masa Pandemik Covid-19,” lanjut Ir. Wiratno.

Program pelepasliaran keenam buaya muara ini akan ditindaklanjuti dengan kegiatan montoring selama kurang lebih 14 hari yang dilakukan oleh staf TNWK. Selain itu juga dilakukan juga kegiatan edukasi dan penyadaran kepada masyarakat sekitar mengenai nilai penting keberadaan buaya muara dalam ekosistem.

Hari ke dua kunjungan Dirjen KSDAE di Lampung ini, diagendakan kegiatan peninjauan ke lokasi SRS II dan Rumah Sakit Gajah serta Pusat Latihan Gajah (PLG) yang masuk ke dalam wilayah pengelolaan Balai Taman Nasional Way Kambas.*



BAGIKAN

BERI KOMENTAR