Rabu, 27 Oktober 2021
News & Nature

Menangkap Kepak Garuda di Pangrango

Sabtu, 6 Maret 2021

Perjumpaan satwa ini sering dijadikan indikasi masih terjaganya lingkungan di sekitarnya, karena karakteristik elang Jawa cukup sensitif.

8fe26a36-142a-4a50-b404-94f5c0cb8596.jpg
Ilham Syahida Rohman

Oleh : Ayi Rustiadi (PEH TNGPP)


Sekelebat kepakan sayapnya terlihat begitu jelas, kemudian hinggap pada dahan pohon di salah satu lereng punggungan gunung Pangrango. Dari kejauhan, terlihat gagah. Kemudian diamati lebih seksama lagi. Oh...., ternyata satwa tersebut adalah elang Jawa, sang garuda kebanggaan kita semua.

Perjumpaan satwa tersebut didapati saat tim melakukan giat patroli kawasan pada awal bulan Maret 2021 di Resort PTN Cisarua, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.


 

BACA JUGA: Biar Mereka Mengangkasa, Kita yang Menjaga

 


Momen itu pun tidak disia-siakan tim untuk menangkap gambar satwa tersebut. Saya bergegas mengambil kamera, membidikan fokus dan memotretnya. Namun, posisinya masih terlalu jauh dari "Sang Garuda".

Salah satu anggota tim patroli lainnya, Ilham Syahida Rohman mencoba mendekatinya agar mendapatkan foto yang lebih baik. Dan akhirnya berhasil mengabadikan momen langka tersebut.

Cukup lama satwa tersebut hinggap di dahan pohon, seperti sedang mengamati lingkungannya, atau "mengintip" calon mangsanya, sehingga lebih leluasa memotret satwa gagah tersebut.

Elang Jawa (Nisaetus bartelsi) adalah salah satu burung pemangsa endemik pulau Jawa dengan status terancam punah (IUCN, 2017). Satwa ini termasuk tiga spesies yang menjadi satwa prioritas di TNGGP untuk ditingkatkan populasinya selain owa Jawa dan macan tutul Jawa.

Kegiatan monitoring populasi elang Jawa dilakukan secara berkala di TNGGP, namun masih diperlukan time series data yang lebih panjang dan pengambilan contoh yang lebih luas untuk dapat mengetahui data populasi yang lebih akurat. Pada sisi lain, kegiatan penelitian yang melibatkan akademisi maupun peneliti masih sangat jarang.

Perjumpaan satwa ini sering dijadikan indikasi masih terjaganya lingkungan di sekitarnya, karena karakteristik elang Jawa cukup sensitif terhadap perubahan lingkungan. Perjumpaan elang Jawa di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango diduga terkait dengan kesesuaian habitatnya, seperti ketersediaan pakan serta tutupan lahan yang masih baik.*


Kata kunci:

BAGIKAN

BERI KOMENTAR