Minggu, 9 Agustus 2020
News & Nature

Meluruskan 'Niat Baik' Pemilik Kucing Hutan

Kamis, 9 Juli 2020

Masyarakat perlu memahami bahwa proses pengembalian satwa ke alam tidak serta merta dilakukan begitu saja

f46a6d8c-bd60-428e-9bb8-3767f05a99de.jpg
BKSDA Yogyakarta
Kucing hutan (Prionailurus bengalensis) diperjualbelikan secara online

YOGYAKARTA – Sebanyak tiga satwa liar, terdiri dari seekor elang jawa (Nisaetus bartelsi), seekor elang laut data putih (Hailaetus leucogaster), dan seekor kucing hutan (Prionailurus bengalensis) diselamatkan petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam Yogyakarta, Rabu (8/7/2020).

Tiga satwa dilindungi ini diamankan saat petugas Balai KSDA melakukan patroi rutin di wilayah kerja resort Sleman.  Petugas Balai KSDA Yogyakarta selanjutnya melakukan pendekatan persuasif dan sosialisasi dengan pemilik satwa.

_________________________________________________________________________

BACA JUGA: Melepas Elang, Tak Semata Membuka Kandang

_________________________________________________________________________

Setelah dilakukan penelusuran lebih mendalam, diperoleh informasi  pemilik satwa membeli satwa tersebut secara online dengan tujuan untuk menyelamatkan satwa tersebut dari perdagangan satwa dan akan melepasliarkannya.

“Saya menangkap pesan baik dari kejadian ini, namun saya juga mengerti bahwa proses sosialisasi dan edukasi terhadap masyarakat belum berjalan maksimal," kata  Kepala Balai KSDA Yogyakarta, M. Wahyudi

"Masyarakat belum memahami bahwa proses pengembalian satwa ke alam tidak serta merta dilakukan begitu saja. Perlu ada tahapan yang harus dilalui untuk memastikan satwa siap kembali ke alam dan diharapkan bisa survive di alam,” paparnya

__________________________________________________________________________

BACA JUGA:  Kerja Ekstra Lindungi Flora dan Fauna

__________________________________________________________________________

Lebih lanjut M. Wahyudi mengenai pentingnya informasi dan sosialisasi kepada masyarakat. “Saya minta teman-teman di lapangan, terutama polhut Balai KSDA Yogyakarta untuk terus melakukan sosialisasi dan edukasi terkait satwa liar kepada masyarakat. Dukungan dan peran serta masyarakat dalam upaya konservasi tumbuhan satwa liar sangat diperlukan," jelasnya.

Saat ini satwa liar telah diserahkan secara sukarela oleh pemiliknya kepada Balai KSDA Yogyakarta. Selanjutnya satwa tersebut dibawa petugas ke pusat penyelamatan satwa Balai KSDA Yogyakarta di Stasiun Flora Fauna Bunder untuk dilakukan perawatan lebih lanjut.*



BAGIKAN

BERI KOMENTAR