Jumat, 23 Oktober 2020
News & Nature

Kolaborasi Hijaukan Wilayah Penyangga SM Paliyan

Kamis, 13 Agustus 2020

Balai KSDA Yogyakarta menggandeng sektor swasta melakukan pendampingan kelompok termasuk upaya pembinaan dan pelatihan terhadap kelompok tani.

picture1_2.jpg

UPAYA meningkatkan tutupan lahan di wilayah penyangga Suaka Margasatwa Paliyan sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat di sekitarnya membutuhkan kolaborasi para pihak, termasuk keterlibatan sektor swasta dan masyarakat melalui program perhutanan sosial.

Program kolaboratif seperti ini diimplementasikan Balai Konservasi Sumber Daya Alam Yogyakarta, melalui kemitraan dengan Mitsui Sumitomo Insurance Group (MSIG) melalui PT RPI dan masyarakat sejak 2016 dalam mendorong pembangunan hutan milik masyarakat di sekitar kawasan SM Paliyan.

_______________________________________________________________________

BACA JUGA: Pemberdayaan yang Mengubah Curiga jadi Partisipasi

______________________________________________________________________

“Meskipun kawasan SM Paliyan ini dikenal sebagai kawasan batu bertanah karena lebih banyak batu dibanding tanahnya, namun dengan kesungguhan tekad, mewujudkan Paliyan yang hijau bukanlah sesuatu yang mustahil,” kata Kepala Balai KSDA Yogyakarta, M. Wahyudi saat meninjau lokasi Program Social Forestry masyarakat daerah penyangga SM Paliyan di Gunungkidul, Selasa (4/8/20).

Program ini telah dilaksanakan secara kontinyu sejak tahun 2016. Setiap tahunnya di awal musim penghujan, MSIG bekerjasama dengan Balai KSDA Yogyakarta menyediakan bibit secara gratis kepada masyarakat.

Sebanyak 40.000 – 50.000 bibit yang terdiri atas jenis-jenis seperti kayu industri seperti Sengon, Gmelina, Eucalyptus dan Akasia. Sejak 2019, penyediaan bibit dilakukan oleh kelompok tani hutan (KTH) Ngudi Rejeki, dan pada 2020 ini, KTH Ngudi Rejeki membuat 20.000 bibit Sengon.

Halaman selanjutnya: Yang diperlukan saat ini adalah...

Halaman:  12

BAGIKAN

BERI KOMENTAR