Jumat, 23 Oktober 2020
News & Nature

Empat Elang Kembali Terbang

Senin, 13 Juli 2020

Penilaian satwa di SFF Bunder dilakukan secara rutin untuk menilai kesiapan satwa

el2.jpg

YOGYAKARTA -- Setelah melalui proses rehabilitasi, empat ekor elang yang sempat terkungkung kandang milik masyarakat, kembali dapat mengangkasa. "Ini salah satu harapan dari kegiatan konservasi satwa liar, bahwa satwa dapat kembali lagi ke alam,” kata Kepala Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta Muhammad Wahyudi.

Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta melepasliarkan empat burung pemangsa, terdiri dari dua Elang Ular Bido (Spilornis cheela) dan dua Elang Alap Jambul (Accipiter trivirgatus) di komplek Stasiun Flora Fauna (SFF) yang termasuk bagian kawasan Taman Hutan Raya Bunder Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (10/7/2020).

________________________________________________________________________

BACA JUGA: Melepas Elang, Tak Semata Membuka Kandang

________________________________________________________________________

Burung Elang Ular Bido (Spilornis cheela)  tersebut merupakan penyerahan masyarakat Sleman dan Gunungkidul pada akhir Mei 2019 silam. Sedangkan Alap-alap jambul (Accipiter trivirgatus) diserahkan sekitar Mei 2020.

Burung pemangsa tersebut sebelumnya menjalani rangkaian asesmen dan rehabilitasi di Pusat Rehabilitasi Raptor SFF Bunder di bawah pengelolaan BKSDA Yogyakarta. Setelah melalui asesmen dan diobservasi dari aspek kesehatan dan perilakunya, akhirnya satwa tersebut dinyatakan siap untuk kembali ke habitatnya.

Lebih lanjut Wahyudi mengatakan bahwa kegiatan pelepasliaran merupakan agenda  rutin dari BKSDA Yogyakarta, baik dilakukan di lingkungan SFF Bunder, di wilayah Yogyakarta maupun diluar wilayah Yogyakarta. "Penilaian satwa di SFF Bunder dilakukan secara rutin untuk menilai kesiapan satwa," tuturnya.

________________________________________________________________________

BACA JUGA: Meluruskan 'Niat Baik' Pemilik Kucing Hutan

________________________________________________________________________

Pihaknya juga menegaskan bahwa kegiatan ini juga sesuai dengan arahan Dirjen KSDAE KLHK untuk mempercepat proses pelepasliaran satwa yang masih terdapat di pusat rehabilitasi satwa. "Dengan dilepaskannya burung pemangsa ini, selanjutnya kandang nya dapat diisi kembali oleh burung pemangsa lainnya untuk proses persiapan lepas liar berikutnya," tutup Wahyudi.*

BKSDA Yogyakarta

 

BKSDA Yogyakarta

 



BAGIKAN

BERI KOMENTAR