Senin, 19 April 2021
News & Nature

Biar Mereka Mengangkasa, Kita yang Menjaga

Jumat, 17 Juli 2020

Setelah pelepasliaran, dilakukan kegiatan edukasi dan penyadaran kepada masyarakat sekitar mengenai nilai penting keberadaan aves dalam ekosistem.

1ec2f64e-4526-4462-a785-b8394ea82256.jpg
BKSDA Yogyakarta

SITUBONDO - Perjalanan panjang burung pemangsa dan merak hijau menuju kebebasannya akhirnya terwujud. Sebanyak tiga ekor elang dan empat merak hijau dilepasliarkan di kawasan Savana Bekol Taman Nasional Baluran, Jawa Timur.

Pelepasliaran dilakukan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam Yogyakarta bekerja sama dengan Balai Taman Nasional Baluran, Yayasan Konservasi Alam Yogyakarta dan The Centre for Orangutan Protection (COP).

_______________________________________________________________________

BACA JUGA: Meluruskan 'Niat Baik' Pemilik Kucing Hutan

_______________________________________________________________________

Setelah pelepasliaran satwa, dilakukan pemantauan pasca-pelepasliaran dan sekaligus untuk menunjang kegiatan edukasi dan penyadaran kepada masyarakat sekitar mengenai nilai penting keberadaan aves dalam ekosistem.

“Pelepasliaran hasil dari kegiatan penegakan hukum dan penyerahan masyarakat dan telah menjalani proses rehabilitasi di Taman Satwa YKAY. Sebelum dilakukan proses translokasi, terhadap satwa tersebut juga telah dilakukan banding dan penandaan sebagai tahap akhir sebelum dilepasliarkan,” kata Kepala Balai KSDA Yogyakarta, Muhammad Wahyudi, Rabu (15/7/2020)

Satwa yang dilepas terdiri dari satu Elang Ular Bido (Spilornis cheela), satu Elang Brontok (Nisaetus cirrhatus) Fase Gelap, satu Elang Laut Perut Putih (Haliaestus leucogaster), dan tiga Merak Hijau (Pavo muticus).  Tambahan satu Merak hijau yang dilepasliarkan berasal dari serahan masyarakat Situbondo kepada Balai Taman Nasional Baluran

_______________________________________________________________________

BACA JUGA: Kearifan Lokal Penjaga Hutan

_______________________________________________________________________

“Satwa yang dilepasliarkan ini juga telah dilakukan proses habituasi terlebih dahulu di Taman Nasional Baluran selama tiga hari,” kata Wahyudi.

Hadir dalam acara pelepasliaran Kepala Balai Taman Nasional Baluran, Pudjiadi, S.Sos, Kepala Balai KSDA Yogyakarta, Muhammad Wahyudi, Ketua YKAY, Tarko Sudiono, dan Perwakilan COP.

Halaman selanjutnya: Pengkayaan genetik...

 

“Kami mengapresiasi kerjasama yang dilakukan bersama Balai KSDA Yogyakarta. Burung-burung yang di-release hari ini memang cocok dilepasliarkan di Baluran karena kawasan ini merupakan habitat yang sesuai untuk satwa-satwa tersebut, sehingga dapat mendukung terhadap pengkayaan genetik di kawasan TN Baluran,” kata Pudjiadi.

Pelepasliaran satwa ini merupakan kegiatan road to HKAN 2020 dengan mengusung tema “Nagara Rimba Nusa: Merawat Peradaban Menjaga Alam”. Rangkaian road to HKAN Balai KSDA Yogyakarta telah dimulai sejak Maret 2020

_______________________________________________________________________

BACA JUGA: Pemberdayaan yang Mengubah Curiga jadi Partisipasi

_______________________________________________________________________

Pada 21 Maret 2020, dilakukan pelepasliaran dua) ekor Elang Bido (Spilornis cheela) di Jatimulyo, Kulonprogo. Pada 19 Juni 2020 pelepasliaran enam ekor Buaya muara (Crocodylus porosus) yang langsung dilakukan oleh Dirjen KSDAE KLHK, Ir. Wiratno, M.Sc  di Taman Nasional Way Kambas.

Selanjutnya pada 9 Juli 2020, dilakukan pelepasliaran 29 ekor tukik di Pantai Vongot, Kulonprogo. Pada 10 Juli 2020, pelepasliaran empat ekor Elang terdiri dari dua Elang Ular Bido (Spilornis cheela) dan dua Elang Alap Jambul (Accipiter trivirgatus) di komplek Stasiun Flora Fauna (SFF).

Kemudian pada 15 Juli 2020, pelepasliaran tujuh ekor aves terdiri atas satu ekor Elang Ular Bido (Spilornis cheela), satu ekor Elang Brontok (Nisaetus cirrhatus) Fase Gelap, satu ekor Elang Laut Perut Putih (Haliaestus leucogaster), empat ekor Merak Hijau (Pavo muticus) di Taman Nasional Baluran.

Direncanakan pada Oktober 2020, dilakukan pelepasliaran 2 ekor raptor yang direhabilitasi di Stasiun Flora Fauna Bunder, saat ini sedang menunggu hasil assesment lebih lanjut.*



BAGIKAN

BERI KOMENTAR