Minggu, 9 Agustus 2020
News & Nature

Biar Mereka Mengangkasa, Kita yang Menjaga

Jumat, 17 Juli 2020

Setelah pelepasliaran, dilakukan kegiatan edukasi dan penyadaran kepada masyarakat sekitar mengenai nilai penting keberadaan aves dalam ekosistem.

1ec2f64e-4526-4462-a785-b8394ea82256.jpg
BKSDA Yogyakarta

SITUBONDO - Perjalanan panjang burung pemangsa dan merak hijau menuju kebebasannya akhirnya terwujud. Sebanyak tiga ekor elang dan empat merak hijau dilepasliarkan di kawasan Savana Bekol Taman Nasional Baluran, Jawa Timur.

Pelepasliaran dilakukan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam Yogyakarta bekerja sama dengan Balai Taman Nasional Baluran, Yayasan Konservasi Alam Yogyakarta dan The Centre for Orangutan Protection (COP).

_______________________________________________________________________

BACA JUGA: Meluruskan 'Niat Baik' Pemilik Kucing Hutan

_______________________________________________________________________

Setelah pelepasliaran satwa, dilakukan pemantauan pasca-pelepasliaran dan sekaligus untuk menunjang kegiatan edukasi dan penyadaran kepada masyarakat sekitar mengenai nilai penting keberadaan aves dalam ekosistem.

“Pelepasliaran hasil dari kegiatan penegakan hukum dan penyerahan masyarakat dan telah menjalani proses rehabilitasi di Taman Satwa YKAY. Sebelum dilakukan proses translokasi, terhadap satwa tersebut juga telah dilakukan banding dan penandaan sebagai tahap akhir sebelum dilepasliarkan,” kata Kepala Balai KSDA Yogyakarta, Muhammad Wahyudi, Rabu (15/7/2020)

Satwa yang dilepas terdiri dari satu Elang Ular Bido (Spilornis cheela), satu Elang Brontok (Nisaetus cirrhatus) Fase Gelap, satu Elang Laut Perut Putih (Haliaestus leucogaster), dan tiga Merak Hijau (Pavo muticus).  Tambahan satu Merak hijau yang dilepasliarkan berasal dari serahan masyarakat Situbondo kepada Balai Taman Nasional Baluran

_______________________________________________________________________

BACA JUGA: Kearifan Lokal Penjaga Hutan

_______________________________________________________________________

“Satwa yang dilepasliarkan ini juga telah dilakukan proses habituasi terlebih dahulu di Taman Nasional Baluran selama tiga hari,” kata Wahyudi.

Hadir dalam acara pelepasliaran Kepala Balai Taman Nasional Baluran, Pudjiadi, S.Sos, Kepala Balai KSDA Yogyakarta, Muhammad Wahyudi, Ketua YKAY, Tarko Sudiono, dan Perwakilan COP.

Halaman selanjutnya: Pengkayaan genetik...

Halaman:  12

BAGIKAN

BERI KOMENTAR