Rabu, 27 Oktober 2021
News & Nature

Invensi dan Inovasi BLI untuk Kemanfaatan Luas

Kamis, 27 Agustus 2020

Diskusi Nasional KLHK pertama tampilkan 4 topik untuk menjawab tantangan global peningkatan kesejahteraan masyarakat dan perlindungan lingkungan

29cf1e43-eabb-4d86-bcfc-0eb113904d2f.jpg
BLI KLHK

JAKARTA – Badan Litbang dan Inovasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menampilkan empat topik pilihan invensi dan inovasi hasil-hasil penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapan (litbangjirap) dalam kaitannya dengan tantangan global pada Diskusi Nasional Kementerian LHK di Jakarta, Kamis (27/8/2020).

“Invensi dan inovasi dari BLI diharapkan menjadi saluran pengetahuan demi penyampaian informasi kepada masyarakat agar pemanfaatan iptek dapat dilaksanakan secara luas,” kata Menteri LHK Siti Nurbaya saat menyampaikan keynote speech pada diskusi pertama tersebut.

_______________________________________________________________________________

BACA JUGA: "Jalan Strategis" Infrastruktur dan Konservasi

_______________________________________________________________________________

KLHK menginisiasi Diskusi Nasional yang dilaksanakan secara rutin setiap minggunya. Dalam Diskusi Nasional sesi perdana yang diselenggarakan pada tanggal 27 Agustus 2020 pukul 09.00–12.00 WIB dilaksanakan secara langsung dari ruang Rimbawan II Gedung Manggala Wanabhakti Jakarta dan terbuka untuk umum dan dapat diikuti secara daring melalui aplikasi zoom dan live youtube.  

Menteri Siti Nurbaya, menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang tulus kepada para inventor dan inovator. “Karya-karya inovatif ini telah dapat secara nyata berperan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, menjawab tantangan dunia internasional, meningkatkan harga diri bangsa, menjaga keanekaragaman hayati, serta berperan dalam penegakan hukum.”

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan memiliki sasaran strategis menjaga kualitas lingkungan hidup untuk meningkatkan daya dukung lingkungan, ketahanan air, dan kesehatan masyarakat; memanfaatkan potensi sumber daya hutan dan lingkungan hutan secara lestari untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat yang berkeadilan; serta melestarikan keseimbangan ekosistem dan keanekaragaman hayati serta keberadaan sumber daya alam sebagai sistem penyangga kehidupan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.

_______________________________________________________________________________

BACA JUGA: Kayu Geronggang, Sumber Serat di Lahan Gambut

_______________________________________________________________________________

Oleh karena itu, saat ini diperlukan sumber daya manusia profesional yang menguasai pengetahuan dan teknologi untuk mendukung sasaran strategis tersebut.

Diskusi nasional digelar dalam rangka menjawab dinamika dan tantangan global di bidang lingkungan hidup dan kehutanan, setelah sebelumnya dilaksanakannya Pengukuhan dan Janji Insinyur Profesional Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Bidang Teknik Kehutanan serta Penganugerahan Surat Tanda Register Insinyur (STRI) pada tanggal 19 Agustus 2020.

Acara Diskusi Nasional diawali dengan laporan pelaksanaan oleh Dr. Ir. Agus Justianto, M.Sc. IPU, Kepala BLI KLHK, dilanjutkan dengan keynote speech Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Dr. Ir. Siti Nurbaya, M.Sc., IPU, Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Dr. Ir. Heru Dewanto, ST. MSc, IPU dan Ketua Badan Kejuruan Teknik Kehutanan PII Ir. Tony Hari Widiananto, M.Sc. IPU., ASEAN Eng.

Diskusi ini diikuti oleh seluruh pejabat struktural, pejabat fungsional Kementerian LHK, praktisi bidang kehutanan, Anggota PII, lembaga swadaya masyarakat, pemerhati lingkungan, akademisi, mahasiswa dan masyarakat luas yang dipandu oleh Moderator Dr. Virni Budi Arifanti, S.Hut., MSc.

Badan Penelitian Pengembang dan Inovasi (BLI) KLHK mendapat kesempatan pertama pada Diskusi Nasional tersebut.  Selanjutnya akan menampilkan FORETIKA (Forum Pimpinan Lembaga Pendidikan Tinggi Kehutanan Indonesia), Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI), Persatuan Insinyur Indonesia (PII), dan unit-unit Eselon I  di lingkup Kementerian LHK.

BLI Kementerian LHK, memberikan pemahaman tentang invensi dan inovasi hasil-hasil penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapan (litbangjirap), sekaligus dalam upaya untuk menyebarluaskan hasil-hasil penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapan (litbangjirap), Badan Litbang dan Inovasi (BLI) KLHK selama ini.

Dari sekitar dua ratus hasil invensi penelitian dan pengembangan BLI, telah dipilih empat topik yang akan menjadi pokok bahasan hasil litbangjirap BLI-KLHK dalam kaitannya dengan tantangan global. Pertama, peran Alat Identifikasi Kayu Otomatis (AIKO) KLHK untuk Mendukung Perdagangan Kayu Legal dan Melindungi Sumber Daya Hutan oleh Dr. Ratih Damayanti, S.Hut., M.Si. (Peneliti Ahli Madya BLI).

Kedua, Pengembangan Mikrohidro, Pembangkit Listrik Tenaga Air sebagai Model Interaksi Masyarakat dan Ekosistem Hutan dalam Pemanfaatan Sumber Daya Hutan yang Berkelanjutan oleh Dr. Ir. Hunggul Y.S.H. Nugroho, M.Si. (Peneliti Ahli Madya BLI).

halaman selanjutnya: Pengembangan industri kayu putih...

 

Ketiga, Pengembangan Industri Kayu Putih dengan Benih Unggul untuk Pemberdayaan Masyarakat di Sekitar Hutan oleh Dr. Ir. Anto Rimbawanto, M.Agr.Sc  (Peneliti Ahli Utama BLI), dan keempat  Pengembangan Indonesian National Accounting Carbon System (INCAS) sebagai Sistem Penghitung Emisi Gas Rumah Kaca di Indonesia oleh Dr. Haruni Krisnawati, S.Hut., M.Si. (Peneliti Ahli Utama BLI).

Terdapat empat sasaran yang ingin dicapai dalam Diskusi Nasional ini yaitu, pertama terwujudnya pemahaman tentang hasil inovasi Alat Identifikasi Kayu Otomatis (AIKO-KLHK) dan implementasinya dalam konteks penegakan hukum untuk mendukung perdagangan kayu legal dan menjaga jenis-jenis pohon yang dilindungi.

_______________________________________________________________________________

BACA JUGA: Solusi Mikroba untuk Reklamasi Lahan Tambang

______________________________________________________________________________

Kedua, terwujudnya pemahaman tentang upaya membangun interaksi positif antara hutan dan masyarakat di sekitarnya melalui listrik mikrohidro untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan hutan lestari. Ketiga, terwujudnya pengertian tentang usaha benih unggul kayu putih untuk meningkatkan kualitas industri kayu putih berbasis masyarakat. Keempat, terwujudnya pengertian tentang Indonesian National Accounting Carbon System (INCAS) sebagai salah satu sistem pengukur emisi gas rumah kaca di Indonesia dan diakui secara global.

Dr. Ratih Damayanti menyampaikan bahwa Alat Identifikasi Kayu Otomatis (AIKO-KLHK), merupakan perangkat aplikasi smart phone berbasis Android yang mampu mengidentifikasi kayu dalam hitungan detik melalui foto penampang aksial kayu.

“Aplikasi ini sangat bermanfaat bagi petugas di lapangan dalam mengidentifikasi jenis kayu untuk tujuan verifikasi legalitas kayu dan penegakan hukum. Dengan mengetahui jenis kayunya, maka pihak berwenang dapat menentukan keabsahan perdagangan kayu dan melindungi jenis-jenis pohon yang termasuk dalam larangan tebang,” paparnya.

Dr. Hunggul YSH Nugroho menyampaikan bahwa Pembangkit Listrik Tenaga Air Mikrohidro yang dikembangkan merupakan hasil pengembangan konsep partisipasi masyarakat dalam pengelolaan hutan dengan penyediaan listrik dari tenaga air di daerah terpencil di hutan.

Penyediaan aliran listrik diperluas tidak hanya untuk listrik rumah tangga, namun juga untuk menggerakan peralatan industri kecil untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. “Hal ini juga diikuti dengan pemahaman masyarakat bahwa PLTMH dapat berfungsi baik apabila air tersedia sepanjang waktu dalam jumlah yang cukup, dan aliran air yang tersedia sepanjang waktu akan terjamin hanya apabila hutan terjaga dan terpelihara,” kata Dr. Hunggul.

Materi Pengembangan Benih Unggul Kayu Putih yang disampaikan Dr. Anto Rimbawanto, merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan produksi minyak kayu putih untuk meningkatkan industri minyak kayu putih berbasis masyarakat. Pengembangan benih unggul kayu putih yang merupakan tanaman asli Indonesia ini dengan meningkatkan rendemen minyaknya agar lebih tinggi dari tanaman kayu putih biasa, dan meningkatkan kualitas dan kuantitas minyak kayu putih yang dihasilkan oleh industri minyak kayu putih oleh masyarakat. 

_______________________________________________________________________________

BACA JUGA: Tantangan Inovasi Pemanenan Hasil Hutan

_______________________________________________________________________________

Dr. Haruni Krisnawati yang menyampaikan materi Indonesian National Accounting Carbon System (INCAS)  melalui sistem perhitungan karbon nasional Indonesia untuk memantau emisi dan serapan karbon dari atmosfer.  Informasi rinci mengenai gas rumah kaca yang dihasilkan oleh INCAS dapat digunakan untuk mendukung desain, implementasi, dan montoring kebijakan dan program yang efektif untuk mengurangi emisi dan membantu Indonesia memenuhi persyaratan pengukuran, pelaporan, dan verifikasi (MRV) dan kesepakatan global baru tentang perubahan iklim.

Dalam Sambutan Penutupan, Wakil Menteri LHK Dr. Alue Dohong menyampaikan keempat paparan yang diberikan merupakan representasi dari invensi dan inovasi hasil penelitian dan pengembangan BLI di bidang lingkungan hidup dan kehutanan.

“Invensi dan inovasi yang dikembangkan merupakan perwujudan konsep SDM Unggul, Indonesia Maju’ yaitu Indonesia yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mendorong Indonesia mencapai kemajuan ekonomi bangsa dan meningkatkan daya saing, serta bertahan dalam masa-masa sulit akibat bencana,” paparnya.*



BAGIKAN

BERI KOMENTAR