Jumat, 3 Juli 2020
News & Nature

Ini Camilan untuk Penderita Diabetes

Kamis, 25 Juni 2020

Riset dalam penelitian payung 'Sagu dan Diabetes' ini juga terpilih menjadi salah satu dari 111 Inovasi Indonesia Paling Prospektif 2019

pakar-gizi-ipb-university-camilan-dari-pati-sagu-dan-tempe-cocok-untuk-penderita-diabetes-news.jpg
ipb.ac.id

PATI sagu merupakan hasil ekstraksi empulur pohon sagu yang sudah tua.  Mengandung 3,69-5,96 persen serat makanan dan indeks glikemik rendah (<55). Sehingga bahan baku pati sagu memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi makanan atau camilan ringan untuk penderita diabetes.

Bagi pendertia diabetes, makanan utama dan makanan ringan dibutuhkan untuk mengontrol kadar glukosa darah. Selain perlu juga penjadwalan untuk camilan di antara dua hidangan utama waktu.

Camilan dengan bahan baku pati sagu dan tempe ini dapat dibuat dalam bentuk puding, muffin dan kue dengan bahan baku pati sagu dan tempe ini diharapkan dapat membantu mengontrol glukosa darah.

_____________________________________________________________________

BACA JUGA: Nanoselulosa untuk Uji Cepat Covid-19

_____________________________________________________________________

Beragam manfaat yang diperoleh, yaitu untuk  memenuhi asupan kalori yang memadai dan kebutuhan nutrisi, mencegah hipoglikemia yang biasanya terjadi pada malam hari, mencapai atau mempertahankan berat badan normal dalam suatu upaya untuk mencegah risiko komplikasi pada penderita diabetes.

Untuk itu, para peneliti IPB University, Sofya Maya, MGz, Prof Ahmad Sulaeman dan Tiurma Sinaga, MFSA dari Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia (Fema) melakukan penelitian terhadap sagu dengan judul "Alternative Snack for Diabetic Patients from Sago (Metroxylon sp.) Starch and Tempe". Hasil penelitiannya sudah diterbitkan dalam jurnal J. Gizi Pangan, Volume 15, Number 1, March 2020.

Penelitian yang diketuai oleh Prof. Ahmad Sulaeman ini adalah bagian dari penelitian payung mengenai Sagu dan Diabetes. Riset tersebut juga terpilih menjadi salah satu dari 111 Inovasi Indonesia Paling Prospektif 2019 oleh Business Innovation Center (BIC) Kementerian Riset dan Teknologi. 

_____________________________________________________________________

BACA JUGA: Mewujudkan Hutan Indonesia jadi Sumber Obat Dunia

_____________________________________________________________________

Produk-produk ini mengandung level yang berbeda serat makanan dan pati resisten. Puding dikategorikan sebagai makanan berserat tinggi dengan tingkat yang dapat diabaikan dari pati resisten, muffin sebagai makanan serat tinggi dengan tingkat menengah pati resisten, dan cookies sebagai makanan berserat tinggi dengan tingkat tinggi pati resisten.

Kandungan serat dalam produk ini relatif tinggi, Namun perlu dilakukan penelitian lebih lanjut terkait dengan pengujian pra-klinis untuk menentukan peran positif dari produk dalam mengendalikan kadar glukosa darah pada penderita diabetes. (YB)*

Sumber: Pakar Gizi IPB University: Camilan dari Pati Sagu dan Tempe Cocok untuk Penderita Diabetes



BAGIKAN

BERI KOMENTAR