Rabu, 27 Oktober 2021
News & Nature

Hasil Riset Kuok Dukung Program Ketahanan Pangan

Selasa, 21 Juli 2020

BP2TSTH tawarkan pengembangan budi daya lebah kelulut, kelor dan kayu putih melalui skema pemberdayaan masyarakat untuk "Ocu Mapan"

a7d38dbf-0d4e-40fa-a39a-649a0d20bd15.jpg
BP2TSTH Kuok

KUOK – Hasil penelitian Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Serat Tanaman Hutan (BP2TSTH) bersinergi untuk mendukung program unggulan ketahanan pangan dengan mengoptimalkan lahan yang dikembangkan pemerintah daerah setempat yang dikenal dengan nama “Ocu Mapan”.

“Kolaborasi ini dapat terwujud melalui pengembangan budidaya lebah kelulut, kelor dan kayu putih melalui skema pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan kesejahteraaan,” kata Kepala BP2TSTH, Priyo Kusumedi S.Hut, MP ketika menerima rombongan Dinas Ketahanan Pangan Kampar di kantor BP2TSTH, Kamis (16/7/2020).

________________________________________________________________________

BACA JUGA: Taman Trigona, Sarana Edukasi dan Wisata Ilmiah

________________________________________________________________________

BP2TSTH Kuok sebagai salah satu satuan kerja pemerintah pusat yang berlokasi di daerah, kata Priyo, sedikit banyaknya harus berkontribusi pada program-program daerah. Hal ini yang melatar belakangi BP2TSTH mengambil sikap untuk berperan pada program unggulan daerah tersebut.

“Kami siap mendukung, mensinergikan kegiatan, dan bereaksi guna percepatan realisasi program tersebut dengan potensi dan produk hasil litbang yang telah kami hasilkan yang tentunya telah siap di-release ke masyarakat,” ungkap Priyo yang memulai karirnya sebagai peneliti ini.

Senada hal tersebut, Herry Kurniawan S.Hut M.Sc sebagai ketua tim yang sedang meneliti komoditi kelor menyebutkan kelor ini merupakan pohon dengan dengan sejuta manfaat. “Kandungan gizinya sangat baik untuk kecukupan gizi balita hingga lansia,” ucap Herry di laman facebook miliknya.

Halaman selanjutnya: Ocu Mapan...

 

Ocu Mapan

Ocu Mapan sendiri merupakan program unggulan yang diambil dari bahasa daerah setempat, sekaligus akronim dari Optimalisasi Cara Untuk Mandiri Pangan yang dicanangkan oleh Bupati Kampar H. Catur Sugeng Susanto SH.

“Kunjungan kami ke Litbang Kuok ini dalam rangka silaturahmi dan sharing program Ocu Mapan ke satker-satker yang mempunyai Iptek budidaya komoditi yang berpotensi dikembangkan pada Ocu Mapan,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kampar, Ir. H. Cokroaminoto MM.

________________________________________________________________________

BACA JUGA: Geronggang, Penyelamat Gambut Bengkalis

________________________________________________________________________

Program ini diharapkan mampu mengangkat ekonomi masyarakat, dapat memenuhi kebutuhan pangan masyarakat dan memberikan dampak positif khususnya ekonomi di Kabupaten Kampar

 "Ocu Mapan dengan pengertian optimalisasi terdiri dari optimalisasi lahan yaitu lahan pekarangan, lahan sekitar pekarangan, lahan tidur lahan kering, lahan di sela-sela perkebunan, lahan sawah serta potensi lahan untuk kolam dan usaha peternakan," jelas Cokro.

Dilansir dari website dinas ketahanan pangan Kampar, program ini merangkul potensi pertanian, perkebunan hingga perikanan sebagai potensi yang sudah berjalan di Kabupaten Kampar.  Pelaksanaan program tersebut disisipkan pada program kerja Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) melalui pembentukan Kelompok Tani Wanita (KTW).

________________________________________________________________________

BACA JUGA: Menjaga Hutan demi Lestarinya Lebah Sialang

________________________________________________________________________

Keberhasilan program ini pada beberapa contoh KTW yang ada telah mewujudkan intensifikasi lahan dan diversifikasi melalui ketahanan pangan keluarga secara mandiri.

Kolaborasi antar lembaga pemerintah seyogyanya berjalan seiring pencangan program berbasis pemberdayaan masyarakat. Bermacam skema dapat ditempuh mengacu pada potensi masing-masing institusi. Konsep saling melengkapi adalah hal fundamental sebagai upaya sinergitas sebagai wujud tanggung jawab moril atas penggunaan anggaran negara yang berasal dari uang rakyat.*



BAGIKAN

BERI KOMENTAR