Jumat, 7 Agustus 2020
News & Nature

Forpro, Inovasi P3HH yang Lebih dari Teknologi

Senin, 24 Februari 2020

Tagline "More than Technology" diangkat untuk memancing publik mengenal kiprah dan inovasi hasil litbang lainnya, tidak hanya sebatas teknologi

c36e07a4-78cd-47ca-b96b-50534509be5d.jpg
ppid.menlhk.go.id

JAKARTA - Kesadaran mengenai brand bagi sebuah lembaga riset merupakan langkah inovatif dan strategis dalam sebuah lembaga riset dalam mendiseminasikan dan memasarkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah dihasilkan. 

"Marketing produk Iptek sangat penting, agar Iptek tidak berhenti sebagai sebuah tulisan karya ilmiah, tetapi diinformasikan dan disampaikan kepada publik," kata Kepala Badan Litbang dan Inovasi KLHK, Dr. Agus Justianto saat peluncuran brand "Forpro" di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta (24/02/2020)

Forpro menjadi sebuah brand yang dimiliki Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan (P3HH). Forpro merupakan akronim dari Forest Products dimaksudkan untuk memudahkan publik mengenal P3HH atas karya-karya besar yang telah dihasilkan.

Tagline yang melengkapi  "Forpro" adalah "More than Technolgy" yang diangkat untuk memancing keingintahuan publik atas kiprah dan inovasi hasil litbang lainnya, tidak hanya sebatas teknologi yang dihasilkan.

“Brand bagi sebuah lembaga riset sangat strategis, sebagai salah satu media, cara, sekaligus strategi marketing lembaga dalam mendiseminasikan Iptek yang telah dihasilkan” kata Dr. Agus Justianto. 

Lebih lanjut Agus menjelaskan keberhasilan marketing produk Iptek akan menjadikan sebuah hasil karya litbang berdaya guna dan memberikan kemanfaatan yang optimal. "Bahkan mampu memberikan multiplier effect positif yang dapat berkontribusi dalam pengelolaan sumber daya dan peningkatan perekonomian masyarakat," katanya.

Selain peluncuran brand, pada kegiatan ini P3HH juga menampilkan karya unggulan yang telah dihasilkan yaitu teknologi pengolahan limbah batang sawit menjadi produk perkayuan, teknologi arang terpadu, teknologi manufacture super heating reactor, teknologi nano preservative dalam pengawetan kayu, dan pemanenan hutan ramah lingkungan.

Teknologi pengolahan limbah batang sawit merupakan teknologi untuk menghasilkan berbagai produk perkayuan yang banyak dibutuhkan pasar dan sebagai upaya memanfaatkan batang sawit hasil peremajaan secara optimal dan mampu memberikan nilai tambah.

Batang sawit dapat digunakan sebagai alternatif bahan baku untuk memenuhi kebutuhan bahan baku industri perkayuan di Indonesia dan sekaligus sebagai jawaban atas keraguan publik tentang isu lingkungan dari sawit.

Peneliti P3HH telah berhasil mengolah batang sawit menjadi produk perkayuan seperti kayu lapis, flooring, pintu dan produk ikutan lainnya seperti perekat kayu.

Iptek arang terpadu yang mengolah limbah menjadi arang aktif, arang kompos dan asap cair merupakan teknologi yang banyak diminati masyarakat untuk meningkatkan produktivitas tanaman, memperbaiki struktur tanah, dan banyak manfaat lainnya.

Dalam bidang ini, P3HH akan mengembangkan teknologi manufacture super heating reactor skala industri dan mendorong komersialisasi produk.

Dalam rangka efisiensi pemanfaatan sumberdaya hutan, P3HH telah mengembangkan teknik pengawetan dan akan terus menghasilkan invensi untuk menghasilkan teknologi  nano preservative. Teknologi nano preservative merupakan teknologi pengawetan kayu dengan memanfaatkan bahan pengawet kayu dalam ukuran nano.

Nanoteknologi telah diindikasikan sebagai solusi untuk pengawetan kayu, karena pengawet kayu dapat digunakan dalam konsentrasi rendah dan memberikan hasil yang optimal dalam hal perlindungan kayu tanpa perubahan warna.

Dalam pemanfaatan hutan secara lestari, para peneliti P3HH juga berhasil menghasilkan teknik pemanenan hutan ramah lingkungan dengan teknik tree length logging. Dengan teknik ini diharapkan diameter batang kayu yang dapat disarad dalam pemanenan kayu di hutan dapat mencapai ukuran 30 cm sehingga pengaturan pembagian batang menjadi lebih tepat dan mudah, dan penambahan volume di atas batang cabang utama.

Dalam laporannya Plt Kepala P3HH, Ir. Djati Wicaksono Hadi, M.Sc berharap kegiatan ini dapat meningkatkan jangkauan diseminasi Iptek pengolahan hasil hutan dan meningkatkan kepercayaan publik kepada P3HH untuk terus berkarya menghasilkan Iptek dan inovasi, dan senantiasa berkembang membesarkan brand yang telah dibangun.

Hadir pada acara ini para pemangku kepentingan dari internal KLHK, lembaga terkait, dan para mitra kerja sama, para peneliti dan struktural terkait.*



BAGIKAN

BERI KOMENTAR