Selasa, 15 Juni 2021
News & Nature

FORPRO Gelar Alih Teknologi Arang Terpadu

Senin, 23 November 2020

Dukung Program Pemulihan Ekonomi Nasional di Lahan Gambut

e4708801-30f1-49b1-a495-a8d12c7d3cf2.jpg

PULANG PISAU -- Sebagai upaya meningkatkan kemanfaatan Iptek hasil litbang sekaligus mendukung Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan (P3HH) atau yang dikenal dengan brand FORPRO menggelar kegiatan Alih Teknologi Arang Terpadu di halaman Balai Desa Garung, Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, Rabu (18/11/2020) dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Alih teknologi diikuti oleh 40 peserta dari Desa Garung dan Desa Gohong, yaitu masyarakat sehari-hari melakukan kegiatan budidaya dan bercocok tanam, serta dihadiri segenap pemangku kepentingan Kabupaten Pulang Pisau.


 

BACA JUGA: Kayu Geronggang, Sumber Serat di Lahan Gambut

 


Pelaksana Tugas (Plt) Kepala P3HH, Dr. Wening Sri Wulandari menyatakan kegiatan ini bertujuan untuk melakukan transfer iptek arang terpadu kepada masyarakat, agar masyarakat dapat mengimplementasikan di lapangan. “Kegiatan alih teknologi merupakan salah satu upaya yang kami tempuh untuk mengoptimalkan manfaat iptek hasil penelitian untuk masyarakat, terutama dalam upaya pemulihan ekonomi nasional di masa pandemi COVID-19” katanya saat membuka acara.

Implementasi arang terpadu dalam pengembangan sistem budidaya gambut oleh masyarakat untuk pemenuhan kebutuhan pangan dan sumber pendapatan alternatif, yang dilaksanakan oleh FORPRO merupakan aksi nyata kontribusi Iptek mendukung program PEN. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat memetik manfaat optimal dan dapat memperoleh peningkatan pendapatan, alternatif sumber pangan, peningkatan kesempatan kerja, sekaligus peluang usaha.

Halaman berikutnya: Aplikasi secara berkelanjutan...

 

Wening berharap, Iptek arang terpadu dapat terus dikembangkan dan diaplikasikan secara berkelanjutan. “Kami mengharapkan kerja sama dan dukungan dari pemerintah daerah serta perangkat desa untuk terus melakukan pendampingan dan mendorong masyarakat, dan juga mereplikasi aplikasi arang terpadu ini di lahan masyarakat di desa-desa lainnya” pungkasnya.

Dr. Sylvana Ratina, Sekretaris Badan Litbang dan Inovasi (BLI) yang turut hadir dalam alih teknologi dimaksud menyampaikan bahwa Program PEN merupakan salah satu perwujudan bahwa negara hadir untuk masyarakat di masa sulit pandemi COVID-19. "BLI berperan dalam PEN sesuai tugas dan fungsinya antara lain melalui alih teknologi yang dilaksanakan oleh P3HH ini," jelasnya.


 

BACA JUGA: Solusi Mikroba untuk Reklamasi Lahan Tambang

 


Dinas Pertanian Kabupaten Pulang Pisau menyambut baik dan mendukung upaya FORPRO memberikan pengetahuan kepada masyarakat untuk memanfaatkan biomassa menjadi arang terpadu sebagai upaya pemulihan ekonomi. Pemilihan lokasi di Desa Garung dan Desa Gohong sangat tepat, sesuai dengan karakteristik mata pencaharian masyarakat untuk dapat mengimplementasikan arang terpadu di lahan gambut.

Gusmailina, peneliti ahli utama FORPRO, sebagai nara alih teknologi menyatakan arang terpadu adalah teknologi yang dalam proses dan aplikasinya dilakukan secara terpadu dari beberapa produk yang dihasilkan yaitu arang, arang kompos bioaktif (arkoba) dan asap cair. “Teknologi terapan ini ramah lingkungan karena memanfaatkan berbagai jenis limbah biomassa dan menerapkan teknologi rendah emisi” paparnya.

Aplikasi arang kompos diharapkan dapat meningkatkan sifat tanah sementara aplikasi asap cair diharapkan mampu menggantikan peran pestisida kimia. “Dari beberapa uji coba pemberian arang kompos pada tanah selain dapat menambah ketersediaan unsur hara tanah, memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologis tanah, juga dapat meningkatkan pH tanah dan nilai KTK tanah, sehingga cocok digunakan untuk rehabilitasi/reklamasi lahan-lahan kritis,” tambahnya.

Para peserta sangat antusias mengikuti seluruh rangkaian acara alih teknologi, tidak hanya saat pemaparan materi dari para narasumber, namun juga saat mempraktekkan pembuatan arang, asap cair dan arkoba.*



BAGIKAN

BERI KOMENTAR