Jumat, 3 Juli 2020
News & Nature

Puluhan Kayu Gelondongan dan Truk Siap Diserahkan

Rabu, 22 April 2020

Penyidik Gakkum KLHK Wilayah Sulawesi limpahkan berkas perkara ke Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan

b6b8b1eb-5913-4400-8136-cfd4662b883f.jpg
Gakkum KLHK

Makassar –  Tim Penyidik Pegawai Negeri Sipil Balai Gakkum Wilayah Sulawesi KLHK melimpahkan perkara pembalakan liar di kawasan hutan milik PT Inhutani I Gowa-Maros, Desa Belapunranga, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, dengan tersangka bernama FT alias Abang (54), ke Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan.

“Setelah berkas perkara dinyatakan lengkap hari ini, Balai Gakkum Sulsel akan menyerahkan tersangka dan barang bukti kepada Kejaksaan Tinggi Sulsel. Tersangka akan dikenakan Undang-Undang Nomor 41 tahun 1999 tentang Kehutanan,” kata Kepala Seksi I, Balai Gakkum Wilayah Sulawesi, Muhammad Amin di Makassar, Senin (20/4/2020).

______________________________________________________________

Baca juga: Penyidikan Pembalakan Liar di Sulsel Tuntas

______________________________________________________________

Barang bukti yang akan diserahkan antara lain satu mobil truk warna kuning dengan nomor polisi DD9976PA beserta kuncinya, 74 batang kayu jenis rita/pulai berbentuk gelondongan dengan panjang 2 meter.

Terungkapnya perbuatan ilegal FT alias Abang berawal saat Tim SPORC Balai Gakkum Sulawesi menjalankan operasi di kawasan Hutan Produksi Inhutani Parangloe. Tim mencurigai gerak-gerik seseorang yang sedang memuat kayu ke atas truk.

Saat diperiksa, orang yang dicurigai tidak memiliki dokumen sah. Selanjutnya, Tim SPORC yang dikepalai Kepala Balai Gakkum Dodi Kurniawan, menyita puluhan batang kayu gelondongan dan menahan tersangka FT di rutan kelas lA Makassar

“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu upaya pengungkapan kasus ini. Kami akan terus berupaya mengungkapkan jaring illegal logging yang lebih besar dan aktor intelektualnya, agar memberikan efek jera,” kata Dodi Kurniawan.

_________________________________________________________

Baca juga: PT ATGA Harus Bayar Ganti Rugi Rp 590,5 Miliar

_________________________________________________________

FT atau Abang akan dijerat Pasal 78 Ayat 5 Jo. Pasal 50 Ayat 3 Huruf e, Undang-Undang No 42 Tahun 1999 tentang Kehutanan, dan pasal 82 Ayat 1 Huruf c Jo. Pasal 83 Ayat 1 Huruf a Jo. Pasal 12 Huruf c dan/atau Huruf d, Undang-Undang No 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan, yang terjadi di kawasan IUPHHK-HTI PT Inhutani I Gowa-Maros, Desa Belapunranga, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. FT akan dikenakan pidana penjara maksimum 10 tahun dan denda maksimum Rp 5 Miliyar.*



BAGIKAN

BERI KOMENTAR