Jumat, 23 Oktober 2020
News & Nature

Puluhan Jerat Harimau hingga Landak Dibongkar

Selasa, 15 September 2020

Tim Cyber Patrol Gakkum KLHK akan menyelidiki jerat di TN Bukit Tiga Puluh tersebut melalui analisis forensik untuk mengungkap pemiliknya

img-20200914-wa0016.jpg
Gakkum KLHK

TIM Gabungan dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Penegakkan Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bersama Balai Taman Nasional Bukit Tiga Puluh berhasil menemukan dan mengamankan 24 jerat yang dipasang pemburu untuk menangkap satwa dilindungi di dalam kawasan taman nasional tersebut.

"Tim berhasil menemukan 22 jerat aktif dan 2 jerat nonaktif. Jerat-jerat berbeda-beda tergantung satwa sasaran, seperti jerat untuk harimau, untuk kijang, untuk kancil, untuk babi hutan, landak dan burung," ungkap Direktur Pencegahan dan Pengamanan Hutan, Sustyo Iriyono, Sabtu (12/9/2020).

________________________________________________________________________

BACA JUGA: Cyber Patrol Gakkum KLHK Ungkap Penjual Cula Badak

________________________________________________________________________

Menurut Sustyo, operasi yang dilakukan sejak 27 Agustus sampai 7 September 2020 ini dilakukan sebagai  salah satu upaya untuk mengamankan kawasan konservasi dan melindungi satwa yang dilindungi dari perburuan ilegal.

“Pada waktu yang lalu terdapat harimau dan gajah mati akibat jerat dan perburuan. Ditjen Gakkum beberapa kali mengungkap kasus perdagangan ilegal satwa dan bagian tubuh satwa liar dilindungi. Operasi pembersihan jerat ini adalah upaya penyelamatan satwa.”

Sustyo mengungkapkan, tim Operasi Gabungan yang terbagi enam kelompok – sesuai dengan data dan informasi dari operasi intelijen – menyisir lokasi target enam resort wilayah pengelolaan TN Bukit Tiga Puluh, selama 12 hari dari 27 Agustus sampai 7 September 2020.  “Di samping di Jambi dan Riau. Kami juga melakukan pembersihan jerat di berbagai lokasi lainnya.”

Jerat-jerat itu saat ini diamankan di Kantor Balai TN Bukit Tiga Puluh. Tim Cyber Patrol akan menyelidiki jerat-jerat melalui analisis forensik untuk mengungkap pemilik jerat-jerat itu. Operasi seperti ini perlu untuk mencegah kematian dan kehilangan satwa liar.

Halaman selanjutnya: memetakan jaringan...

Halaman:  12

BAGIKAN

BERI KOMENTAR