Jumat, 7 Agustus 2020
News & Nature

Pipa Rokok Gading Gajah adalah Hasil Kejahatan

Senin, 8 Juni 2020

Seorang penjual di Garut yang ditangkap Gakkum KLHK menawarkan harga satu pipa rokok bisa mencapai Rp 4,5 juta

aedbbbb3-1aab-4d6b-90bd-66c37faa06cf.jpg
Gakkum KLHK

GARUT -- Jika Anda menyimpan pipa rokok dari gading gajah sumatera (Elephas maximus) yang termasuk satwa dilindungi, bisa jadi benda tersebut adalah hasil kejahatan lingkungan. 

"Perdagangan satwa dilindungi adalah kejahatan luar biasa,” kata Sustyo Iriyono, Direktur Pencegahan dan Pengamanan Hutan, Direktorat Jenderal Penegakkan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Jumat (5/6/2020). 

Peringatan Sustyo tersebut dikeluarkan setelah tim Operasi Peredaran Tumbuhan dan Satwa Liar Ditjen Gakkum, mengamankan RGK (40 tahun) warga Desa Padaasih, Kecamatan Pasir Wangi, Kabupaten Garut. RGK kedapatan memilik tiga pipa rokok yang terbuat dari gading gajah sumatera, sehari sebelumnya. 

_______________________________________________________________________

BACA JUGA: Kantong Semar Diincar Jaringan Internasional

_______________________________________________________________________

Bukan sekadar melihat dari jumlahnya semata, kejahatan lingkungan, kata Sustyo, kejahatan lingkungan melibatkan banyak aktor dan bahkan aktor antarnegara, dan "Bernilai ekonomi tinggi, yang serupa dengan kejahatan narkoba dengan sel jejaring yang terputus-putus," katanya.

Penahanan RGK merupakan hasil pengembangan kasus penangkapan PE pemilik gading gajah di Pekanbaru oleh BBKSDA Riau, akhir Februari 2020. Melalui penyidikan diketahui PE akan mengirim gading gajah kepada RGK.

 

Tim membawa RGK dan barang bukti ke Pos Gakkum KLHK di Kota Bandung dan kemudian memeriksa RGK. Tim memastikan pipa rokok terbuat dari gading gajah sumatera (Elephas maximus) melalui uji forensik sebelum melanjutkan proses penyidikan.

RGK mengaku akan menjual tiga pipa rokok, yang terbuat dari gading gajah sumater berukuran 18 cm, 12 cm dan 10 cm, dengan harga berkisar antara Rp 500 ribu – Rp 4,5 juta. RGK mengaku hanya memiliki dua pipa rokok, pipa rokok gading gajah satunya itu titipan temannya yang akan dijual lagi. RGK mendapatkan pipa rokok gading gajah dari beberapa pihak di Garut.

RGK akan didakwa melanggar Pasal 21 Ayat 2 Huruf d Jo. Pasal 40 Ayat 2 Undang-Undang No 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya alam Hayati dan Ekosistemnya, dengan ancaman hukum pidana penjara maksimum 5 tahun dan denda maksimum Rp 100 juta.

Burung disita

Di Kecamatan Lengkong berdasarkan informasi dari masyarakat, Garut, Tim Ditjen Gakkum juga mengamankan 10 ekor burung dilindungi milik seorang ibu berumur 70 tahun.

Sepuluh ekor burung dilindungi itu terdiri dari  Kakatua jambul kuning (Cacatua sulphurea) sebanyak 3 ekor, Nuri kepala hitam (Lorius lory) sebanyak 4 ekor, Bayan merah (Eclectus roratus) sebanyak 1 ekor, dan Nuri kepala merah (Eos borneo) sebanyak 2 ekor.

_______________________________________________________________________

BACA JUGA: Melepas Elang, Tak Semata Membuka Kandang

_______________________________________________________________________

Pemilik mengaku burung-burung itu pemberian atau titipan anak-anaknya yang mereka perolah dari pasar burung di Jakarta dan Garut.

Tim mengamankan dan menitip-rawatnya seluruh burung di Lembaga Konservasi Cikembulan Garut melalui BBKSDA Jawa Barat. Tim juga melanjutkan pengumpulan data dan informasi penjualan burung dilindungi di Kabupaten Garut dan Jakarta.*



BAGIKAN

BERI KOMENTAR