Rabu, 29 September 2021
News & Nature

Perkuat Ketahanan Pangan Keluarga dengan Kelor

Selasa, 14 September 2021

Bersinergi dengan PLN Peduli, UMKM dan Pemerintah Daerah, BP2TSTH Kuok Gelar Pelatihan Peningkatan Ketahanan Pangan unutk Kelompok Wanita Tani

6050ba15-89bf-4009-9ef6-d829137582eb.jpg
Dok. BP2TSTH

Balai Litbang Teknologi Serat Tanaman Hutan (BP2TSTH) Kuok menyelenggarakan pelatihan pelatihan peningkatan ketahanan pangan Kelompok Wanita Tani (KWT) melalui budidaya dan industri rumah tangga berbasis tanaman kelor, Kamis dan Jumat (11-12/9/2021).  

Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama antara Corporate Social Responsibility (CSR) PLN Peduli, Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Dapur Aru dan BP2TSTH, serta bersinergi dengan program daerah Kabupaten Kampar melalui Dinas Ketahanan Pangan untuk menciptakan kemandirian pangan dari rumah tangga.
“Bagi BP2TSTH, kemitraan ini merupakan realisasi tugas dan fungsi pokok kami dalam memenuhi kebutuhan lokal daerah khususnya Kabupaten Kampar,” kata Kepala BP2TSTH, Priyo Kusumedi pada saat pembukaan kegiatan di Taman Diskusi Selulosa yang dilakukan dengan penekanan protokol kesehatan ketat.

Peserta yang mengikuti kegiatan ini berjumlah 40 orang yang merupakan anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) dan koordinator penyuluh di kecamatan Kuok dan Salo, Kabupaten Kampar. “Terimakasih atas alokasi waktu untuk semua yang hadir dan berpartisipasi pada kegiatan pelatihan hingga esok hari. Silahkan serap ilmu terkait teknologi budidaya dan teknologi pengolahan produk turunan kelor dari para peneliti kami,” ujar Priyo.

Priyo menjelaskan bahwa salah satu bentuk kontribusi Litbang Kuok untuk mendukung kegiatan Pemda yaitu dengan melaksanakan kegiatan sesuai dengan kebutuhan daerah. “Kegiatan pelatihan ini merupakan bentuk pemberdayaan KWT yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman KWT dan penyuluh tentang manfaat kelor, meningkatkan kemampuan dan keterampilan masyarakat dalam budidaya dan pengolahan bahan makanan berbasis kelor, dan dalam jangka panjang diharapkan bisa meningkatkan ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat melalui makanan bergizi tinggi serta meningkatkan IRT berbasis kelor yang mempunyai potensi untuk dikembangkan lebih lanjut,” paparnya.

_________________________________________________________________

BACA JUGA: 

Tanaman Sumber Warna Biru untuk Kain

 

_________________________________________________________________

Program Pemerintah Daerah Kabupaten Kampar yang dipelopori oleh Dinas Ketahanan Pangan terkait kemandirian pangan adalah Ocu Mapan (Optimalisasi Cara Untuk Mandiri Pangan) yang diluncurkan oleh Bupati Kampar pada triwulan pertama tahun 2020 yang lalu. “Pelatihan ini tidak hanya memberi pengetahuan tapi akan menghasilkan keterampilan, maka mohon diikuti dengan serius. Ibu-ibu sekalian nantinya akan menjadi agen perubahan ditengah masyarakat yang mana akan menyebar luaskan ilmu dan teknologi pengolahan kelor,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kampar, Ir. H. Cokroaminoto MM.

“Ocu mapan sendiri dalam implementasinya mengupayakan optimalisasi lahan, pelaku dan teknologi. Jika selama ini cenderung pada komoditi tanaman semusim namun dengan potensi kelor akan semakin komplit. Disamping itu dalam perspektif nutrisi kelor ini memenuhi standar gizi pangan hingga dapat diandalkan untuk mandiri pangan dari skala rumah tangga,” papar Cokro.

Manajer Perizinan dan Komunikasi Unit Induk Pembangunan PLN Sumatera Bagian Tengah, Ishra Khalilur Rachman menyatakan antusiasme dan harapan dampak positif setelah selesai kegiatan kerjasama tersebut. “Kerjasama kita ini berbasis pemberdayaan masyarakat yang merupakan sinergi antara pelaksana riset dalam hal ini BP2TSTH, Dapur Aru sebagai mitra dan PLN sebagai penyandang dana. Menjadi luar biasanya ketika program kerjasama kali ini turut mendukung program pemerintah daerah, khususnya Kabupaten Kampar. Pelibatan ibu-ibu tangguh yang bernaung di KWT merupakan pemberdayaan secara personal hingga perekonomian dimulai dari rumah tangga,” kata Ishra.

Pemilik UMKM Dapur Aru, Nurhidayah Sari yang mengatakan peran strategis yang diambil oleh usaha miliknya dalam mengkampanyekan hidup sehat melalui makanan yang kaya gizi dari olahan kelor. “Sebagai mitra, Dapur Aru menjalankan strategi untuk mengkampenyakan hidup sehat melalui makanan kaya nutrisi yang diperoleh dari kelor. Teknisnya kami hadir kegiatan Ibu-ibu PKK yang mana menjelaskan khasiat kelor hingga mengajarkan cara pengolahan menu dengan tambahan tepung kelor,” katanya. 

Kegiatan pelatihan yang dilakukan selama dua hari ini mengkolaborasikan antara teori dan praktik. Silabus yang diacu mengakomodir teknologi budidaya dan teknologi pengolahan produk-produk turunan berbasis kelor. Bertindak sebagai narasumber dan instruktur adalah peneliti dan teknisi terkait lingkup BP2TSTH . 

Peneliti Silvikultur Litbang Kuok, Hery Kurniawan S.Hut M.Sc menuturkan potensi tanaman kelor yang relatif mudah untuk dibudidayakan. “Untuk tahap awal, kita harus meluruskan persepsi tentang cerita mistis yang ada pada tanaman ini. Sesungguhnya tanaman ini adalah tanaman dengan segudang khasiat yang mampu menyokong asupan gizi harian keluarga kita. Tanaman dari keluarga polong-polongan ini, mudah untuk dibudidayakan bahkan sebagai tanaman perkarangan” ucap peneliti dengan kepakaran silvikultur ini. 

“Kami juga pada tahun ini melakukan penanaman kelor pada lahan gambut. Allhamdulillah sudah beberapa bulan setelah tanam, tanaman ini menunjukkan tren pertumbuhan yang baik. Faktanya sudah kita peroleh, maka tinggal keseriusan kita untuk menanam hingga memeliharanya agar subur dan dapat dipanen” terangnya melengkapi. 

Kolaborasi lintas sektor ini tentunya akan menghasilkan sesuatu yang bernilai positif dan diharapkan mampu memberikan efek domino. Peran strategis yang dijalan akan melengkapi satu sama lain hingga luaran yang berdampak nyata dan aplikatif dapat dengan mudah diadopsi oleh masyarakat. Kemandirian pangan ideal dimulai dari rumah tangga. Kecukupan nutrisi yang meliputi kualitas hingga kuantitas asupan dapat dikreasikan dari perkarangan rumah. 

Kabupaten Kampar yang dikenal sebagai bumi sari madu tentunya membaca peluang tersebut melalui pencanangan program ocu mapannya. Membangun negeri melalui kemandirian pangan untuk generasi mendatang yang sehat dan cerdas.*



BAGIKAN

BERI KOMENTAR