Jumat, 3 Juli 2020
News & Nature

Penyidikan Pembalakan Liar di Sulsel Tuntas

Sabtu, 18 April 2020

Balai  Gakkum Sulawesi dan jaksa peneliti Kejati  Sulsel, akan  melakukan menyerahkan tersangka dan barang bukti ke Kejaksaan Negeri  Malili

752eac32-de11-44b4-a16f-65560d8ee015.jpg

Makassar – Berkas perkara pelaku pembalakan liar di kawasan hutan lindung dengan tersangka AM alias Jaya telah dinyatakan lengkap atau P21 oleh Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan. Penyidik Seksi I Wilayah Makassar Balai Penegakkan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wilayah Sulawesi akan menyerahkan tersangka dan barang bukti kepada pihak kejaksaan.

“Penyidikan terhadap kasus penebangan ini merupakan hasil operasi penegakan hukum antara Balai Gakkum Sulawesi, KPH Kalaena dan Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Selatan. Operasi gabungan ini merupakan sinergitas antara pemerintah daerah dengan pusat di provinsi Sulawesi Selatan,” kata Kepala Seksi Wilayah I Balai Gakkum Sulawesi, Muhammad Amin di Makassar, Jumat (17/4/2020).

_______________________________________________________

Baca juga: Dua Pelaku Illegal Loging di Sarolangun Ditangkap

_______________________________________________________

Pada tahap berikutnya, penyidik  Balai  Gakkum Sulawesi bersama dengan jaksa peneliti Kejaksaan Tinggi  Sulawesi Selatan, akan  melakukan kegiatan tahap kedua yaitu penyerahan tersangka dan barang bukti ke Kejaksaan Negeri  Malili di Kabupaten Luwu Timur Provinsi Sulawesi Selatan.  "Jadwal tahap kedua akan dikomunikasikan," ujar Muhammad Amin.

Sebelumnya, tim operasi Gakkum KLHK  mengamanankan pelaku berserta barang bukti, pada saat itu pelaku sedang menebang pohon didalam Kawasan hutan Lindung tanpa ijin pejabat pada 8 Februari 2020 lalu. Tim mengamankan pelaku beserta barang bukti ke Balai Gakkum Sulawesi di Makassar untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Dalam kejadian ini, tersangka tidak bekerja sendiri. Penyidik kemudian memeriksa dan mengumpulkan alat bukti kepada pelaku lain, hingga ditemukan aktor intelektual dalam pembalakan liar ini.

“Aktor intelektual berinisial RL, saat ini juga telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini  dan berkas perkara telah serahkan ke JPU untuk diteliti lebih lanjut,” tegas Muhammad Amin.

_____________________________________________________

Baca juga: Pembalakan Liar Manembo-nembo Siap Disidangkan

_____________________________________________________

Kepala Balai Gakkum LHK Wilayah Sulawesi, Dodi Kurniawan mengucapkan terimakasih kepada semua tim yang terlibat dalam penangangan kasus ini. Keberhasilan ini merupakan kerjasama dan sinergitas antara KPH Kalaena Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Selatan, Polda Sulawesi Selatan, Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, BPKH Wilayah Sulawesi, Pengadilan Negeri Malili  dan Rutan Kelas 1 Makassar.

“Perkembangan lebih lanjut terhadap tersangka lain yang terlibat diharapkan dapat segera dituntaskan untuk memberikan kepastian hukum dan efek jera bagi pelaku yang terlibat,” tutup Dodi.

Penyidik Balai Gakkum Sulawesi menjerat tersangka AM alias Jaya dengan pasal berlapis, yaitu pasal 78 dan pasal 82 Undang-undang RI No 41 Tahun 1999 Tentang Kehutanan. Digunakan pula Undang-Undang No. 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan KUHP dengan ancaman pidana paling lama sepuluh tahun dan pidana denda sebanyak lima miliar rupiah dan atau pidana paling singkat satu tahun dan paling lama lima tahun serta pidana denda.*



BAGIKAN

BERI KOMENTAR