Selasa, 15 Juni 2021
News & Nature

Pengembangan Kelor Dukung Ketahanan Pangan

Kamis, 29 April 2021

Peningkatan Ketahanan Pangan Masyarakat Melalui Budidaya dan  Industri Rumah Tangga Berbasis Tanaman Kelor (Moringa oleifera) Guna Mendukung Program Optimalisasi Cara Untuk Mandiri Pangan (Ocu Mapan)

b0183b02-f38a-4c81-99cb-9e4235a0bb28.jpg
Dok. BP2TSTH Kuok

PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Tengah (UIP Sumbagteng) menyalurkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) kepada Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Serat Tanaman Hutan (BP2TSTH) Kuok untuk mendukung program unggulan Kabupaten Kampar, Ocu Mapan (Optimalisasi Cara Untuk Mandiri Pangan).

Secara simbolis, penyerahan dana CSR dilakukan oleh Budi Warman selaku  Asisten Manajer Komunikasi dan Arie Sudoko selaku PIC CSR PLN UIP Sumbagteng kepada Priyo Kusumedi, Kepala Balai BP2TSTH Kuok di Taman Diskusi Selulosa, Rabu (28/04).

Dana CSR ini dialokasikan untuk kegiatan Program Pemberdayaan Masyarakat dengan tema Peningkatan Ketahanan Pangan Masyarakat Melalui Budidaya dan  Industri Rumah Tangga Berbasis Tanaman Kelor (Moringa oleifera) Guna Mendukung Program “Ocu Mapan”

___________________________________________________________

BACA JUGA:

Visi Besar dari Langkah Awal Kampung Taxus

___________________________________________________________

Dalam sambutannya, Priyo mengucapkan terimakasih karena proposal yang diusulkan BP2TSTH disetujui oleh PT PLN. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan salah satu bagian dari tugas BP2TSTH Kuok untuk melaksanakan kegiatan sesuai kebutuhan daerah disamping melaksanakan tugas dan fungsi lainnya sesuai Permen LHK no 20 Tahun 2016.

“Melalui kegiatan ini diharapkan BP2TSTH dapat memberikan kontribusi ke daerah yang bisa dimanfaatkan masyarakat sekitar. Semoga kolaborasi ini tidak berhenti di sini tapi berlanjut tahun depan dan bisa bersama sama membantu program unggulan Pemda Kampar yaitu Ocu Mapan,” ungkapnya.

“Beberapa IPTEK hasil litbang yang bisa diterapkan untuk pemberdayaan masyarakat dan menambah pendapatan petani cukup banyak yang bisa disinergikan dengan program Ocu Mapan, misalnya Iptek perlebahan, budi daya kelor dan diversifikasi produk dll. sehingga bisa diharapkan bisa diimplementasikan di lahan-lahan masyarakat di Kab. Kampar,” lanjut Priyo

Priyo menjelaskan bahwa kegiatan ini akan fokus pada pelatihan, pendampingan, dan pembinaan kelompok tani dan UMKM, serta pemberian bantuan bibit kelor dan koloni lebah trigona/kelulut. Diharapkan hasil akhir dari kegiatan ini adalah karya tulis ilmiah berupa buku yang komprehensif tentang budidaya, diversifikasi produk, dan kelayakan usaha.

___________________________________________________________

BACA JUGA:

Jendela Hutan Arboretum Kuok

___________________________________________________________

Selaras dengan hal tersebut, Cokroaminoto, Kadis Ketahanan Pangan Kab. Kampar juga menyampaikan terimakasih kepada BP2TSTH dan PLN Berbagi yang mau membantu Program Ocu Mapan. Beliau menjelaskan istilah Ocu Mapan yang diambil dari kearifan lokal masyarakat Kampar.

“Ocu merupakan panggilan masyarakat Kampar sedangkan mapan merupakan kondisi seseorang yang sudah memenuhi kebutuhan ekonominya. Dari segi program, Ocu Mapan merupakan singkatan dari Optimalisasi Cara Untuk Mandiri Pangan, yang dapat dilakukan melalui optimalisasi pemanfaatan lahan, SDM, dan teknologi,” ujarnya.

Selain Ocu Mapan, Cokroaminoto juga menyampaikan beberapa program unggulan Kabupaten Kampar lainnya untuk pengendalian inflasi dan stunting seperti Tancap Ban Gas (Gerakan Tanaman Cabai, Bawang dan Unggas) dan Hatinya PKK (Halaman Asri Teratur Indah dan Nyaman).

“Alhamdulillah, Kabupaten Kampar mendapat juara 1 dalam hal inovasi pengendalian stunting di Riau, salah satunya melalui program Ocu Mapan. Harapan ke depannya, CSR untuk BP2TSTH dilanjutkan dan Dinas Ketahanan juga mendapat dana CSR dari PT PLN,” ujarnya.

Budi Warman menyampaikan bahwa PT PLN terbagi menjadi 4 (empat) unit, pegusahaan, pembangkitan, penyaluran dan pembangunan. “Unit Sumbagteng ini merupakan unit pembangunan. Salah satu contoh kegiatannya adalah membangun sutet. Dana CSR ini umumnya diberikan kepada masayarakat yang terkena dampak pembangunan sutet ini," ungkap Budi

Budi juga mengucapkan terimakasih kepada Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kampar atas kehadirannya dan Kepala BP2TSTH yang sudah memfasilitasi kegiatan ini.

“CSR ini merupakan bagian dari kegiatan PLN untuk mendukung kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat. Beberapa program CSR PT PLN diantaranya berupa bantuan pelayanan masyarakat atau kepentingan umum, dan bantuan untuk menunjang kemandirian masyarakat diantaranya melalui bantuan UMKM. Jadi menggapai permintaan dari Pak Kadis untuk membantu Kabupaten Kampar, PLN tentu bisa membantu program Ocu Mapan selama ada proposal usulan yang selaras dengan program CSR PLN.”

Budi berharap agar CSR PT PLN dapat bersinergi dengan BP2TSTH Kuok dan Dinas Ketahan Pangan untuk membantu program Ocu Mapan yang merupakan program unggulan Kabupaten Kampar.

Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan foto bersama dan penyerahan secara simbolis CSR PLN Peduli kepada BP2TSTH Kuok. Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi untuk membahas teknik pelaksanaan program tersebut.

Acara ini dihadiri Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kampar, Cokroaminoto selaku penggagas program Ocu Mapan, perwakilan UMKM Binaan BP2TSTH Kuok, Dapur Aru, perwakilan UIP Sumbagteng, CSR PLN Peduli serta para pelaksana kegiatan BP2TSTH Kuok.  (Opik Taupik Akbar)***



BAGIKAN

BERI KOMENTAR