Jumat, 23 Oktober 2020
News & Nature

Opsgab Hancurkan Pembalakan Hutan Sungai Gelam

Selasa, 8 September 2020

Penghancuran kayu dan sarana prasarana dilakukan untuk mencegah kembalinya pelaku serta memberikan dampak kerugian terhadap pemodal pembalakan liar

4ca48e06-f793-45f5-9bc0-27e94824b694.jpg
Gakkum KLHK

DENGAN kekuatan 100 personel, tim operasi gabungan (Opsgab) menghentikan dan menghancurkan fasilitas pembalakan liar di salah satu okasi terbesar kegiatan pembalakan liar di Kawasan Hutan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi.

Tim Gabungan berkekuatan 100 personil berhasil mengamankan 3 (tiga) orang pelaku dan menghancurkan ±50 m3 kayu ilegal serta sarana prasarana yang digunakan pelaku pembalakan liar. Lokasi operasi merupakan salah satu lokasi terbesar kegiatan pembalakan liar di Jambi dan wilayah yang sangat rawan kebakaran hutan.

Operasi diawali koordinasi antara Direktur Pencegahan dan Pengamanan Hutan, Komandan Korem 042 Garuda Putih, Kadis Kehutanan Provinsi Jambi dan Waka BINDA Jambi untuk menyelamatkan sumber daya alam Jambi khususnya dari pembalakan liar serta antisipasi kebakaran hutan dan lahan.

__________________________________________________________________________

BACA JUGA: CA Mandor Dibersihkan dari Pertambangan Ilegal

__________________________________________________________________________

Operasi dilaksanakan pada tanggal 1 September 2020 dan akan berlangsung selama 10 hari, tim gabungan dilepas dalam Apel yang dipimpin oleh Danrem Garuda Putih 042 Brigjen TNI M. Zulkifli.

Dalam kondisi medan yang berat, bergambut dan hujan, Tim opsgab melakukan penyergapan dan menemukan tiga orang pelaku di lapangan. Ketiga pelaku selanjutnya diamankan ke Mako SPORC KLHK Brigade Harimau di Jambi untuk dilakukan pemeriksaan dan permintaan keterangan oleh PPNS Gakkum LHK dan PPNS Dishut Prov. Jambi.

Selain mengamankan pelaku, Tim Opsgab menghancurkan kayu hasil pembalakan liar yang ditemukan sekitar 50 m3 dalam bentuk log dan kayu balok. Sarana prasarana pembalakan liar berupa rel pengangkutan kayu sepanjang 2 Km, jembatan akses pembalak liar, dan 20 pondok kerja juga dihancurkan. Penghancuran kayu dan sarana prasarana dilakukan untuk mencegah kembalinya pelaku serta memberikan dampak kerugian terhadap pemodal pembalakan liar.

Sustyo Iriyono, Direktur Pencegahan dan Pengaman Hutan Gakkum KLHK mengatakakan bahwa untun kepentingan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut, Tim Opsgab juga mengamankan 8 meter kubik kayu balok serta alat pembalakan liar berupa chainsaw dan peralatan lainnya yang terkait dengan pelaku yang diamankan.

“Kegiatan operasi ini merupakan upaya penyelamatan SDA di wilayah Sumatera khususnya Prov. Jambi, karena hasil monitoring kami, lokasi operasi yang berada di perbatasan Jambi dan Sumsel merupakan wilayah yang sangat rawan pembalakan liar dan karhutla.”

“Operasi di hulu ini merupakan lanjutan setelah operasi di hilir yang kami lakukan di industri penampung Kota Tangerang pada bulan Agustus lalu, saat ini dan ke depan kami akan terus melakukan operasi-­operasi di kawasan hutan yang menjadi sumber kayu ilegal,” tambah Sustyo.

Halaman selanjutnya: buru pemodal...

Halaman:  12

BAGIKAN

BERI KOMENTAR