Jumat, 7 Agustus 2020
News & Nature

Kronologis Banjir Bandang Bondowoso

Jumat, 31 Januari 2020

Penjelasan BBKSDA Jawa Timur

banjir.jpeg
ksdae.menlhk.go.id
Petugas membersihkan lumpur dampak banjir bandang di Desa Sempol

Sidoarjo -- Banjir bandang menerjang Desa Sempol, Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Rabu (29/1/2020). Dalam siaran pers yang dirilisnya, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur menyebutkan, sebelum terjadi bencana sampai dengan datangnya air, kondisi cuaca di Desa Sempol cerah dan tidak terjadi hujan. 

Banjir di Desa Sempol mulai terjadi sekitar pukul 14.00 WIB dan surut sekitar pukul 16.00 WIB. Air yang datang dan menyebabkan banjir di Desa Sempol berasal dari sebelah barat Desa Sempol yang mengalir ke arah timur. Air diperkirakan berasal dari Gunung Jampit, Malabar dan Suket yang berada di sebelah barat Desa Sempol. 

Baca Juga: Terus Upayakan Solusi Terbaik Atasi Banjir

Dari ketiga lokasi tersebut, air mengalir dan bertemu pada titik pertemuan aliran di jalan depan Posramil Sempol. Seharusnya air mengalir menuju satu sungai. Tapi karena banyaknya material lumpur dan ranting pohon, mengakibatkan air meluap ke perkampungan.  Air membawa material lumpur sedimentasi dan ranting serta cabang pohon dengan ukuran paling besar sebesar paha orang dewasa. Patahan cabang dan ranting tersebut merupakan cabang dan ranting kering dan tidak dilihat adanya tanda potongan atau gergajian.

Lokasi Desa Sempol secara topografi berada pada lembah antara komplek Pegunungan Ijen dan Raung. Dalam suatu kawasan pegunungan tersebut terdapat beberapa gunung dengan nama masing-masing. Berdasarkan informasi tersebut dapat dipastikan asal air yang menyebabkan banjir bandang di Desa Sempol dari komplek pegunungan Raung, tepatnya dari kawasan Gunung Jampit, Malabar dan Suket. 

Baca Juga: 120 Partisan Siap Ambil Bagian di Ijen Rijik

Informasi dari lokasi, pada kawasan tersebut diguyur hujan dengan intensitas cukup berat, meskipun pada peta potensi curah hujan yang dirillis BMKG tertanggal 29 Januari 2020 pukul 13.40 pada lokasi tersebut tidak menunjukkan adanya potensi hujan. Ketiga lokasi tersebut berdasarkan status kawasan adalah hutan lindung dan hutan produksi. Pada akhir tahun 2019 pada kawasan tersebut terjadi bencana kebakaran hutan yang cukup besar, seperti di kawasan CA dan TWA Kawah Ijen. Berdasarkan informasi masyarakat kejadian tersebut memang rutin terjadi. Namun kejadian kali ini memang lebih besar dari tahun-tahun sebelumnya.

Selain itu, berdasarkan peta topografi yang di-overlay dengan peta kawasan hutan, Desa Sempol berada di sebelah barat kawasan CA dan TWA Kawah Ijen. Tidak benar berita yang menyatakan bahwa air tersebut berasal dari kawasan Gunung ijen (CA/TWA Kawah Ijen), namun berasal dari kawasan Pegunungan Raung yang berada di sebelah barat Desa Sempol. 

Baca Juga: Terobosan Tata Kelola Ekowisata di Kawah Ijen

Berdasarkan informasi dari petugas Resort Konservasi Wilayah 18 Kawah Ijen BBKSDA Jatim bahwa mulai sekitar pukul 12.00 WIB terdengar petir berkali-kali dari sebelah barat kawasan CA/TWA Kawah Ijen. Di kawasan Paltuding (CA/TWA Kawah Ijen) mulai sekitar pukul 14.00 WIB sampai sekitar pukul 15.00 WIB baru terjadi hujan dengan intensitas ringan (gerimis) dengan frekuensi berselang seling (sebentar gerimis dan sebentar reda). Jarak antara CA/TWA Kawah Ijen ke Desa sempol relatif jauh, sekitar 17 KM dan masih melalui beberapa lembah dan bukit.

Penduduk berupaya membersihkan sisa material banjir yang masuk ke pemukiman, kondisi jalan bisa dilalui dan dihimbau dengan berhati-hati dan kecepatan rendah karena jalan masih tertutup lumpur. Belum diterima laporan adanya korban jiwa dalam bencana banjir bandang tersebut. Kerugian materiil berupa kerusakan beberapa bangunan rumah dan ternak masyarakat yang terseret banjir bandang.
 




BAGIKAN

BERI KOMENTAR