Komitmen Indonesia Penuhi Target Aksi Mitigasi dan Adaptasi Iklim

Rabu, 8 Juni 2022

Target utama fokus pada upaya mengurangi deforestasi dan degradasi hutan. Meski tantangannya cukup berat, kita akan terus bekerja meletakkan pondasi pembangunan lingkungan berprinsip sustainability

8d657f63-61eb-4e4b-a027-aec9bee74489.jpg
Dok BSILHK

PEMERINTAH Indonesia menegaskan komitmennya untuk menjaga kepentingan penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sesuai target Nasional. Hal ini disampaikan oleh Staf Ahli Menteri LHK Bidang Energi, Prof. Winarni Monoarfa, saat membuka “Indonesia Climate Change Expo & Forum 2022”, seiring peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada 5 Juni 2022.

Bukti nyata komitmen Indonesia tersebut dituangkan dalam Dokumen Updated NDC dan dokumen Long-term Strategy on Low Carbon and Climate Resilience 2050 (LTS-LCCR 2050). “Dokumen LTS-LCCR merupakan dokumen informasi yang berfungsi sebagai pedoman dalam implementasi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim serta komitmen NDC lima tahunan selanjutnya,” jelas Winarni saat mewakili Sekretaris Jenderal KLHK di Jakarta, Senin (06/06/2022).

Selain itu, penerbitan  Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 168 Tahun 2022 tentang FOLU Net Sink 2030 pada tanggal 24 Februari 2022, sebagai tindak lanjut Perpres 98 Tahun 2021, menegaskan kontribusi dari sektor Hutan dan Penggunaan Lahan lainnya (Forest and Other Land Use/FOLU). Kedua kebijakan ini akan terus bergerak memenuhi target aksi mitigasi dan adaptasi iklim.

Winarni juga menerangkan bahwa pelaksanaan FOLU Net Sink 2030 akan menerapkan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan, melalui pengelolaan hutan lestari, serta tata kelola lingkungan dan tata kelola karbon (Sustainable Forest Management, Environmental Governance dan Carbon Governance).

”Target utama fokus pada upaya mengurangi deforestasi dan degradasi hutan. Meski tantangannya cukup berat, kita akan terus bekerja meletakkan pondasi pembangunan lingkungan berprinsip sustainability, yang telah menjadi tuntutan masyarakat/publik dalam upaya pembangunan sosio-ekonomi untuk kebutuhan masa kini, tanpa mengorbankan kebutuhan generasi mendatang dengan memelihara kelangsungan daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup,” lanjutnya.

Diawali oleh tarian tradisional Betawi dan dihadiri oleh para aktivis dan pemangku kepentingan bidang lingkungan hidup dan kehutanan, pembukaan expo ini juga menghadirkan Seminar 50 Tahun Hari Lingkungan Hidup Sedunia dengan tema “Only One Earth”. Acara dipandu Arief Yuwono (Tenaga Ahli Bidang Kebijakan Luar Negeri KLHK), dan turut hadir sebagai narasumber yaitu Sarwono Kusumaatmadja (Ketua Dewan Pertimbangan Perubahan Iklim), Drasospolino (Ditjen PHL), dan Prof. Hadi S. Alikodra (Guru Besar IPB).

Sebagaimana diketahui Hari Lingkungan Hidup Sedunia (World Environment Day) ditetapkan oleh Majelis Umum PBB dari peristiwa Konferensi Stockholm, Swedia pada tanggal 5-6 Juni tahun 1972. Pada tahun 1974, Hari Lingkungan Hidup sedunia pertama kali diperingati, dan tahun ini berlangsung pertemuan internasional Stockholm+50 di Swedia, yang mengundang Kepala Negara dan Menteri Lingkungan Hidup sedunia, dengan fokus pada Living Sustainably in Harmony with Nature. Tahun ini, Indonesia juga memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia dengan mengambil tema “Satu Bumi untuk Masa Depan”.

Tidak lupa Menteri LHK Siti Nurbaya juga turut menghadiri pertemuan tersebut. Hal ini sesuai dengan arahan Presiden Jokowi untuk selalu menjaga aspek lingkungan dalam setiap upaya pembangunan, begitu pula dengan melakukan upaya pemulihan lingkungan serta penataan keadilan akses sumber daya lahan bagi masyarakat luas. Dalam video singkat yang ditayangkan saat acara, Menteri LHK Siti Nurbaya berpesan agar kegiatan Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2022, menjadi momen penting untuk terus menumbuhkan, meningkatkan kesadaran dan kepedulian semua pihak, untuk terus memperbaiki dalam berperilaku adil terhadap lingkungan dan ramah iklim.

Perhelatan “Indonesia Climate Change Expo & Forum 2022 in Conjuction With Indonesia Youth Climate Summit” akan terus berlangsung sampai 8 Juni 2022 di Auditorium Manggala Wanabhakti Jakarta. Selain pameran, talkshow dan dialog, berbagai edutainment  hingga peluncuran buku juga akan memeriahkan acara ini selama dua hari ke depan. (Mamay Maisaroh, S.Hut., M.Si/Pranata Humas Ahli Muda BSILHK-KLHK)



BAGIKAN

BERI KOMENTAR