Kamis, 29 Oktober 2020
News & Nature

Kerja Keras "Bersihkan" Taman Nasional Meru Betiri

Minggu, 27 September 2020

Upaya memulihkan keamanan kawasan hutan tidak hanya untuk kelestarian hutan dan isinya, tetapi juga untuk kesejahteraan masyarakat sekitar hutan

de121aa7-290f-4ace-9904-c297d9a6923b.jpg
Gakkum KLHK

OPERASI gabungan yang digelar Ditjen Gakkum bersama Balai Taman Nasional Meru Betiri bersama aparat kepolisian dan TNI bersama masyarakat "membersihkan" 14.600 hektare kawasan hutan Taman Nasional Meru Betiri. Kegiatan dalam payung Operasi Simpatik Pemulihan Keamanan Kawasan Hutan Taman Nasional Meru Betiri tersebut juga melakukan berbagai kegiatan sosial untuk masyarakat sekitar hutan. 

“Upaya memulihkan keamanan kawasan hutan tidak hanya untuk kelestarian hutan dan isi di dalamnya, tetapi juga untuk kesejahteraan masyarakat sekitar hutan,” kata Rasio Ridho Sani, Direktur Pencegahan dan Pengamanan Hutan di Jakarta, Jumat (18/9/2020).

_________________________________________________________________________________________

BACA JUGA: Bersama Menjaga Asa di Taman Nasional Kelimutu

_________________________________________________________________________________________

Ditjen Gakkum, bersama dengan Balai Taman Nasional Meru Betiri, Polres Banyuwangi, Polsek Glenmore, Polsek Kalibaru, Koramil Glenmore, Koramil Kalibaru, tokoh masyarakat dan pemuda Desa Karangharjo, menyapu jerat binatang, memasang papan himbauan/larangan di jalur rawan di Blok Pal I Jatian, Blok Pal I Durenan dan Blok Sumber Ayu (Resort Sumber Pacet), SPTN Wilayah III Kalibaru, dalam kawasan TN Meru Betiri. 

“Kami selalu mengedepankan upaya pre-emtif dan preventif untuk memulihkan keamanan kawasan hutan konservasi seperti kegiatan di Taman Nasional Meru Betiri ini, bukan berarti kami tidak akan menindak jika ada aktivitas ilegal di dalam kawasan konservasi,” kata Sustyo Iriyono.

Halaman selanjutnya: Pulihkan hutan untuk kesejahteraan...

Halaman:  12

BAGIKAN

BERI KOMENTAR