Jumat, 3 Juli 2020
News & Nature

Kantong Semar Diincar Jaringan Internasional

Jumat, 29 Mei 2020

Operasi tangkap tangan Ditjen Gakkum dan BKSDA Kalbar amankan 25 paket tanaman yang termasuk "Red List" IUCN

75da6bc8-6e3b-41a2-bcd9-23664455b1a8.jpg
Gakkum KLHK

Sekadau – Sebanyak 25 paket tanaman langka dan dilindungi, kantong semar spesies Nepenthes clipeata dan Nepenthes spp) yang akan dikirim ke luar negeri berhasil diamankan dalam operasi tangkap tangan Direktorat Jenderal Penegakkan Hukum bersama BKSDA Kalbar SKW II Sintang, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, di Sekadau, Kalimantan Barat, Rabu (27/5/2020).

“Ini pertama kali Gakkum KLHK menyidik kasus perdagangan tumbuhan dilindungi. Kami akan mengembangkan kasus ini, terutama menelusuri jaringan internasional penyelundupan tanaman dilindungi,” kata Sustyo Iryono, Direktur Pencegahan dan Pengamanan Hutan, Ditjen Gakkum KLHK.

________________________________________________________________

BACA JUGA: Dua Elang Langka Diselamatkan dari Pasar Online

________________________________________________________________

Kantong semar spesies Nepenthes clipeata termasuk tumbuhan karnivora endemik yang hanya tumbuh di Bukit Kelam, Sintang, Kalbar. IUCN (International Union for Conservation of Nature) pada tahun 2014 menetapkan Nepenthes clipeata yang tumbuh di celah-celah curam batuan granit ini dalam Red List sebagai critically endangered atau sangat berisiko punah.

Paket kantong semar yang berhasil diamankan/Gakkum KLHK

 

Tidak hanya 25 paket kantong semar langka yang diamankan. Terdapat beberapa tumbuhan lain yang berhasil diselamatkan, yaitu  satu paket Sonerila, satu paket Komalomena silver, Vilodendrum boceri, Labisia kura-kura, Alokasia silver.

Dalam OTT di Jalan Lintas Kalimantan Poros Tengah, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau, Provinsi Kalimantan Barat tersebut, Gakkum memeriksa RB (23) dan MT (32). Berdasarkan hasil pemeriksaan, penyidik KLHK menetapkan RB sebagai tersangka pemilik tumbuhan Nepenthes clipeata dan Nepenthes spp. Sedangkan MT (32) diperiksa sebagai saksi. Saat ini tersangka telah dititipkan ke Rumah Tahanan Polda Kalimantan Barat

Hasil penyidikan menunjukkan RB dan MT memasok tanaman langka tersebut kepada AC, seorang pemilik nursery di Taiwan. Nursery milik AC ini menjual berbagai jenis kantong semar yang berasal dari berbagai negara di Asia Tenggara.

________________________________________________________________

BACA JUGA: Gakkum KLHK jerat Aktor Intelektual Perusak Hutan

________________________________________________________________

Komunitas Suara Pelindung Hutan pernah melaporkan AC sebagai perambah dan penyelundup tumbuhan dilindungi di Indonesia. Berdasarkan pengakuan RB dan MT, tumbuhan dilindungi itu dijual Rp 500 ribu per pokok.

Pemeriksaan tersangka penyelundupan tanaman langka/Gakkum KLHK

RB dan MT sudah sejak 2017 mengambil kantong semar jenis Nepenthes clipeata dari Taman Wisata Alam Gunung Kelam. Kemudian mereka menjualnya secara online kepada pembeli dari luar Pulau Kalimantan, dan pembeli internasional antara lain dari Taiwan, Penang, Kuching, dan Kuala Lumpur.

Penyidik akan menjerat keduanya dengan Pasal 21 Ayat 1 Huruf a Jo. Pasal 40 Ayat 2 Undang-Undang No 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, dengan ancaman hukum pidana penjara maksimum 5 tahun dan denda maksimum Rp 100 juta.*



BAGIKAN

BERI KOMENTAR