Minggu, 9 Agustus 2020
News & Nature

Insinyur Berperan Tingkatkan Daya Saing

Minggu, 26 Juli 2020

Menteri Siti Nurbaya dan beberapa jajaran pejabat teras KLHK turut dikukuhkan sebagai Insinyur pada pengukuhan Program Profesi Insinyur

9e9af76a-d183-46d9-baef-a7ff3e2039be.jpg
BLI KLHK

BOGOR -- Insinyur memiliki peran penting dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia.  Untuk itu, seorang insinyur harus dapat bersaing di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi serta turut berperan dalam kompetisi global guna menciptakan sumberdaya manusia yang berkualitas.

"Seorang insinyur tidak hanya berperan dalam operasi dan pemeliharaan perangkat keras melainkan turut mengembangkan daya saing dan nilai tambah secara berkelanjutan di bidang industri," kata Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya pada pengukuhan Program Profesi Insinyur, di Bogor, Sabtu (25/7/2020).

_____________________________________________________________

BACA JUGA: Tantangan Inovasi Pemanenan Hasil Hutan

_____________________________________________________________

Pada acara yang terselenggara atas kerjasama Persatuan Insinyur Indonesia (PII) dengan IPB University tersebut, Menteri Siti, Sekretaris Jenderal KLHK Bambang Hendroyono, Kepala Badan Penelitian Pengembangan dan Inovasi KLHK, Agus Justianto serta beberapa pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama KLHK  turut hadir.

Menteri Siti Nurbaya yang juga dikukuhkan sebagai insinyur pada hari ini mengatakan memasuki periode kedua pemerintahan saat ini Presiden dan Wakil Presiden menetapkan program utama untuk melanjutkan program pembangunan di periode pertama, yakni agenda Sumber Daya Manusia (SDM) Unggul, Indonesia Maju.  

“SDM Unggul, Indonesia Maju, dimaksudkan untuk Indonesia, yang tidak ada satupun rakyat Indonesianya tertinggal dalam upaya meraih cita-cita, Indonesia yang demokratis, yang hasilnya dinikmati oleh seluruh rakyat,” katanya.

_____________________________________________________________

BACA JUGA: Desa, Garda Terdepan Pencegahan Karhutla

_____________________________________________________________

Undang-undang Keinsinyuran juga menjamin serta memberikan perlindungan hukum bagi insinyur teregistrasi (registered engineer), pengguna (yang mempekerjakan tenaga insinyur), maupun pemanfaat yang berkenaan dengan kegiatan dan karya keinsinyuran. 

Dengan perkembangan pandemic COVID-19 yang mendunia, tantangan bagi professional insinyur lebih besar mengemuka dan sudah didepan mata kita saat ini, sebagaimana dicontohkan kebijakan dalam kaitan Korean New Deal dengan Kiprah kita di Indonesia yang tentunya sebagai elemen global.

“Sebagai Menteri LHK yang hadir saat ini dari unsur Pemerintah, saya menegaskan bahwa pemerintah mendukung langkah-langkah dan kiprah profesi Insinyur Indonesia, dan Kementerian LHK sangat mendukung program profesi insinyur bidang lingkungan dan kehutanan,” pungkas Menteri Siti.

Pengukuhan insinyur ini adalah pengukuhan insinyur di IPB University pertama sejak gelar insinyur dihapuskan dan diganti menjadi sarjana. Pengukuhan insinyur pertama ini terbagi menjadi tiga bidang yaitu 376 orang dari bidang Insinyur Teknik Kehutanan, 24 orang dari Insinyur Industri Pertanian, dan 34 orang Insinyur Teknik Pertanian.  Semua lulusan ini berasal dari jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau atau RPL  yang dilakukan  secara luring (off line) kombinasi secara daring (online).

Sebelum pengukuhan telah dilaksanakan kuliah penyegaran oleh Prof. Dr. Ir. Muhammad Romli, MSc.St., IPU. selaku Ketua Program Studi Program Profesi Insinyur (PS PPI) IPB University. Kemudian kuliah penyegaran tentang Peran dan Tantangan Program Profesi Insinyur dalam Pembangunan Pertanian disampaikan oleh Prof. Dr. Ir Djoko Santoso, M.Sc. IPU. serta Kuliah Penyegaran Etika dan Profesionalisme Insinyur oleh Ir. Achmadi Partowijoto, Cert. AE, IPU.

Halaman selanjutnya: Rektor IPB University...

Halaman:  12

BAGIKAN

BERI KOMENTAR