Jumat, 3 Juli 2020
News & Nature

Gakkum KLHK Juga Jerat Pemodal Tambang Emas Ilegal

Jumat, 24 April 2020

Ancaman hukuman hingga 15 tahun penjara dan denda hingga Rp 10 miliar

2ede894b-f94e-4832-bab7-f4c6e1c7e7f5.jpg
Gakkum KLHK

Kotamobagu – Aktor intelektual sekaligus pemodal tambang emas ilegal di kawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone, SM (38) dan operator HA (37) dijerat dengan pasal berlapis dengan ancaman hukuman hingga 15 tahun penjara dan denda hingga Rp 10 miliar.

“Kasus ini berhasil diselesaikan hasil kerja sama tim gabungan yang terdiri dari SPORC Seksi Wilayah III Manado, Polisi Hutan Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone, Satuan Brimob Batalyon B Inuai, mengamankan satu eskavator Hyundai dan pelaku,” kata Dodi Kurniawan, Kepala Balai Gakkum KLHK Wilayah Sulawesi, Rabu (22/4/2020).

_____________________________________________________________

Baca juga: Puluhan Kayu Gelondongan dan Truk Siap Diserahkan

_____________________________________________________________

Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Balai Gakkum KLHK Wilayah Sulawesi, Seksi Wilayah III Manado, telah melimpahkan kasus tambang emas ilegal ini kepada Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara, dan kasusnya sudah dinyatakan lengkap.

PPNS Balai Gakkum akan menjerat kedua tersangka dengan Pasal 89 Ayat 1 Huruf a dan b, Undang-Undang No 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Pengrusakan Hutan dan Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP, dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 10 miliar.

____________________________________________________________

Baca juga: Dua Pelaku Illegal Loging di Sarolangun Ditangkap

____________________________________________________________

Tersangka SM berperan sebagai pemilik tambang dan pemodal atau aktor intelektual yang menyuruh pekerja menambang tanpa izin. Tersangka HA berperan sebagai operator alat berat yang menambang dan membawa alat berat.

 “Kedua tersangka HA dan SM dititipkan PPNS Balai Gakkum KLHK Wilayah Sulawesi di Rutan Kelas IIB, Kota Kotamobagu. Sedangkan barang bukti eskavator diamankan di Kantor Balai TN Bogani Nani Wartabone,” kata Dodi Kurniawan lebih lanjut.

Tambang emas ilegal berada di Patolo di dalam kawasan TN Bogani Nani Wartabone, Desa Tanoyan Selatan, Kabupaten Bolaang Mongondow.   

“Saya sudah meminta kepada penyidik untuk melaksanakan tugas dengan profesional. Penindakan pelaku penambangan emas ilegal di kawasan taman nasional adalah komitmen Kementerian LHK untuk menjaga dan melindungi kawasan hutan dari kegiatan ilegal,” kata Yasid Nurhuda, Direktur Penegakan Hukum Pidana, Ditjen Gakkum, 22 April 2020.

____________________________________________________________

Baca juga: Penyidikan Pembalakan Liar di Sulsel Tuntas

____________________________________________________________

Sementara itu, Dirjen Gakkum, Rasio Ridho Sani menyatakan komitmen pihaknya untuk terus mengawasi dan menegakkan hukum atas kegiatan yang merusak lingkungan hidup dan kehutanan.

“Terutama di dalam kawasan konservasi seperti TN Bogani Nani Wartabone, dengan mengedepankan ketentuan dari Kementerian Kesehatan terkait pencegahan penyebaran virus corona,” kata Rasio Ridho Sani.*



BAGIKAN

BERI KOMENTAR