Kamis, 29 Oktober 2020
News & Nature

Dua Pembalak Kayu Ilegal Terancam 15 Tahun Penjara

Kamis, 6 Februari 2020

Ditangkap di Maluku Tengah

malteng1.jpg
ppid.menlhk.go.id
Tim Operasi Balai Penegakan Hukum (Gakkum) Maluku Papua Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) meringkus M (44) dan H (41), dua pembalak kayu ilegal. Selain itu, disita juga 1.915 batang kayu olahan jenis merbau (Intsia bijuga) di kawasan Hutan Neger Roho, Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah, 27 Januari 2020

Jakarta -- Tim Operasi Balai Penegakan Hukum (Gakkum) Maluku Papua Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) meringkus M (44) dan H (41), dua pembalak kayu ilegal. Selain itu, disita juga 1.915 batang kayu olahan jenis merbau (Intsia bijuga) di kawasan Hutan Neger Roho, Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah, 27 Januari 2020. Petugas juga mengamankan 3 chain saw, 3 sepeda dorong, 2 parang dan 1 kapak.

M dan H dijerat pasal 19 huruf a dan atau b Jo. pasal 94 Ayat 1 Huruf a dan atau Pasal 12 Huruf e Jo. Pasal 83 Ayat 1 Huruf b, Undang-Undang No 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan, dengan ancaman pidana penjara maksimum 15 tahun dan denda maksimum Rp 100 miliar.

Baca Juga: Kasus Pengangkutan Kayu Ilegal Dilimpahkan

“Kita harus bersama-sama menyelamatkan sumber daya alam dan ekosistem penting dari kejahatan seperti ini. Operasi ini penting untuk melindungi masyarakat, ekosistem dan menyelamatkan negara dari kerugian,” kata Direktur Pencegahan dan Pengamanan Hutan Sustyo Iryono.
 
Selanjutnya, petugas memindahkan barang bukti kayu olahan ke halaman Kantor Kejaksaan Negeri Maluku Tengah di Masohi. Sementara peralatan-peralatan diamankan di Kantor Balai Taman Nasional Manusela, di Masohi.

“Penyidik PNS Balai Gakkum Maluku Papua telah menetapkan M dan H sebagai tersangka dan menahan mereka di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Masohi. Proses penyidikan masih berlangsung, terutama mendalami keterlibatan pihak lain,” kata Kepala Seksi Wilayah II Ambon Balai Gakkum Maluku Papua Yosep Nong, Kamis (6/2/2020).

Penangkapan itu berawal dari informasi petugas intelijen Seksi Wilayah II Ambon tanggal 26 Januari 2020, kemudian Tim Operasi menindaklanjuti dengan penangkapan dan pengamanan. “Memang saat ini sedang marak pembalakan liar di wilayah Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah. Kami akan terus berupaya mengawasi dan mencegah pembalakan ilegal,” kata Yosef Nong. (*)



BAGIKAN

BERI KOMENTAR