Rabu, 30 September 2020
News & Nature

Dokumen Palsu Dua Tronton Kayu dari Hutan Tebo

Rabu, 5 Agustus 2020

Operasi penindakan ilegal logging terus dilakukan di beberapa  lokasi, termasuk  di Papua, Papua Barat, Maluku, Kalimantan, NTT, dan Sulawesi

0c6ff2cb-00ba-4594-9564-3db40550de51.jpg
Gakkum KLHK

Jakarta – Operasi penindakan yang dilakukan Tim Penegakkan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengamankan dua truk tronton bermuatan kayu ilegal dari Provinsi Jambi yang tiba di Tangerang.

“Kegiatan operasi ini sebagai upaya memerangi peredaran kayu hasil pembalakan liar di wilayah Sumatera yang masih terjadi,” kata Sustyo Iriyono, Direktur Pencegahan dan Pengamanan Hutan, Direktorat Jendral Penegakkan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Jakarta, Rabu (5/7/2020).

Operasi  penindakan  diawali  adanya  informasi  dari  masyarakat tentang pengangkutan kayu ilegal yang berasal dari kawasan hutan di wilayah Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi dengan tujuan Jabodetabek. 

______________________________________________________________________

BACA JUGA: Menjemput Pulangnya Satwa Endemik dari Filipina

______________________________________________________________________

Berdasarkan informasi kayu tersebut diangkut dengan tujuan ke PD CJK di Jl. Gatot Subroto, Kota Tangerang. Pada 4 Agustus 2020 Tim Gakkum KLHK menemukan dua unit truk tronton bermuatan kayu masuk ke CV CTB di  Jl. Gatot Subroto, Kota Tangerang. 

Kemudian tim menyergap dan melakukan pemeriksaan truk tronton di lokasi CV CTB. Tim  mendapati kayu sekitar 72 meter kubik ini diangkut dengan tujuan PD CJK namun akan dikeringkan atau dioven dulu di CV CTB.

Hasil pemeriksaan awal Tim Gakkum mendapati dokumen yang menyertai  kayu tersebut palsu.  Selanjutnya  tim  mengamankan alat  angkut dua truk  tronton  beserta muatan kayu di tempat kejadian perkara. Lokasi industri CV CTB dijaga oleh Petugas SPORC Gakkum KLHK.

Selain mengamankan barang bukti, Tim Gakkum KLHK juga mengamankan dua sopir dan seorang karyawan PD CJK yang berada di CV CTB dan pemilik CV CTB untuk diperiksa oleh Penyidik  KLHK. 

Pelaku diduga melanggar ketentuan Pasal 88 Ayat 1 Huruf a dan b Jo.  Pasal 14 Huruf a dan b dan/atau Pasal 16 Undang Undang No 18 Tahun 2013 tentang  Pencegahan  dan Pemberantasan  Perusakan  Hutan,  dengan  ancaman  pidana  paling  lama 15 tahun penjara. 

“Keberhasilan  operasi  ini  tidak  lepas dari kegiatan intelijen yang telah memetakan jaringan dan pelaku, cukong kayu dan  penampung kayu ilegal. Operasi ini merupakan bagian dari upaya penindakan kegiatan pembalakan liar yang merusak kawasan hutan di wilayah Sumatera,” kata Sustyo.

Halaman selanjutnya: Operasi terus berjalan...

Halaman:  12

BAGIKAN

BERI KOMENTAR