Senin, 10 Mei 2021
News & Nature

Cyber Patrol Gakkum KLHK Ungkap Penjual Cula Badak

Selasa, 15 September 2020

Pelaku mengaku menawarkan cula badak tersebut dengan harga Rp 150 juta.

img-20200914-wa00081.jpg
Gakkum KLHK

PENELUSURAN tim Cyber Patrol Direktorat Jenderal Penegakkan Hukum (Ditjen Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengungkap perdagangan bagian satwa liar dilindungi, cula badak dan pipa rokok gading gajah. Pelaku mengaku menawarkan cula badak tersebut dengan harga Rp 150.000.000,-.

Operasi Gakkum ini dilakukan di dua tempat yaitu di Sukoharjo dan Kota Surakarta (Solo), Jawa Tengah pada Minggu (13/9/2020). "Kami melakukan penelusuran sejak September 2019 terhadap akun facebook TS yang telah memposting perdagangan bagian-bagian satwa yang dilindungi berupa cula badak," Direktur Pencegahan dan Pengaman Hutan (PPH), Sustyo Iriyono.

_________________________________________________________________________

BACA JUGA: Koleksi yang Melawan Hukum dan Merusak Kelestarian

_________________________________________________________________________

Dari operasi di lapangan, Tim Gakkum KLHK yang didukung Polres Sukoharjo dan Polresta Surakarta, berhasil mengamankan barang bukti diduga Cula Badak 1 buah dan 5 orang pelaku di Sukoharjo. Para pelaku tersebut dengan inisial adalah TS (39 Th), ASG (59 Th), AS (41 Th), SS (57 Th), dan LGN (24 Th). 

Kemudian, Tim melakukan pengembangan, dan mengamankan pelaku MS (52 Th) selaku pemilik Kios TP Pusat Batu Permata Solo, serta barang bukti berupa 1 buah cula badak dan 16 buah pipa rokok yang diduga berasal dari gading gajah Sumatera. Tim Operasi mengamankan pelaku dan barang bukti ke Polres Sukoharjo, serta melakukan pemeriksaan terhadap 6 pelaku.

Halaman selanjutnya: Uji forensik...

 

Penyidik PNS Gakkum KLHK akan melakukan uji DNA forensik terhadap cula badak dan pipa rokok tersebut. Uji DNA forensik ini untuk memastikan cula badak dan gading gajah tersebut berasal dari bagian-bagian satwa liar yang dilindungi undang-undang.

Berdasarkan keterangan sementara dari pelaku, 2 buah cula badak akan dijual seharga Rp. 150.000.000,- (Seratus Lima Puluh Juta Rupiah)  sedangkan 16 buah Pipa Rokok yang diduga terbuat dari gading gajah dihargai Rp. 75.000.000,- (Tujuh Puluh Lima Juta Rupiah).

Sustyo menegaskan bahwa para pelaku akan dijerat dengan Pasal 21 ayat (2)  huruf d  jo Pasal 40 ayat (2), Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp 100.000.000,- (Seratus Juta Rupiah).

_________________________________________________________________________

BACA JUGA: Opsgab Hancurkan Pembalakan Hutan Sungai Gelam

_________________________________________________________________________

"Kami harapkan agar pelaku kejahatan terhadap satwa ini harus dihukum seberat-beratnya, agar ada efek jeranya," ungkap Sustyo. 

Sementara itu, Direktur Jenderal Penegakan Hukum KLHK, Rasio Ridho Sani mengatakan bahwa terkait dengan ancaman perburuan dan perdagangan ilegal tumbuhan dan satwa liar yang dlindungi (TSL) "Kami terus meningkatkan pemantauan aktivitas perdagangan satwa dilindungi termasuk perdagangan melalui online," katanya.*



BAGIKAN

BERI KOMENTAR